Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 40


__ADS_3

Sesampainya di kamar hotel Saira langsung merebahkan badannya di kasur tanpa bertanya terlebih dahulu pada Juan.


"Yang mau ganti baju dulu tidak" tanya Juan. " Tidak, aku mau tidur saja" jawab Saira singkat.


"Ya sudah istirahat ya sayang" Juan mengecup kening Saira.


Saira tidak benar benar tidur, tidur menyamping dengan lampu dimatikan. Dia masih memikirkan apa yang sudah dia lihat tadi antara Juan dan mantan kekasihnya Helena, sedangkan Juan di balkon sambil menyesap kepulan asap.


"Sebenarnya perasaan Juan pada Helena seperti apa sampai saat ini hingga Juan berbeda sikapnya jika tidak bersamaku " pertanyaan yang ada dipikiran Saira hingga Saira tertidur memikirkannya.


Saira terbangun di pagi hari tetapi tidak mendapati Juan ada di samping tempat tidurnya.


Saira mencari ke kamar mandi dan balkon tidak ada. Saira berpikir sedang ada perlu keluar, kemudian Saira membersihkan diri di kamar mandi.


"Yang, dari mana" tanya Saira melihat Juan masuk kamar hotel. " Dari luar sayang ada perlu" jawabnya.


"Kamu sudah siap siap sayang, siang ini kita cek out, kita pulang ke apartemen" ujar Juan.


"Sudah kak" sahut Saira.


"Baiklah kita sarapan dulu" ujar Juan.


Mereka menyelesaikan sarapannya dan kembali ke kamar hotel untuk membereskan bawaan mereka dan cek out dari hotel.


Dua hari Setelah menikah Saira masih merasa kaku karena statusnya sudah berubah menjadi istri seorang Juan Pratama.


"Yang sekarang kita sudah menikah, kamu jadi tanggung jawab kakak baik itu nafkah lahir maupun batin. Mulai sekarang kebutuhan kamu biar kakak yang penuhi kamu tinggal bilang saja, ini kakak ada kartu ATM saldonya cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan jika ada yang kurang kasih tahu kakak" ujar Juan.


"Baik kak, terima kasih mudah mudahan aku bisa menggunakannya dengan baik" sahut Saira yang menerima kartu dari Juan.


"Kak, sepertinya stok persediaan bahan makanan di kulkas habis ya, aku belum bisa masak untuk kakak" Saira sembari membuka isi kulkas dan lemari dapur.


"Bukan habis yang, memang kakak jarang belanja bahan makanan, selama ini kakak jarang masak.


" Pantas saja tapi sekarang ada aku biar aku yang masak untuk kakak supaya kakak tidak makan di luar terus.


" Baiklah istriku, nanti sore kita pergi ke supermarket" ujar Juan.


" Ok" Saira tersenyum.

__ADS_1


Hari ini mereka menghabiskan waktu untuk merapikan apartemen. Sekarang keadannya berubah sebelumnya ruangan ini masih di isi oleh seorang laki laki yang di gunakan untuk tidur saja malam hari tetapi sekarang mulai berbeda dengan adanya Saira apartemennya mulai hidup.


Tak terasa cuti kerja Saira maupun Juan telah habis, besok mereka akan kembali ke dunia nya masing berkutat dengan pekerjaan mereka.


"Kak besok sudah masuk kerja lagi, perasaan sudah keenakan di rumah terus jadi malas kerja" imbuh Saira. " Ya sudah kamu resign saja, dirumah menjadi ibu dari anak anak kita kelak" ujar Juan.


"Maksud aku bukan malas tidak mau kerja kak, hanya saja malas mengawali saja takut banyak pertanyaan besok di tempat kerja. Untuk bekerja nya aku masih semangat kak" ujar Saira tersenyum.


Juan hanya diam tidak menjawab apapun.


" Kak aku buatkan kue ya kemarin aku beli bahan bahannya" dengan semangat Saira mengeluarkan bahan bahan dan perlengkapan untuk membuat kue. Juan hanya melihat dan menemaninya di dapur.


"Kak ayo sini bantu aku membuat kue" ajak Saira.


"Tidak kamu saja, kakak lihat kamu dari sini" Juan menemani Saira di dapur sembari sibuk melihat lihat layar ponselnya.


"Tara sudah jadi kue nya" Saira menyajikan kue nya dan menyuapi Juan. "Bagaimana enak tidak" tanya Saira penasaran.


"Hmm..enak yang pas manisnya" jawab Juan yang tidak terlalu menyukai makanab manis.


" Ayo habiskan nanti kalau kakak senang aku buatkan lagi kalau bahannya masih ada" senyum Saira terkikih.


Mereka bercengkrama menghabiskan waktu cuti mereka sebelum besok masuk kerja.


Ke esokan hari Saira yang terbiasa bangun pagi. Sekarang memiliki tugas baru yaitu menyiapkan pakaian Juan dan masak untuk sarapan.


" Kak makan dulu sebelum berangkat" ajak Saira yang sudah menyiapkan makanan di meja makan.


"Tapi kakak jarang sarapan yang, paling nanti agak siangan makannya sekarang paling minum kopi atau susu saja" tolak Juan karena tidak terbiasa.


"Eits sekarang ada aku, jangan bilang tidak mau, nanti juga terbiasa suamiku" rayu Saira yang menyendokkan nasi goreng untuk Juan.


" Ayo makan sayang" sekali lagi Saira mengajak Juan sarapan.


Mau tidak mau Juan memasukan suapan nasi goreng yang di buat Saira. Juan memakannya ingin menghargai Saira karena sudah pagi pagi sekali masak untuk sarapannya.


"Bagaimana, masih tidak mau sarapan" goda Saira yang melihat Juan lahap memakan nasi gorengnya.


"Enak yang, besok kamu buatkan lagi ya nasi gorengnya" ucap Juan.

__ADS_1


"Yes, akhirnya berhasil" gumam Saira dengan senang.


"Siap suamiku" sahut Saira.


Mereka berangkat kerja bersama, Juan mengantarkan Saira terlebih dahulu ke kantornya setelah itu baru Juan berangkat ke kantornya.


"Aku berangkat ya sayang, nanti aku kabari kalau sudah mau pulang. Tapi kalau kakak sibuk pulang telat biar aku pulang sendiri saja" ujar Saira.


"Iya nanti kakak kabari" Saira langsung mencium tangan Juan dan keluar dari mobil.


Di kantor Saira menjadi bahan candaan teman kerjanya satu divisi.


"Cie yang abis honeymoon" ejek Sely. "Iya nih jangan jangan bulan depan kita langsung dengar kabarvbahagia" tambah Rena.


"Apa sih kalian" Saira tersenyum malu dan langsung merapikan meja kerjanya karena salah tingkah.


"Bagaimana Ra, lancar malam pertamanya? berapa ronde?" pertanyaan demi pertanyaan dari beberapa rekan kerjanya.


Tiba tiba pak Rey melewati ruangan kerja mereka.


" Ehem.." Ayo bekerja, disini tempat orang bekerja bukan tempat ngerumpi" celetuk Rey saat melewati ruangan mereka.


Para karyawan langsung sibuk ditempat duduk mereka masing masing dan mencari bahan untuk dikerjakan.


" Untung ada pak Rey kalau tidak aku binggung jawabnya karena begitu banyak pertanyaan yang malas aku jawab" Saira tersenyum lega.


Saira melihat tumpukan berkas berkas yang sudah menunggunya untuj dikerjakan.


" Setelah libur terbitlah pekerjaan menumpuk, Semangat Saira bismillah..!" Saira menyemangati diri sendiri.


Sedangkan di salah satu ruangan seseorang yang masih belum move on, masih meratapi nasibnya yang baru merasakan jatuh hati tapi kenyataannya jatuh lagi.


Saira karena baru pertama kali mengambil cuti yang membuat pekerjaan menumpuk dan Saira memiliki tanggung jawab harus segera diselesaikan secepatnya. Hingga waktu pulang kerja pun Saira masih berkutat dengan pekerjaanya.


"Ra, sudah jam 5 sore ayo kita pulang! Kamu jangan terlalu memikirkan pekerjaan masih ada waktu besok Saira"


"Iya mbak, tanggung sebentar lagi. Mbak Sely duluan saja" ucap Saira yang masih sibuk mengetik.


" Ya sudah aku duluan ya, bye !" pamit Sely.

__ADS_1


__ADS_2