Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 50


__ADS_3

Helena menceritakan semua tentang kisah dia dengan suaminya mulai dia meninggalkan Juan hingga dia menikah dengan pria pilihannya.


Helena merasa tidak bahagia karena pria pilihannya ternyata senang bermain wanita dibelakangnya dan lebih parahnya lagi tidak segan bermain kasar jika Helena tidak mematuhinya.


Juan merasa iba pada kehidupan Helena, tetapi Juan juga baru saja menikah dengan Saira yang bertujuan untuk melupakan masa lalunya dengan Helena. Tapi takdir mengatakan harus bertemu lagi dengan Helena setelah berjuang untuk melupakannya.


Helena meminta bantuan Juan untuk mencari bukti perselingkuhan suaminya agar Helena bisa bercerai dari suaminya. Awalnya Juan tidak ingin mencampuri urusan rumah tangga orang lain apalagi mantan kekasihnya, Juan takut ada cinta yang akan tumbuh kembali dan ada juga hati yang akan tersakiti bila mengetahuinya. Akan tetapi Helena terus memohon karena yang sangat peduli padanya hanya Juan, karena orang tuanya sudah tidak mau tahu. Orang tuanya hanya memikirkan kesenangan dan harta dari suaminya.


"Yang, dari mana" Saira menanyakan Juan yang baru datang. " Dari luar sayang ada perlu tadi dengan teman tentang pekerjaan" jawabnya agar tak curiga Juan baru menemui Helena.


"Kamu sudah siap siap sayang, siang ini kita cek out, kita pulang ke apartemen" ujar Juan.


"Sudah kak" sahut Saira.


"Baiklah kita sarapan dulu" ujar Juan.


Mereka menyelesaikan sarapannya dan kembali ke kamar hotel untuk membereskan bawaan mereka dan cek out dari hotel setelah 2 hari pernikahannya.


Selama beberapa hari kemudian Helena sering menghubungi Juan, memberikan informasi informasi tentang suaminya. Juan sudah mencuri curi waktu untuk pergi dengan Helena dari Saira dengan alasan pekerjaan. Memang benar pekerjaan tapi pekerjaan melepaskan Helena dari suaminya, itu cara agar Juan tidak terus dihubungi Helena dan masalah selesai.


"Bagaimana Juan, sudah kamu lacak keberadaan suamiku sekarang" tanya Helena saat bertemu Juan di restoran. "Belum Helen, salah satunya cara kita dekati teman wanitanya kemudian kita korek informasinya baru kita bisa menangkap basah suamimu itu" terang Juan.


Di saat mereka sedang berbicara ada sepasang mata sedang memperhatikannya. Tempat Juan dan Helena bertemu merupakan tempat di mana acara kantor Saira berlangsung.


"Helena, nanti sabtu aku ada janji dengan seseorang nanti aku kabari lagi kamu. Sekarang sudah malam, aku takut Saira menunggu pulang" ujar Juan mengakhiri pertemuannya dengan Helena.


Besoknya Juan menyempatkan untuk menjemput Saira karena sudah beberapa hari Saira pulang sendiri tanpa di jemput Juan.


Ke esokan harinya Saira selesai menyiapkan masakan Juan datang duduk di meja makan.

__ADS_1


"Kak, nanti libur hari sabtu sore kita ke rumah ibu ya, kita menginap semalam" tanya Saira disela sela sarapan. "Em sabtu ini ya, maaf yang kakak tidak bisa ikut menginap di rumah ibu tapi jika kamu mau menginap silakan nanti kakak antar dan besoknya kakak jemput" ujar Juan.


Saira mengatakan akan menginap di rumah orang tuanya sabtu ini, sedangkan sabtu ini Juan sudah ada janji dengan seseorang.


Juan bingung harus menemani Saira atau cepat menyelesaikan masalah.


Hari sabtu, setelah mengantar Saira ke rumah orang tuanya Juan langsung bergegas menemui seseorang yang bisa di cari informasinya di suatu kafe.


"Selamat siang, maaf mengganggu waktunya, maaf perkenalkan saya Rendi" Juan menggunakan nama samaran agar tidak diketahui. "Iya, saya Delia" sapa wanita tersebut. " Ada yang bisa saya bantu, sepertinya anda ada sesuatu yang akan di sampaikan" tanya wanita tersebut mengetahui gelagat Juan.


" Baik, saya to the point saja, saya sudah kenal tentang anda dan kehidupan anda. Anda adalah seorang yang bekerja sebagai karyawati di salah satu di perusahaan di Jakarta dan maaf anda single parent" tanya Juan, wanita itu diam hanya mengangguk." Yang saya akan tanyakan ada hubungan apa anda dengan Pram". Tanya Juan.


Deg


Wanita itu kaget mendengar Juan mengetahui kehidupannya.


"Anda bicara apa, jangan asal bicara anda ini" wanita itu bersikukuh menyangkalnya.


"Baiklah, tapi apa hubunganmu dengan Pram?" tanyanya. "Aku tidak ada hubungannya dengan pria ini tapi aku ada urusannya dengan istrinya. Apa kamu tidak merasa bersalah telah merusak rumah tangga seseorang. Kamu juga wanita kan dan pernah merasakannya" seru Juan.


"Ha..ha.."wanita itu tertawa.


"Apa kamu sakit" tanya Juan aneh.


"Justru istrinya yang sakit. Apa kamu tahu dibalik ini semua, apa kamu tahu bagaimana rumah tangga mereka" ujar wanita itu. "Aku saja yang pernah merasakan kegagalan rumah tangga tidak sampai seperti itu" ungkapnya.


"Apa maksud mu" tanya Juan penasaran." Tanya saja pada istrinya itu apa yang sudah dia perbuat dan keluarganya.


Wanita itu pergi meninggalkan Juan dengan banyak pertanyaan.

__ADS_1


Juan berada di kafe tersebut hingga malam dan sedikit mabuk karena pusing memikirkannya.


Hingga pulang pun di antar oleh temannya yang di hubungi pihak kafe.


Saat Saira menghubunginya dering suara telepon pun Juan tidak bisa mendengarnya karena tidak sadar.


Paginya Juan terbangun dengan melihat layar di ponselnya ada berapa panggilan tak terjawab dari Helena dan Saira.


Juan langsung menghubungi Saira karena semalam tidak mengangkatnya dan Saira tidak kunjung mengangkatnya.


Juan cepat cepat merapikan kamarnya agar tidak terlihat kekacauan semalam dan segera berangkat ke rumah orang tua Saira serta menjemputnya.


Besoknya Juan berangkat kerja seperti biasa setelah merayu Saira agar tidak marah. Karena wanita akan luluh jika sudah dirayu dengan kata kata.


Sore itu ketika Juan akan siap siap pulang, Juan menerima telepon dari Helena jika dirinya sakit dan tidak bisa bangun sama sekali. Juan mendengar itu langsung pergi menuju apartemen Helena. Ketika akan mengantarkan Helena ke rumah sakit Juan sangat kaget melihat Saira ada di hadapannya melihat Juan sedang memapah Helen.


"Kak Juan" ucapan yang didengar Juan sebelum Saira ambruk jatuh.


Juan berusaha membantu Saira agar tidak jatuh tapi kalah cepat dengan pria yang tiba-tiba ada di belakang Saira yang dengan cepat menahan tubuh Saira.


"Lepaskan istriku" Juan memegang tangan Rey.


"Jika kau tidak bisa menjaganya maka lepaskanlah" jawab Rey dengan tegas.


"Apa maksud mu" Juan kesal. "Urus saja urusan mu dengan wanita itu" Rey menatap Helena.


"Kurang ajar" Juan hendak mengejar Rey yang membawa Saira pergi tapi di tahan Helen. "Juan" panggil Helen. "Helen kamu baik baik saja, Helen maaf aku harus mengejar Saira" tanya Juan bingung.


prok prok..

__ADS_1


"Bagus" suara seseorang menyeruak dari belakang Juan.


__ADS_2