
Sepulangnya mengantar Saira Juan melaju pulang ke apartemennya. Ketika Juan baru merebahkan badannya di kasur ponselnya berbunyi nomor yang tidak dikenal.
Dert..dert..
Juan : "Hallo.."
XX : "Hallo Juan masih ingat suara aku".
Juan : "Siapa ini"
XX : "Juan, masa lupa belum sehari kita bertemu kamu sudah lupa sama aku"
Juan : "Maaf aku lupa".
XX : "Aku Gwen Juan ih, kamu jahat deh
Juan : "Maaf Gwen aku lupa hari ini aku ketemu siapa saja.
XX : "Baiklah, Juan kamu bisa bantu aku".
Juan : "Ada apa Gwen".
XX : "Di kantor kamu lagi ada lowongan pekerjaaan tidak"? Aku sedang membutuhkan pekerjaan.
Di telepon Gwen menceritakan kisah hidupnya yang menyedihkan entah untuk menarik perhatian Juan atau memang benar adanya.
Juan berbaring kembali dan meneruskan istirahatnya setelah berbicara di telepon dengan Gwen.
"Ra, kamu sudah punya rencana judul belum untuk nanti skripsi". Tanya Fika. "Belum Fik, aku mau ke perpus dulu setelah jam kuliah siang ini, mau cari referensi judul dan bahan skripsi". Terang Saira. "Aku ikut Ra," bye the way Tania kemana Ra dia kok tidak terlihat dari tadi". Fika sembari melihat sekeliling ruangan.
"Kira kira Tania sudah punya referensi belum ya untuk bahan skripsinya, padahal aku mau minta bantuan sama kalian". Imbuh Fika. "Itu Tania". Tunjuk Saira yang dihampiri Tania.
"Tan, kamu kok kamu baru datang biasanya kamu yang paling duluan datang". Tanya Fika. " Aku bangunnya kesiangan jadi telat berangkatnya". Jawab Tania yang masih terlihat mengantuk. "Hayo, kamu semalam habis apa sampai kesiangan gini", goda Fika.
" Aku semalam ada tamu temannya papah beserta keluarganya. Dan disitu aku harus menemani anak teman dari papahku itu. Kalian tahu, kata dia sebenarnya kedatangan mereka ingin mendekatkan aku sama dia karena telah dijodohkan dari kecil oleh orang tua kami" Ujar Tania malas.
__ADS_1
"Asyik dong jodohnya sudah datang". Ucap Fika. "Asyik apanya kan aku masih punya Aldi". Jawab Tania. "Bukannya kamu sudah putus sama Aldi Tan". tanya Saira. "Aku sempet putus tapi seminggu lalu aku ketemu sama Aldi di jalan terus kita ngobrol di kafe dekat rumah. Aldi menceritakan semuanya tentang dia yang selalu dekat dengan Nayla" Terang Tania. Ternyata Aldi selama ini hanya dekat karena menganggapnya adik saja dia punya hutang budi kepada ayahnya Nayla yang harus menjaganya". Tambah Tania. "Apa kamu yakin dengan yang Aldi ucapkan". Tanya Saira meyakinkan.
"Aku percaya Aldi kita sudah 2 tahun hubungan dan aku melihat dimatanya tidak ada kebohongan". Ujar Tania. " Kita hanya berharap yang terbaik saja Tania karena yang menjalankan kamu dan pasanganmu". Saira merasa dejavu dengan ucapannya karena Saira pernah mengucapkan ini sebelumnya kepada sahabatnya sewaktu SMA dulu.
"Oh iya Tan, kamu sudah punya bahan referensi untuk skripsi kita nanti". Tanya Fika. "Belum, aku belum sempat mencarinya". Jawab Tania. "Ya sudah nanti kita bareng bareng ya setelah kelas siang ini kita ke perpus". Ajak Fika. "oche"..Tania langsung melingkarkan telunjuk dan jempolnya seperti huruf O.
Di kantor ketika Juan sedang konsentrasi dengan pekerjaannya tiba tiba ponselnya berbunyi.
Dert..dert..
Juan : "Hallo"
Gwen : "Hallo Juan, kamu sedang sibuk tidak "?
Juan : "Sedikit, ada apa Gwen"?
Gwen : " Bagaimana dengan permintaan aku semalam, apa ada lowongan pekerjaan buat aku Juan"?
Juan terdiam sejenak memikirkan tentang pekerjaan untuk Gwen. Sebenarnya untuk mendapatkan pekerjaan dikantornya harus melalui prosedur yang panjang tetapi Juan sudah bernegosiasi dengan atasannya untuk menerima Gwen bekerja karena melihat kinerja Juan, Juan merasa iba dengan cerita kehidupan Gwen sekarang.
Juan : "Ah iya, maaf. Iya ada Gwen".
Besok kamu datang ke kantorku jam 9 pagi bawa syarat syarat yang harus dibawa dan lengkapi kesini".
Gwen : "Terima kasih Juan"
Baik, aku siapkan dari sekarang syarat syarat yang harus di bawa. Sekali lagi terima kasih Juan".
Juan : "Sama sama Gwen, semoga berhasil".
Saira bersama Tania dan Fika sedang berada di perpustakaan, mereka sibuk mencari buku untuk dijadikan referensi.
Saira teringat buku yang di berikan oleh Valen.
"Fik, Tan aku pikir kita pakai buku ini saja". menyodorkan buku yang berkaitan tentang materi yang akan dibahasnya. " Ya ampun Saira kamu bukannya bilang dari tadi aku kan tidak usah putar putar rak buku di perpustakaan ini". Ujar Fika menyebik. "Hehe.." Saira hanya tertawa kecil.
__ADS_1
"Oh ya Ra, kak Valen sudah lulus bagaimana kalau kita minta bantuan kak Valen saja". Tawar Fika. " Ish , itu sih kamu modus saja pengen dekat sama kak Valen". Timpal Tania. "Tidak usah ya Fik kita kerjakan bareng bareng saja. " tolak Saira. "Kenapa, Ra kamu takut tunangan kamu cemburu lihat kamu dekat dengan kak Valen". Tanya Fika. "Bukan seperti itu Fik, aku hanya menjaga perasaan saja supaya tidak ada yang salah paham". Jawab Saira.
" Bilang saja aku yang minta bukan kamu atau kak Valen yang mau". Pinta Fika. "Aku sih terserah kalian saja". Saira pasrah. "Bagaimana Tan"? "Aku bagaimana kamu saja deh Fik, males debat sama kamu". Ujar Tania malas.
"Ok, aku hubungi kak Valen ya". Fika langsung menghubungi Valen dengan semangat.
"Yes, kak Valen bisa katanya nanti di jadwalkan kembali waktunya". Ujar Fika girang.
Keesokan harinya di kantor Juan. Gwen datang tepat pukul 9 untuk menyerahkan berkas lamaran dan langsung menemui bagain resepsionis.
Gwen mengirim pesan ke Juan.
Gwen : Juan kamu dimana, aku sudah datang ke kantormu.
Juan : Kamu langsung saja ke resepsionis nanti kamu akan diarahkan di sana.
Gwen : Kamu tidak menemani ku Juan.
Juan : Tidak Gwen nanti ada bagian yang mengurusnya.
Gwen : Ya baiklah.
Gwen kecewa dia pikir Juan akan menemaninya di saat dia melamar dikantornya.
Gwen langsung menghadap kebagian HRD setelah di persilahkan oleh resepsionis.
"Selamat pagi, nona". Sapa pegawai HRD tersebut. "Siang pak". Jawab Gwen ramah. "Silakan duduk".
Dan pegawai HRD mulai melakukan sesi wawancara kecakapan Gwen yang sebelumnya sudah mendapat referensi dari Juan.
"Baiklah, besok anda sudah mulai bekerja di perusahaan kami, selamat dan semoga bisa menjalankan tugas dengan baik disini". Ujar pegawai HRD. "Terima kasih pak, semoga kita bisa saling bekerja sama dengan baik".
Gwen senang akhirnya bisa masuk ke perusahaan yang sama dengan Juan. Dan itu salah satu cara dia bisa mendekati Juan dengan leluasa karena sering bertemu di kantor.
Juan melihat Gwen keluar dari ruangan wawancara dan langsung menyapanya.
__ADS_1
"Bagaimana Gwen, apa berhasil"? Tanya Juan. "Berhasil Juan, terima kasih ya Juan berkat bantuanmu aku bisa lulus tes tadi. Jawab Gwen senang. "Syukurlah, selamat ya Gwen". Juan sambil berjabat tangan dengan Gwen.