Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 19


__ADS_3

Gwen mulai bekerja besoknya, Juan dan Gwen sering bertemu di saat istirahat makan siang dan interaksi mereka semakin intens.


"Juan sudah jam makan siang, ayo kita keluar makan". Ajak Gwen yang menghampiri ruangan Juan. "Kamu duluan saja Gwen aku masih sibuk, aku pesan makanan diantar saja keruangan ku". Jawab Juan yang masih berkutat dengan laporannya. "Juan kamu jangan terlalu sibuk nanti kamu sakit". Gwen mencoba mendekati Juan mencari perhatian. Akhirnya Juan mengalah karena Gwen terus mengajaknya. "Ya baiklah aku akan makan siang di luar".


Di kantor para karyawan melihat kedekatan Juan dengan Gwen yang mengira mereka berpacaran.


Saira sendiri merasa tidak enak karena sering bertemu dengan Valen yang akhir akhir ini ikut membantu mereka menyusun skripsi.


"Kak Valen ini bagaimana kalau seperti ini"? tanya Fika sengaja berdekatan duduknya agar lebih dekat dengan Valen. Valen yang ditanya sedikit diam karena dia terus memperhatikan Saira.


"Oh iya aku lihat dulu Fik"! ujar Valen.


Valen memberikan masukan ke Fika untuk menambahkan beberapa konsep materinya. Valen berjalan keluar untuk menghirup udara tak sengaja melihat Saira ada di luar juga. "Ra, kamu sudah selesai membuat konsep untuk bahan materinya. "Sudah kak, berkat buku yang kak Valen kasih ke aku waktu itu aku sudah menemukan bahan bahan materinya. Terima kasih ya kak"! Saira sembari tersenyum. "Sama sama Saira". Ucap Valen. "Ra, bagaimana kabarnya tunanganmu"? tanya Valen basa basi padahal Valen sangat engan membahas tentang dia. "Dan maaf hubunganmu baik baik saja kan"? tanyanya lagi yang melihat beberapa hari ini jarang melihat Saira berkomunikasi atau melihat Saira dikunjungi tunangannya. " Mungkin kak Juan sedang sibuk dengan pekerjaan jadi tidak sempet kesini atau menghubungiku". Jawab Saira ringan.


Sebenarnya Saira juga merasa aneh mengapa akhir akhir ini Juan tidak berkunjung atau sekedar menghubungi, apa pekerjaannya terlalu banyak hingga tidak sempat memberikan kabar kepadaku.


"Oh"! yang penting kamu baik baik saja Ra", ujar Valen mengkhawatirkan Saira. "Kak, aku masuk ke dalam dulu ya takut Fika dan Tania mencari ku". Saira beranjak dari tempat duduknya tapi ditahan oleh Valen. "Ra, kalau kamu tidak bahagia katakan padaku aku akan selalu ada untukmu dan menunggumu". Ucap Valen memegang tangan Saira. Saira hanya tersenyum dan melepas tangan Valen dan meninggalkannya ke dalam.


Juan di kantor sedang sibuk dan Gwen pun ikut menemaninya walau Juan pulang hingga malam Gwen tetap menunggunya sehingga Juan lupa akan Saira karena hari harinya selalu di isi dengan Gwen. Gwen selalu memantau gerak gerik Juan supaya Juan tidak mengingat Saira.


"Oh ya ampun, aku sampai lupa tidak menghubungi Saira pasti dia bertanya tanya aku tidak pernah menghubunginya". Gumam Juan yang didengar oleh Gwen. Gwen sengaja menjauhkan ponsel Juan hingga pulang kerja Gwen baru mendekatkan ponselnya Juan.


"Gwen kamu lihat ponselku, tadi aku simpan di sini",menunjuk meja kerjanya yang ditumpuki berkas berkas.


"Tidak, kamu lupa menyimpannya mungkin. Sudahlah Juan kamu cepat selesaikan pekerjaan kamu ini sudah malam nanti kamu kemalaman lagi pulangnya" Ujar Gwen mengalihkan pikiran Juan.

__ADS_1


Juan melanjutkan pekerjaannya yang menumpuk hingga akhirnya selesai mereka bergegas pulang.


"Gwen sebaiknya kamu jangan sering ikut aku lembur, pekerjaanmu kan sudah selesai di jam pulang kerja". Juan mengingatkan.


"Tidak apa apa Juan aku kasian lihat kamu pulang malam terus lagian aku di rumah juga tidak ada pekerjaan lebih baik aku menemanimu disini siapa tahu aku bisa membantumu", ujar Gwen. "Aku hanya merasa tidak enak dilihatnya nanti karyawan yang lain bisa salah paham". Terang Juan.


Memang tujuan Gwen selain ingin dekat dengan Juan juga supaya yang lain menganggapnya mereka sepasang kekasih.


"Maaf Gwen tolong jaga batasannya aku sudah memiliki tunangan, dan aku butuh privasi". Juan mengingatkan lagi supaya sikap Gwen tidak berlebihan.


Gwen beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan Juan dengan mata berkaca kaca. Juan bingung dan langsung mengejar Gwen.


"Gwen maafkan perkataan ku tadi, aku tidak bermaksud menyakiti perasaanmu"! Gwen tersenyum membelakangi Juan. "Aku tahu Juan aku sudah melewati batas aku hanya khawatir denganmu, disaat kamu sedang sibuk kamu tidak ada yang memperhatikan dirimu..aku hanya peduli denganmu hanya itu..Gwen pura pura menangis dan mendekat ke dada Juan. Juan hanya pasrah karena sadar dengan ucapannya tadi.


"Ya sudah kita pulang tapi besok kamu tidak usah ikut aku lembur lagi karena pekerjaan sudah aku selesaikan semua". Ujar Juan. Gwen mengangguk dan berjalan bersama Juan menuju parkiran mobil.


Saira : "Hallo, Assalammua'laikum"


Juan : Wa'alaikummsalam


Saira : "Kak Juan apa kabar, apa kak Juan baik baik saja"


Juan : "Baik sayang, kamu bagaimana"?


Saira :" Alhamdulillah baik juga, kak Juan apa aku menggangu menghubungi kak Juan"?

__ADS_1


Juan : "Tidak yang, kakak baru saja sampai apartemen. Maaf ya yang kakak akhir akhir ini sedang sibuk, kerjaan kakak lagi banyak ada deadline"


Saira : "Tidak apa apa kak aku mengerti dan maafkan aku juga tidak menghubungi kakak, aku takut kalau mengganggu pekerjaan kakak"


Juan : "Bagaimana kuliah mu lancar?


Saira : "Aku sedang menyusun skripsi kak, mudah mudahan judul yang aku buat di acc dosen


Juan : "Mudah mudahan ya sayang dan semoga lancar membuat skripsinya. Insya Allah akhir pekan kakak akan mengunjungimu kesana"


Saira : "Ok!


Juan : "Ya sudah istirahat ya, miss u!


Saira : "Miss u too honey.


Juan langsung merebahkan kembali badannya yang sudah menuntut ingin istirahat karena lelah seharian. Begitu juga Saira yang langsung tertidur.


Hingga akhir pekan tiba Juan yang akan siap siap berangkat ke kota dimana Saira berada tiba tiba ponsel Juan berdering.


Gwen menghubungi Juan untuk menemuinya dikontrakannya karena dia mengalami sakit dibagian perutnya. Juan binggung dia sudah berjanji akan ke tempat Saira sekarang tapi Gwen menangis sperti menahan sakit akhirnya Juan tidak tega dan langsung menemui Gwen.


"Gwen apa yang terjadi"? Juan menghampiri Gwen yang terbaring di kamarnya karena pintunya tidak dikunci Juan langsung masuk mendengar rintihan suara Gwen dari luar.


"Juan tolong aku, perutku sakit"! sambil memegang perut. "Aku antar kamu ke rumah sakit Gwen"? Ajak Juan. "Tidak usah Juan aku" , Gwen panik takut ketahuan berbohong. "Kamu cukup belikan obat ini saja yang biasa aku minum jika perut aku kambuh". Pinta Gwen. Lebih baik kamu ke rumah sakit saja Gwen biar jelas sakitnya", tawar Juan lagi. Tidak Juan aku sudah biasa seperti ini tapi ini lebih sakit", tolak Gwen. "Memang kemana ibu dan kakakmu, mengapa kamu tidak menghubungi mereka"? Juan penasaran. "Mereka sudah tidak ada yang peduli denganku Juan". Gwen terlihat sedih.

__ADS_1


Juan ingat hubungan Gwen dengan keluarganya tidak baik orang tua Gwen berpisah Gwen terus diperas oleh ibu kandungnya sendiri untuk mencari uang, untuk itu Gwen memilih hidup sendiri.


__ADS_2