
Usia kandungan Saira sudah memasuki 8 bulan. Saira sudah mulai susah untuk beraktifitas tapi Saira masih bekerja menunggu masa cuti mendekati HPL.
Saira pulang kerja tiba tiba menginginkan masakan Chinese food. Juan mencari restoran Chinese food tapi yang berlabel halal setelah menyusuri kota akhirnya Juan menemukannya.
"Silakan di lihat dulu menunya" pramusaji menunjukan buku menunya. "Hmm aku mau soup wonton sama Ha kau, kakak mau apa?" tanya Saira memberikan buku menu nya. " Kakak samakan saja sama kamu yang" ujar Juan. "Mbak soup wonton dan Ha kau 2 ya" ucap Saira menyerahkan buku menunya. "Baik, mohon di tunggu bu" ucap pramusaji.
"Yang, kamu mulai cuti kapan?" tanya Juan yang sudah melihat Saira kesusahan untuk beraktifitas. "Aku akan ambil cuti seminggu sebelum HPL kak, supaya nanti setelah melahirkan aku masih banyak waktu untuk mengurus bayi" ujar Saira.
Tak lama makanan di sajikan di atas meja. Saira makan dengan lahap, karena sudah mengidamkan makanan tersebut dari sebelumnya.
"Mau tambah lagi yang" tawar Juan. "Sudah cukup kak, ini juga aku sudah kenyang sampai tidak bisa berdiri" ujar Saira mengusap perutnya. "Ya sudah kakak ke bayar bill nya dulu ya" ucap Juan. "Iya kak, oh iya kak aku ke toilet dulu sebentar" sahut Saira. "Mau kakak antar" Juan khawatir. "Tidak usah kak, dekat ini toiletnya, tuh" tunjuk Saira. "Ya sudah hati hati ya" seru Juan.
Setelah keluar dari toilet Saira tidak sengaja berpapasan dengan seorang wanita. "Maaf" ucap wanita tersebut. "Keyla" panggil Saira. "Saira" sahutnya.
"Sedang apa kamu di sini Key" Keyla bingung menjawabnya. "Kamu sama siapa ke sini Ra," Keyla mengalihkan pertanyaan Saira. "Aku dengan kak Juan, sedang bayar di sana" tunjuk Saira ke arah Juan.
"Oh, aku duluan ya Ra" Keyla hendak pamit. "Tunggu Key!" Key, kenapa setiap kita bertemu kamu selalu terburu buru ada apa Key?" tanya Saira penasaran.
"Tidak Ra, kebetulan aku memang sedang di tunggu" jawab Keyla. "Key, kamu ada waktu untuk mengobrol sebentar" pinta Saira sembari memegang tangan Keyla. "Hmm.." Keyla menatap wajah Saira yang memelas dan melihat jam tangannya. "Baiklah kita bisa bicara sebentar" ucap Keyla. Juan menghampiri mereka berdua. "Yang, sudah selesai ke toiletnya" tanya Juan mendekati Saira. "Sudah kak, Oh ya kak masih ingat Keyla teman ku waktu di SMA!" ujar Saira. "Iya teman kamu sebangku dulu" Juan mengingatnya. "Keyla ini kak Juan sekarang dia suamiku" Saira memperkenalkan Keyla walau Keyla sebenarnya sudah tahu. "Keyla" Keyla menjabat tangan Juan. "Bagaimana kabarmu Keyla?" tanya Juan. "Baik, kak Juan" sahut Keyla.
__ADS_1
"Kak, bisa antarkan kami ke tempat yang nyaman untuk berbicara. " Baik, di sekitar sini ada taman yang cocok untuk berbincang santai" ujar Juan.
"Ayo Key" ajak Saira menggandeng tangan Keyla menuju mobil Juan.
Di sepanjang perjalanan Saira terus berbicara pada Keyla tapi Keyla hanya menjawab singkat saja mungkin sungkan karena ada Juan di dalam mobil.
"Yang, kakak ke sana dulu ya mau beli minum sambil merokok" Juan memberi ruang untuk Saira dan Keyla untuk saling bercerita.
"Key, maaf sebelumnya kalau aku banyak bertanya sama kamu" ucap Saira. "Tidak apa Ra" Keyla tersenyum. "Key, kamu sudah menikah?" Saira melihat cincin yang melingkari di jari manis Keyla.
Lama Keyla menjawab pertanyaan Saira.
"Aku sudah menikah Ra" jawab Keyla. "Kapan Key, kok kamu tidak mengundang ku" tanya Saira sedikit kesal. "Maaf Ra, ceritanya agak rumit dan aku malu untuk bercerita" ujar Keyla. "Kenapa harus malu Key, kita kan dulu bersahabat bahkan sampai sekarangpun aku masih menganggapmu sahabat. Tapi jika kamu tidak ingin bercerita tentang mu aku tidak akan memaksa" imbuh Saira.
"Ra, apa kamu tahu hubungan aku dengan orang tua ku sekarang tidak sebaik dulu" ungkap Keyla Saira hanya menggeleng kepala. "Aku tidak lulus kuliah Ra, aku memutuskan untuk berhenti kuliah di saat aku baru menginjak tahun ke dua kuliah. Aku hancur Ra, saat itu" Keyla mulai berkaca kaca. "Ada apa Key" tanya Saira. "Kamu masih ingat Rendy" tanya Keyla.
"Iya pacarmu waktu SMA. "Dia mengkhianati ku di depan kepala ku Ra, Aku frustasi saat itu, aku memutuskannya padahal dia sudah dekat dengan kedua orang tuaku" Saira menutup mulutnya dengan tangan.
" Di saat aku kacau ada seorang pria yang mendekati ku dan memotivasi ku untuk bangkit lagi. Tapi dia bukan pria orang berada dia dari keluarga biasa saja sedangkan Rendy orang tuanya kaya dan memiliki pengaruh di kota ini.
__ADS_1
Papahku begitu kecewa ketika aku putus dengan Rendy apalagi Rendy memutar balikan fakta tentang kita, dia menghasut kedua orang tuaku bahwa aku selingkuh dengan pria yang telah dekat denganku saat itu.
Saat itu juga aku berhenti kuliah dan mulai mencari pekerjaan, karena papahku tidak mau membiayaiku lagi. Mamahku sebenarnya sedih dengan keputusan papah tapi mamah tidak bisa berbuat apa apa. Akhirnya pria itu yaitu Toni yang sekarang menjadi suamiku melamarku.
Toni dengan keberaniannya mendatangi kedua orang tuaku untuk menikah.
Aku memohon pada mamahku agar membujuk papah merestui ku dan Toni. Dan syukurnya papah mengizinkan aku menikah dengan Toni tapi sikap papah tidak berubah masih menganggap sebelah mata pada suamiku yang pekerjaannya tidak seperti Rendy" Keyla menceritakan semuanya.
"Sekarang kamu tinggal di mana Ra?" tanya Saira. " Aku sekarang tinggal di Bandung Ra, bersama suamiku. Aku sedang menginap di rumah orang tuaku. Aku dan suamiku membuka usaha bersama menyuplai bahan makanan ke restoran atau rumah makan. Kami baru beberapa tahun merintis usaha ini" ujar Keyla.
"Syukurlah Key, mudah mudahan dengan perjuangan mu dan suamimu bisa membuahkan hasil yang baik dan menunjukan pada orang tua mu bahwa kalian bisa" Saira memberikan semangat pada Keyla.
"Oh ya pantas saja setiap kita bertemu pasti di tempat makan, ternyata kamu yang menyuplai bahan makannya nya ya" Saira mencairkan suasana dengan mengenang masa lalu mereka.
Tidak terasa waktu sudah sore Juan menghampiri Saira.
"Yang sudah sore, apa mau diteruskan di rumah obrolannya" tawar Juan. "Maaf ya kak, jadi menunggu lama" ucap Saira melihat jam tangan sudah satu jam lebih Saira dan Keyla melepas kangen.
"Ra, maaf sepertinya aku harus pulang suamiku sudah menungguku. Dan aku sekalian pamit ya, aku besok akan kembali lagi ke Bandung karena di sini sudah ada orang yang dipercaya untuk mengurus di sini" ujar Keyla.
__ADS_1
"Key, sebentar sekali kita bertemunya" Saira memeluk Keyla. "Insya Allah kalau ada pekerjaan ke sini aku mampir Ra, dan nanti aku bawa anak dan suamiku juga" ujar Keyla.
"Kamu sudah punya anak Key" Saira kaget. "Sudah Ra, sekarang sudah satu tahun lebih usianya" Keyla tersenyum. "Aku ikut senang mendengarnya dan nanti jika kita bertemu lagi mungkin aku juga sudah lahir babynya" ujar Saira. "Semoga lancar ya Ra lahirannya" Keyla mendoakan. "Aamiin" jawab Saira.