Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 48


__ADS_3

"Assalamualaikum" Saira mengetuk pintu.


"Waalaikumsalam" jawab seseorang dari dalam. "Owalah..kamu nak, sudah datang. Mari mari masuk" ibu sangat senang kedatangan Saira dan Juan. Sebelumnya Saira sudah memberitahu ibu bahwa Saira akan menginap di rumah ibu tapi tidak bilang tidak dengan Juan menginap takut ibu bertanya tanya.


"Ibu sudah menyiapkan masakan kesukaan mu nak, tahu kamu mau datang kesini ibu langsung belanja ke pasar beli bahan untuk di masak" ibu terus berbicara.


"Ibu tidak usah repot repot masak saja seadanya seperti yang mau datang siapa saja, aku kan anak ibu jadi tidak usah di ada adakan ibu" imbuh Saira.


"Tidak repot kok nak, ibu malah senang. Ya kan nak Juan" Juan mengangguk tersenyum." Oh iya ibu belum tahu makanan kesenangan nya nak Juan jadi belum bisa memasakannya" ujar ibu tidak enak. " Ah, ibu, kalau aku apa saja bu asal tidak pedas" sahut Juan.


Tapi maaf bu sebelumnya Juan tidak bisa ikut menginap disini, karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan secepatnya" ujar Juan. " Oh sayang ya, ibu pikir nak Juan juga menginap di sini" tambah ibu. "Tidak bu, Juan hanya mengantar saja. Juan juga mau langsung pulang lagi bu sekalian pamit. Besok Juan jemput lagi Saira kesini.


"Ya sudah tidak apa apa nak Juan nanti lain kali kamu juga harus menginap di sini" ujar ibu. "Iya bu pasti" Juan salim ke ibu pamit dan Saira mengantar sampai pagar.


"Kakak tinggal ya besok kakak jemput" ucap Juan. " Iya sayang, hati hati dijalan" Saira mencium tangan Juan yang di balas Juan dengan mencium kening Saira .


Di rumah ibu Saira mengobrol dengan ibu untuk melepas kangen.


"Ra, ibu perhatikan kamu kok kurusan. Kamu kecapean sayang" ibu terlihat cemas. "Iya mungkin bu, akhir akhir ini pekerjaan Saira banyak" sahut Saira. " Jangan kecapean nak, jaga kesehatanmu" ibu membelai Saira seperti anak kecil. "Baik ibu" sahutnya.


"Bu, besok ibu belanja sayur ke pasar" tanya Saira. "Sebenarnya stok sayuran ibu masih ada baru besok lagi ibu belanja sayur, memang kenapa nak?" tanya ibu. "Saira ingin masak sop iga sapi bu tapi ajari aku masak ya" pinta Saira.


"Tumben sekali kamu ingin belanja ke pasar, biasanya kalau ibu ajak ke pasar kamu sukanya di rumah beres beres" tanya ibu heran. "Iya bu aku hanya ingin memilih langsung sayuran dan daging segar di pasar sepertinya seru" tambah Saira.

__ADS_1


"Baiklah, besok pagi kita ke pasar bersama, sekarang kita makan dulu ya ibu sudah masak banyak. Ibu pikir nak Juan ikut menginap juga jadi ibu masak banyak" seru ibu.


"Tidak bu, kak Juan sedang banyak pekerjaan sekarang ini" ujar Saira. " Tapi kalian baik baik saja kan" tanya ibu penasaran.


Saira terdiam bingung mengapa ibunya sampai bertanya seperti itu, semetara Saira tidak menampakan apa apa kepada ibunya, apa karena batin.


"Tidak bu, kami baik baik saja. Doakan kami selalu baik baik saja ya bu" Saira meminta doa dari ibu..


Selesai makan Saira masuk ke kamarnya yang dulu dia tempati sebelum menikah dengan Juan.


"Hmm..nyamannya bisa kembali ke kamar ini, ke kasur kesayanganku" gumam Saira berguling guling di kasur. Hingga tak terasa Saira tertidur sampai sore.


Tok tok..


"Saira, kamu tidur ternyata. Nak bangun sudah sore kamu belum solat ashar" ibu membangunkan Saira karena takut terlewat waktu ashar. "Jam berapa sekarang bu" tanya Saira yang masih mengantuk. "Sudah jam 5 sore nak, ayo bangun tidak baik tidur sore sore apalagi kamu belum solat ashar" seru ibu.


"Iya bu sebentar, Saira bangun dan duduk dulu mengumpulkan tenaga. Setelah selesai menunaikan solat ashar Saira bergabung bersama ibu dan ayah di tengah rumah.


"Bagaimana kabarmu nak" tanya ayah. "Alhamdulillah Saira baik ayah" sahut Saira. Mereka berbincang melepas kangen semenjak Saira pindah dari rumah, ibu dan ayah merasa kesepian karena Safa sering tinggal di jakarta untuk bekerja.


Waktu malam tiba Saira merasa ada yang aneh walau tidur di kamar yang tempati ternyaman tapi merasa ada yang kurang.


"Kenapa ya, aku belum bisa tidur" Saira memikirkannya, walau baru menikah tapi kehadiran Juan saat tidur mempengaruhinya. Saira jadi tidak bisa tidur.

__ADS_1


Akhirnya Saira menghubungi Juan dengan video call tapi Juan tidak mengangkatnya. " Kemana sih kak Juan dihubungi tidak di jawab, masa masih bekerja juga sudah jam segini" kesal Saira.


Saira menggerutu dan dia lampiaskan dengan pergi ke dapur mencari makanan yang membuatnya menghilangkan rasa kesal.


"Ah aku masak mie instan saja yang pedas biar segar pikiranku, biasanya kalau sudah kenyang pasti ngantuk" Saira bermonolog sembari memasak mie.


Ketika Saira memakan mie di dapur ibu datang menghampiri.


"Loh nak, kamu lagi makan di sini. Ibu kira suara apa di dapur malam malam" tanya ibu yang tadi sempat curiga ada suara berisik di dapur malam malam.


"Saira lapar bu, yang ada cuma ini di dapur" Saira menunjukan mangkuk mie nya yang sedang dia makan. " Iya tidak apa apa nak, tapi jangan sering sering ya makan mie instan, tidak baik untuk kesehatan" nasihat ibu. "Iya bu, ini juga sekali kali.


"Setelah kenyang memakan mie Saira kembali lagi ke kamar dan benar saja setelah makan Saira merasa ngantuk, Saira berbaring di kasur dan tak lama Saira tertidur.


Juan yang melihat layar ponselnya ada panggilan video tak terjawab dari Saira kaget dan langsung menghubungi kembali Saira tetapi tidak di angkat karena Saira sudah terlelap tidur.


Saira terbangun, jam sudah menunjukan pukul 5 pagi, sebelum bangun dari tidurnya Saira mengecek ponselnya. Ada panggilan dari Juan semalam. Saira malas membalasnya dan langsung pergi ke kamar mandi mengambil wudhu untuk menjalankan solat subuh.


"Ra, sebentar lagi kamu siap siap ya kita pergi ke pasar pagi pagi supaya tidak terlalu siang nanti ramai kalau siang" ujar ibu. "Iya bu, Sebentar lagi Saira keluar" sahut Saira di kamar.


Saira dan ibu pergi ke pasar pagi pagi menggunakan motor. Tempat pertama yang dikunjungi ibu adalah penjual sayuran ibu mengajari Saira macam sayuran ya g segar atau tidak, kemudian ibu beralih ke tempat penjual ikan dan daging. "Ra, kalau kamu beli ikan pilihlah yang mata ikannya berwarna cerah jernih, dagingnya kalau di tekan masih empuk tidak lembek, ingsangnya masih berwarna merah dan yang pasti tidak berbau" ibu menjelaskan setiap memilih belanjaan sekalian mengajari Saira jika berbelanja sendiri.


Lelah berbelanja dan bawaan ibu dan Saira sudah banyak, akhirnya Saira tidak kuat dan meminta pulang.

__ADS_1


"Ayo bu kita pulang, aku sudah tidak tahan lama lama di sini" desak Saira pada ibu agar cepat pulang. " Baiklah, ayo Ra!" seru ibu. Mereka pulang dengan bawaan yang sudah penuh di motor.


__ADS_2