
Mobil Juan telah sampai di apartemen. Juan membukakan pintu mobil untuk Saira karena kerepotan membawa Keanu. Setelah Saira turun baru Juan mengeluarkan barang bawaannya.
Juan sebelumnya sudah merapikan apartemennya sebelum Saira pulang.
Juan menekan password pintu apartemennya dan membukakan pintu.
Saira sebenarnya sudah rindu akan kamar dan ruangan ruangannya. Semenjak melahirkan dan kejadian itu Saira belum pernah kembali ke apartemennya karena terlalu nyaman di rumah orang tuanya. Hanya Juan yang sering pulang sesekali untuk beristirahat sepulang kerja dan membersihkannya.
"Yang, tas yg ini di simpan dimana?" Juan menunjukan tas yang dari ibu. "Simpan di dekat dapur saja kak, nanti aku yang bereskan" ujar Saira. Juan meletakkannya di meja dekat dapur.
Saira menidurkan Keanu di ranjang kamarnya. Melihat sekeliling rumah tampak rapih dan tampak ada tambahan perlengkapan bayi seperti lemari baju dan box bayi, tetapi yang lainnya tidak ada yang berubah.
"Mumpung Keanu tidur aku harus cepat cepat ke dapur" gumam Saira setelah menidurkan Keanu karena di mobil Keanu tidur hingga sampai ke apartemen. Saira merapikan bawaan yang ibu sudah siapkan. Sebagian simpan di kulkas untuk stock beberapa hari dan yang matang Saira simpan di meja makan tinggal di hangatkan.
Setelah beres di dapur Saira melanjutkan pekerjaannya merapikan perlengkapan bayinya ke lemari bayi.
"Yang, jangan terlalu kecapean nanti saja dikerjakannya. Kamu istirahat saja ya!" Juan mengingatkan. "Tidak apa tanggung kak, mumpung Keanu masih tidur" ujar Saira. Juan mencoba ikut membantu Saira merapikan. "Biar sama aku saja, kakak istirahat saja" ucap Saira. Juan hanya menghembuskan nafasnya lalu pergi.
Ketika merapikan pakaian Keanu terbangus dan menangis. Saira langsung cepat cepat menggendongnya.
"Kenapa menangis sayang" Saira mencoba meredakan tangis Keanu. Keanu masih saja menangis hingga Juan masuk ke kamar.
"Ada apa yang, Keanu menangis?" tanya Juan. "Tidak tahu kak, biasanya kalau sudah dikasih ASI langsung berhenti ini masih menangis" terang Saira. "Coba kakak yang gendong" Juan mengambil Keanu dari Pangkuan Saira. Tangisan Keanu mulai mereda. "Anak Deddy pengen di gendong sama Deddy ya!" Juan mengendong Keanu dengan mengajaknya bicara.
__ADS_1
"Mungkin Keanu masih kaget kak, soalnya baru melihat tempat baru setelah sudah biasa di rumah ibu" ujar Saira berpendapat. Juan hanya mengangkuk.
Juan mengajak Keanu keluar kamar ke arah balkon agar tidak jenuh berada di kamar.
"Keanunya kelamaan ya di rumah nenek jadi kaget pas pulang kerumah Keanu" Juan berbicara pelan namun masih didengar oleh Saira. Saira hanya bisa menghela nafas memang benar adanya dia terlalu lama di rumah orang tuannya.
Malamnya, saat makan malam Saira sedikit sibuk sekarang Saira melakukan tugasnya sendiri sebelumnya dia tahu beres saat di rumah ibu. Seperti sekarang Saira mulai menyiapkan makan malam, untungnya sekarang hanya menghangatkan saja karena sudah dibawakan ibu bekal.
"Kak, ayo makan dulu biar Keanu sama aku" ajak Saira. "Sudah Keanu di taruh di stoler saja kita makan bersama" ujar Juan memberikan solusi. Saira tidak menolak karena Saira pikir ide yang bagus.
Mereka makan bersama, Saira sesekali melihat ke stoler memperhatikan Keanu.
"Anak mommy baik sekali, tidak rewel saat mommy makan" ujar Saira. "Tunggu ya, mommy rapikan meja makan dulu setelah itu baru gendong Keanu" Saira merapika bekas makan dan mencuci piring sekalian.
"Yang Keanu sudah tidur" Juan sedikit berbisik agar tidak menganggu Keanu yang terlelap tidur. "Sudah" Saira pun menjawab dengan suara pelan. Saira pelan pelan bangun dari kasur lalu keluar kamar memastikan suaminya tidak membutuhkan apa apa lagi.
"Yang" panggil Juan menunjuk sofa agar Saira ikut duduk. "Ada apa kak?" tanya Saira. "Besok kakak kerja kamu tidak apa ditinggal berdua di apartemen dengan Keanu?" tanya Juan.
"Insya Allah tidak apa kak, aku mencoba menghandle sendiri" nanti kan ada bi Marni yanh datang ke sini berapa hari sekali" ujar Saira agar Juan tidak mengkhawatirkannya.
"Baiklah, kakak cuma khawatir saja sama kamu. Kamu kan semenjak pulang dari rumah sakit terbiasa dibantu ibu" ujar Juan.
"Kakak jangan khawatir aku bisa kok sendiri" jawab Saira tegas. "Kalau tidak ada lagi aku mau masuk kamar kak" imbuh Saira Juan menggeleng kepala.
__ADS_1
"Yang" panggil Juan. "Ada apa lagi kak?" Saira yang hendak bangkit dari sofa berhenti.
"Hmm..Kamu sudah selesai nifas kan?" tanya Juan ragu. " Iya, memang kenapa kak" jawab Saira pura pura tidak paham. "Berati sudah boleh kita" ucap Juan tersenyum. Saat Saira binggung menjawab suara tangisan Keanu terdengar Saira yang menjadi penolong mommy nya. Cepat cepat Saira masuk ke kamar. "Keanu bangun" Saira meninggalkan Juan di ruang tengah begitu saja.
Saira menepuk nepuk pelan punggung Keanu agar tertidur lagi. Juan menunggu Saira di luar tapi tidak keluar kamar lagi akhirnya Juan masuk ke kamar. Di bukanya pintu kamar pelan agar tidak membangunkan Keanu. Di lihat Saira masih menidurkan Keanu. Juan menghampiri untuk memastikan dan ternyata Saira ikut tertidur juga. Sebenarnya Saira hanya pura pura tidur menghindari Juan.
Juan hanya bisa menghembuskan nafas.
"Huft, dia malah tidur" gumam Juan pelan. Juan akhirnya ikut merebahkan badannya dikasur bertiga dengan Keanu di tengah yang sekarang menjadi pembatas antara dia dan Saira.
Besoknya. Saira bangun pagi pagi karena akan menyiapkan suaminya bekerja. Mulai menyiapkan sarapan, pakaian kerja dan tak lupa memisahkan baju kotor dewasa dan bayi yang akan di cuci.
"Yang, baju kerja kakak mana?" Juan kembali ke mode segala di siapkan. Padahal sebelumnya saat Saira di ibunya Juan menyiapkan segalanya sendiri.
Saira baru menunjukan pakaian yang sudah disiapkan di meja Juan sudah memanggilnya kembali.
"Yang, kaos kakinya mana?" panggil Juan dari kamar. Saira langsung bergegas dari dapur ke kamar untuk mengambilkan apa yang Juan cari. "Apalagi kak yang belum ada" tanya Saira sebelum kembali ke dapur. "Hmm..sepertinya sudah yang" ucap Juan. Saira langsung pergi ke dapur menyelesaikan pekerjaannya di dapur yang belum selesai.
"Kak, ini sarapannya" Saira sudah menyiapakannya sarapannya di meja makan. "Kamu tidak ikut makan?" tanya Juan. "Nanti saja kak belum lapar. Aku ke kamar dulu ya kak, lihat Keanu" ujar Saira. Juan mengangguk sembari makan.
"Yang, kakak pergi kerja dulu ya" Juan datang ke kamar untuk pamit pada Saira. "Iya kak" sahut Saira. "Kamu hati hati ya, kalau kamu perlu sesuatu hubungi kakak" ujar Juan. "Iya" Saira mencium punggung tangan Juan.
Juan pergi dengan perasaan lega sekarang, karena istri dan anaknya sudah berkumpul dengannya walau masih dengan suasana tidak sehangat keluarga pada umunya.
__ADS_1