Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 28


__ADS_3

Setelah prosesi wisuda selesai tamu undangan dan para wisudawan bertemu dengan keluarga masing masing mereka meluapkan kebahagiannya karena kelulusan yang telah di capainya.


"Ayah, ibu aku lulus wisuda terima kasih" ucap Saira yang tak bisa di bendung lagi air mata bahagia menyambut pelukan ayah dan ibunya yang sudah mendekati Saira.


Bu kita photo dulu di sini ayah juga sini. Saira berswaphoto di dalam gedung untuk kenang kenangan bersama teman dan sahabatnya.


"Ra, ayo jangan lama lama kasian nak Juan sudah menunggu terlalu lama diluar" Ujar ayah mengingatkan Saira masih berphoto photo dengan sahabat sahabatnya .


"Oke. Fik, Tan aku pulang duluan ya kasian kak Juan menunggu lama di luar. Sampai jumpa lagi" seru Saira sembari memeluk sahabatnnya.


"Nanti berkabar ya kalau mau ketemuan" ujar Fika setengah berteriak karena ramainya orang orang. Saira langsung menjawab dengan mengacungkan jempolnya.


"Maaf kak, sudah lama ya menunggu di sini?" ujar Saira yang dijawab senyuman oleh Juan. " Ayo sudah selesai semua" tanya Juan mengajak pulang. "Sebentar kak, kita photo dulu disini" mengarahkan backgroundnya dibelakang gedung tersebut. Dan Saira meminta ayah untuk mengarahkan kamera ponselnya untuk memotret Saira dan Juan.


Entah mengapa Juan tidak pernah senang bila di ajak photo dengan ku.


"Ayo, kak sudah selesai kita langsung pulang saja" ujar Saira. "Baik" ucap Juan singkat dan berjalan menuju parkiran mencari mobilnya.


Di perjalanan Saira bercerita tentang prosesi wisuda yang sudah berlangsung tadi dengan ceria.


"Ra, wisuda itu bukan akhir dari pembelajaran atau sekolah, setelah lulus itulah awal dari pembelajaran di kehidupan nyata kita kedepan baik itu bekerja, berhubungan dengan lingkungan masyarakat luas dan berumah tangga kelak" ujar ayah memberi petuah.


"Iya ayah aku akan berusaha yang terbaik buat semua" ucap Saira. Setelah ini Saira akan mencari pekerjaan dan mudah mudahan Saira bisa mendapatkan pekerjaan yang baik untuk Saira" ujar Saira bersemangat dan di aamiinkan oleh ayah dan ibu. "Aamiin."


Sebulan sudah Saira tidak ada kegiatan apapun selain membantu ibu dirumah dan berjualan. selama sebulan itu juga Saira mencari informasi mulai dari temannya, koran mau pun media sosial untuk mencari lowongan pekerjaan. Dan akhirnya Saira mendapatkan rekomendasi dari salah satu teman SMA nya perusahaan yang membutukan lulusan fresh graduate.


"Oke, aku harus mencobanya" Saira mempersiapkan lamarannya dan mengirimkan berkas lamarannya melalui email ke perusahaan tersebut. Akhirnya seminggu setelah menunggu Saira mendapatkan telepon dari perusahaan tersebut untuk datang besok pagi untuk melakukan tes wawancara.


Besoknya Saira berangkat mendatangi perusahaan tersebut.


"Selamat pagi pak..maaf mau tanya kalau ruangan interview di sebelah mana ya?" tanya Saira ke satpam yang berjaga di depan. " Oh, mbak yang ikutan tes hari ini?" tanya satpam. "Betul pak". jawab Saira.

__ADS_1


"Mbaknya tinggal naik lift saja ruangannya ada di lantai 2 di sana sudah ada yang berjaga juga. " Baik pak, terima kasih" Saira sambil mengangukan kepala ke satpam tersebut.


Saira naik ke lantai 2 di sana sudah ada beberapa para pelamar yang sudah menunggu.


"Kamu, ikutan interview juga?" tanya seorang wanita yang duduk didekat Saira. "Iya, mbak" jawabnya. "Oh, sama berarti" tanyanya lagi dan Saira tersenyum ramah.


Satu persatu nama yang dipanggil masuk keruangan interview.


Dan akhirnya nama Saira dipanggil.


"Saira Putri Atmaja, silahkan masuk keruangan!" panggil salah satu staf tersebut.


Pertanyaan demi pertanyaan di layangkan kepada Saira, karena ini pengalaman pertama Saira sesi tanya jawab baik psikotes mau pun wawasan tentang seputar posisi pekerjaan yang akan di perebutkan oleh calon pekerja.


"Baik season ini kita akhiri, Untuk hasilnya nanti kami akan menginformasikan kembali. Terima kasih" ujar penguji dan langsung berjabat tangan.


"Semoga anda yang terpilih," ucap salah satu tim pewawancara. "Semoga saja pak" sahut Saira tersenyum hangat dan menunduk.


" Bagaimana Ra, wawancaranya?" tanya ibu. "Insya Allah ibu doakan saja semoga berhasil, tadi Saira sudah mencoba yang Saira bisa" jawab Saira. "Semoga saja ya nak, kamu di panggil. "Aamiin" sahut Saira.


Setelah beberapa hari menunggu Saira mendapatkan telepon yang memberitahukan bahwa Saira lulus interview dan besok pagi sudah bisa masuk bekerja.


" Ibu, Ayah Saira diterima kerja" Ujar Saira semangat menghampiri ibunya di dapur.


"Alhamdulillah nak, kamu diterima kerja" ibu langsung memeluk Saira bahagia. "Ayah mana bu?" tanya Saira. "Ayah belum pulang nak, Ayah pasti senang mendengarnya" jawab ibu.


Saira langsung pergi ke kamar dan langsung menghubungi Juan tapi ponselnya tidak diangkat.


"Mungkin sedang sibuk" gumam Saira.


Sementara di kantor Juan sedang mengerjakan laporan bersama Gwen karena sibuknya Juan tidak melihat ponselnya dari pagi.

__ADS_1


Ketika jam pulang kerja Juan baru mengecek ponselnya dan melihat panggilan dari Saira. Juan langsung menelpon balik.


Di saat Juan menelpon Saira di samping Gwen melihat dengan wajah tidak senang.


" Mau apa lagi si wanita manja itu" gumam Gwen kesal dalam hati.


"Gwen aku pulang duluan ya.." ucap Juan langsung merapikan meja dan pergi.


*hit, pasti mau menemui si manja, kenapa sih Juan kan aku ingin ikut pulang bareng sama kamu biar kamu tidak sering sering bertemu Saira" gerutu Gwen yang juga ikut merapikan meja dengan kesal.


Juan langsung melajukan mobilnya ke arah rumah Saira.


" Assalamualaikum" ucap Juan dengan mengetuk pintu dan langsung dibukakan oleh Saira.


"Wa'alaikumsalam, kak Juan sudah datang" sahut Saira. "Iya, bagaimana Yang kamu sudah siap besok memulai pekerjaan" tanya Juan yang langsung duduk di sofa menyender di sofa karena lelah.


"Insya Allah kak siap"


" Kak Juan lelah yah, sudah makan belum" tanya Saira. "Belum Yang, tadi kakak dari kantor langsung ke sini" jawab Juan.


" Makan dulu ya kak, nanti kakak sakit" tawar Saira. " Nanti saja Yang pulang dari sini kakak mampir beli makan" elak Juan. "Ih kak Juan, aku ambilkan saja ya makanannya ke sini supaya kak Juan makan. "Ya sudah ayo makan jangan di bawa kesini malu sama ayah dan ibu Yang" ujar Juan yang merasa tidak enak.


Saira mengajak Juan ke tempat makan dan menyiapkannya.


"Kakak mau lauknya apa, maaf ya di sini menunya seperti ini" ujar Saira. "Ah kakak juga makan makanan seperti ini Yang" sahut Juan.


Juan makan dengan lahapnya.


"Yang, masakannya enak hampir sama dengan masakan mamah di rumah." ucap Juan.


"Memang kakak suka makan ikan?" tanya Saira tak percaya. " Ya suka lah Yang, kakak justru kangen masakan seperti ini bosan kalau masakan di kantor atau pesan online" ujar Juan.

__ADS_1


"Ya syukurlah, aku jadi tidak sungkan menyajikannya" Saira tersenyum.


__ADS_2