Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 100


__ADS_3

"Kakak bawakan apa yang aku pesankan?" Saira menitip pada Juan alat pumping karena yang di bawa Saira kemarin ke tempat kerja sudah hilang entah kemana.


"Bawa yang. Kamu jangan memakasakan dulu yang kalau belum sehat betul" Juan kasian pada Saira jika dalam keadaan sakit Saira masih ingin memberikan ASI nya walau dalam botol.


Tok tok


Juan membuka pintu kamar ruang Saira dan melihat ada 2 orang pria perawakan besar memakai jaket kulit.


"Selamat siang, apa benar di sini ada pasien bernama Saira Putri Atmaja?" tanya pria tersebut. "Siang, betul pak itu istri saya" jawab Juan. "Maaf mengganggu waktunya. Kami dari kepolisian ingin meminta keterangan tentang kejadian keceleakaan saudari Saira" terang pak polisi.


Juan sebelum mempersilakan masuk melihat dulu kondisi Saira.


"Silakan pak masuk" Juan mempersilakan masuk pria tersebut. "Selamat siang ibu Saira, perkenalkan kami dari kepolisian. Bagaimana keadaan anda sekarang?" tanya polisi tersebut. "Sudah lebih baik pak" sahut Saira yang melirik terus Juan karena takut didatangi polisi.


"Maaf kami mengganggu waktu anda. Jika anda berkenan kami akan meminta keterangan dari anda dengan menjawab beberapa pertanyaan tentang kecelakaan yang anda alami untuk memenuhi berkas kejadian" jelas pak polisi. "Tapi jika anda masih belum bisa tidak apa apa kami akan kembali lagi setelah anda siap" ujar pak polisi.


Saira awalnya diam tapi melihat Juan mengangguk akhirnya Saira bersedia menjawab pertanyaan pak polisi.


Saira dengan didampingi Juan menjawab pertanyaan pertanyaan yang diajukan oleh polisi seputar keceleakaan. Namun tidak semua yang diketahui Saira karena kejadiannya begitu tiba tiba.


"Baiklah, terima kasih atas kerjasamanya ibu Saira telah menjawab pertanyaan yang kami ajukan. Oh iya satu lagi kami juga sudah meminta keterangan para saksi yang ada di lokasi kejadian" pak polisi memberikan map yang berisi bukti photo photo saat kejadian kecelakaan melalui CCTV warga sekitar.


"Apa anda mengenal dengan mobil yang menabrak anda" Saira langsung menggelengkan kepala tidak mengetahuinya sama sekali. Saat Juan melihat langsung menggambil mapnya. "Boleh saya ambil bukti ini" pinta Juan. "Oh silakan pak" sahut pak polisi. Semoga ada titik terang dengan kejadian ini, apa murni kecelekaan atau ada unsur kesengajaan" ujar pak polisi.


"Kalau begitu kami permisi. Terima kasih atas waktunya ibu dan bapak . Semoga ibu Saira lekas sembuh" ujar pak polisi pamit. "Sama sama pak" sahut Juan menjabat tangan kedua polisi.

__ADS_1


Saira yang lega setelah memberikan keterangan pada polisi, berbeda dengan Juan yang menjadi penasaran.


Besoknya. Saira sudah berada di rumah sakit selama 4 hari. Dan sekarang waktunya kunjungan dokter yang menangani Saira membolehkan Saira pulang karena melihat kondisi Saira yang sudah berangsur membaik.


Setelah ada rekomdasi dari dokter, Juan langsung ke bagian adminitrasi untuk mengurus kepulangan Saira. Mamah menemani Saira pulang ke rumah sementara di rumah ibu yang menunggu Keanu.


"Bagaimana sayang perasaannya setelah berapa hari rumah sakit dan sekarang pulang" tanya mamah. "Saira senang sekali mah, terutama Saira kangen sekali sama Keanu karena sudah berapa hari Saira tidak bertemu" sedih Saira.


"Tenang saja sayang sebentar lagi kamu akan bertemu dengan Keanu, Saira harus kuat dan buktikan pada putramu bahwa mommynya wanita kuat" Mamah memberikan semangat agar Saira tidak bersedih.


Juan mengantar Saira sampai ke rumah. Melihat Saira di rumah banyak yang menenemainya, Juan izin keluar pada Saira karena ada yang harus di urusnya.


Mamah masuk ke kamar Saira. "Juan kemana Ra?" tanya mamah tidak melihat Juan di kamar dan ruangan lainnya. "Kak Juan tadi pamit keluar dulu mah ada urusan sebentar katanya" jelas Saira.


Juan pergi ke kantor menemui papahnya, yang sebelumnya Juan sudah mengirim pesan akan menemui papahnya di kantor.


Tok tok


"Ada angin apa yang membawamu kesini bertemu dengab papah?" papah tahu Juan jika sudah mendesak pasti mendatangi papahnya di kantor. "Coba papah buka isi di dalam map itu!" papah langsung membuka map tersebut dan melihat satu persatu photo yang ada di dalamnya.


"Pah aku minta tolong sama papah, tolong selidiki siapa orang yang sudah menabrak Saira?" pinta Juan.


"Kenapa harus papah, kenapa bukan kamu saja yang menyelidikinya?" sindir papah. "Aku ingin papah yang mencari tahu, papah kan banyak kenalan untuk mencari informasi dan bukti. Aku hanya ingin meyakinkan kecurigaan ku saja" Juan masih tidak yakin dengan kecurigaannya.


Papah sempat terdiam berpikir sebelum menjawab. "Baiklah, papah akan bantu kamu, karena ini juga menyangkut menantu papah" ujar papah.

__ADS_1


"Aku tunggu kabar dari papah. Terima kasih atas bantuannya pah" Juan tersenyum. "Aku pamit pulang ya pah, tadi aku izin sebentar ke Saira takut Saira mencariku" pamit Juan.


"Juan! Apa kamu takut, jika yang mencelakai istrimu adalah orang yang kamu kenal dan kamu tidak akan percaya" seru papah sebelum Juan membukakan pintu untuk keluar.


"Siapa pun itu aku menerimanya! Jawab Juan singkat sebelum meninggalkan ruangan papahnya.


Juan kembali lagi ke rumah setelah pulang menemui papahnya di kantor. Rasa penasaran Juan sedikit berkurang karena ada papahnya yang membantunya. Ada benarnya apa yang di ucapkan papahnya. Bahwa dia belum siap dengan kenyataannya.


"Kak, sudah pulang" tanya Saira saat Juan masuk ke dalam kamar. "Sudah sayang" Juan mengecup kening Saira.


"Ada yang kamu inginkan yang, nanti kakak ambilkan?" tanya Juan . "Untuk sekarang tidak kak, semuanya sudah di siapkan tadi sama bi Marni dan ibu" jawab Saira. Mamah Sinta sudah pulang tinggal ibu saja yang masih menemani Saira dan bi Marni.


"Aku lega kak, akhirnya bisa berkumpul lagi dengan Keanu di rumah" Saira memandangi wajah Keanu yang tertidur di dekatnya. Sekarang Keanu tidur di ranjang bersama Saira untuk memudahkannya memberikan AsI pada Keanu. Karena bila di simpan di box bayi harus ada yang memindahkannya ke Saira.


"Sabar ya sayang, dengan kamu nanti mengikuti terapi yang di sarankan dokter, insya allah kamu akan pulih kembali seperti sedia kala" hibur Juan. "Semoga saja kak" Saira menyender di bahu Juan.


Satu minggu kemudian.


Hari ini jadwal kontrol Saira ke dokter, Juan izin pulang sebentar saat bekerja untuk mengantar istrinya terapi ke fisiotrapi.


πŸ’Œ Yang, siap siap ya sebentar lagi kakak jemput kamu ke rumah sakit!


πŸ’Œ Ok


Saira di bantu bi Marni menyiapkan perlengkapannya untuk ke rumah sakit. Juan sengaja membelikan kursi roda untuk Saira agar Saira bisa keluar ruangan.

__ADS_1


"Yang, sudah siap" Juan masuk ke dalam. "Sudah yang" jawab Saira. Juan membawakan tas Saira dan mendorong kursi roda kemudian mengendong Saira masuk ke dalam mobil sementara bi Marni membantu Juan memegang tas Saira ke dalam mobil.


"Bi, titip Keanu ya kami pergi dulu" pamit Saira. "Baik non. Hati hati di jalan non Saira dan pak Juan" jawab Bi Marni.


__ADS_2