Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 38


__ADS_3

Pesta resepsi pernikahan Saira dan Juan telah selesai. Saira berpamitan pada ayah dan ibu setelah tadi sudah menangis di acara sungkeman sekarang ibu menangis kembali karena Saira akan benar benar pergi ikut dengan suaminya.


Sebenarnya Saira tidak jauh dengan rumah ibu dan ayah tetapi keterbatasan waktu dan kesempatan untuk bersama pasti akan berkurang.


"Ibu, jangan menangis lagi nanti aku ikut sedih. Hari ini kita harus bahagia, Saira telah melengkapi salah satu ibadah Saira yaitu menikah" Saira memberikan ucapan menyenangkan agar ibu tidak sedih lagi padahal Saira pun merasakan apa yang ibunya rasakan sedih akan meninggalkan ibu dari rumah.


"Ibu hanya terharu saja nak, akhirnya kamu menikah, tanggung jawab ibu dan ayah sudah berpindah kepada suamimu" ucap ibu


"Berbahagialah sayang, ibu akan senang dan lega jika kamu bahagia" tambah ibu.


"Aamiin, doakan Saira ya bu, semoga Saira bisa menjadi istri yang baik" ucap Saira.


"Iya nak pasti" jawab ibu.


"Kamu jangan kamu lupa akan tanggung jawabmu sebagai istri" ujar ayah mengingatkan.


"Baik ayah"


"Dan Juan tolong titip Saira putri ayah. Jangan sakiti dia, bila Saira berbuat salah tolong ingatkan dia baik baik dan apabila kamu sudah tidak menginginkannya tolong jangan sakiti dia cukup kamu pulangkan saja putri ayah pulang!" Ayah memberikan nasihat sekaligus ultimatum kepada Juan.


" Baik ayah, Insya Allah Juan akan menjaga Saira dengan sepenuh hati" jawab Juan yang sebenarnya takut akan peringatan ayah.


" Ya sudah kami berangkat ya ayah ibu" Saira dan Juan mencium tangan ayah dan ibu. Tak lupa Saira mencari kak Safa untuk berpamitan.


"Kak Safa, Saira pamit ya maafkan Saira kalau belum menjadi adik yang baik buat kak Safa" Saira memeluk Safa. "Tidak adikku kamu adalah adik kakak satu satunya yang penurut dan baik. Kakak akan kehilangan adik yang sering kakak jahili dirumah" Safa mencoba mecairkan suasana yang mengharukan.


" Ih kak Safa, berarti Saira cuma bahan bercandaan kak Safa saja dirumah" semua tersenyum melihat Saira.


" Juan jaga adik ku ya, kalau ada apa apa jangan sungkan kasih tahu aku" Safa sambil berjabat tangan dengan Juan.


"Baik kak" jawab Juan.


Saira dan Juan menaiki mobil menuju hotel yang sudah di pesan oleh Juan untuk malam pertamanya.


"Kak kita akan menginap berapa hari?" tanya Saira.

__ADS_1


"2 hari sayang kakak hanya diberi cuti 1 minggu selebihnya kita habiskan waktu di apartemen" sahut Juan.


Saira gugup dengan perkataan Juan akan menginap di hotel selama 2 hari.


"Apa yang akan kita lakukan 2 hari dihotel padahal 1 hari juga cukup" pikir Saira sudah traveling kemana mana.


"Kenapa kamu jadi diam sayang" jangan dibayangkan yang tapi di nikmati 2 hari kedepan" goda Juan semakin membuat Saira merinding.


Sampai di kamar hotel Juan langsung mandi karena dari tadi Juan merasakan tidak nyaman menggunakan pakaian pernikahan seharian.


"Yang siapkan pakaian aku ya, ada di koper buka saja" ujar Juan dari kamar mandi.


Saira ragu membuka koper Juan, mungkin karena belum terbiasa.


"Hah..pakaian dalam" Saira kaget dan langsung menutup kembali kopernya.


"Yang mana pakaian kakak" tanya Juan yang sudah keluar dari kamar mandi yang hanya bertelanjang dada menyisakan air air di dadanya dibalut handuk kebagian bawah saja.


Glek


Saira menelan salivanya melihat pemandangan didepannya.


Di dalam kamar mandi Saira terdiam merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat.


"Aku harus bagaimana? hei Saira ingat kamu itu sudah menikah wajar saja sekarang kamu bisa melakukannya dengan suamimu kan sudah halal" Saira bercermin.


Saira langsung membersihkan badannya setelah seharian menggunakan kebaya dan riasan yang tebal.


"Aku lupa bawa baju ganti ke kamar mandi" gumam Saira. Kalau aku minta tolong kak Juan malu nanti dia bongkar barang barangku, di dalamnya ada pakaian dalam ku. Tapi aku kan hanya menurunkan satu koper saja dari mobil tidak bawa tas tas aku, aduh gawat ini"


Juan tersenyum karena tahu Saira sedang binggung keluar dari kamar mandi, sedangkan dia tidak membawa baju apapun ke dalam kamar mandi.


"Yang sudah belum mandinya, jangan lama lama nanti kedingan" panggil Juan dari luar dengan senyum senyum.


"Iya kak sebentar lagi" sahut Saira.

__ADS_1


Saira terpaksa keluar menggunakan kimono sambil malu malu. Lalu Saira membuka kopernya yang ternyata tidak ada pakaian yang Saira hendaki.


"Yang bajuku kok tidak ada dikoper" ucap Saira yang melirik Juan. "Terus?" sahut Juan. "He..bisakah kak Juan ambilkan tas aku di mobil tadi aku lupa diturunkan" pinta Saira dengan wajah memelas.


"Kakak capek yang harus turunnya, kamu pakai yang ada saja" jawab Juan.


"Tapi bajunya..."Saira tidak meneruskan kalimatnya.


"Ya sudah kakak ngantuk ya mau tidur" Juan pura pura tidur dan membalikan badannya menyamping.


Saira setelah berpikir lama kemudian menggambil baju yang ada, yang menurut Saira baju kekurangan bahan.


Di kamar mandi Saira mencoba baju kekurangan bahan tersebut sambil melihat ke cermin.


" Aku malu, badan aku kan tidak seputih dan semulus wanita wanita lain" Saira merasa tidak percaya diri. "Tapi sudahlah demi menyenangkan suami aku tinggalkan urat maluku nanti juga terbiasa" gumam Saira yang langsung keluar dari kamar mandi.


"Untung kak Juan sudah tidur aku bisa langsung tidur juga" Saira langsung tidur disebelah Juan cepat cepat menarik selimut hingga menutup sampai ke kepala.


"Yang kamu kalau seperti ini nanti tidak bisa bernafas" ucap Juan yang tiba tiba berbalik menghadap Saira tidurnya.


"Hah..Kakak belum tidur" Saira kaget ternyata Juan belum tidur dan tanpa sadar Saira membuka selimutnya dan terlihat oleh Juan.


" Ups" Saira menarik kembali selimutnya setelah sadar Juan memperhatikannya.


"Kenapa di tarik lagi sayang, sudah bagus di buka selimutnya" goda Juan yang saling tarik menarik selimut dengan Saira.


"Kak, aku ngantuk" Saira mencoba mengalihkan. "Kamu harus tanggung jawab sayang karena sudah membangunkan kakak dan adik kak Juan.


"Apa, Jenita bangun kakak tahu dari mana Jenita bangun apa dia ada di sini" Saira yang masih binggung.


"Tidak ada Jenita yang ada aku dan kamu sayang" jawab Juan yang sudah mulai tidak sabar.


"Tapi tadi kakak.." belum Saira melanjutkan kalimatnya Juan sudah melahap bibir ranum warna merah itu.


"Kak.." Saira yang tadinya diam karena kaget akhirnya mengikuti apa yang dilakukan Juan dan Juan makin semangat untuk menerkamnya.

__ADS_1


"Agh..kak...."Juan tidak memberikan kesempatan kepada Saira untuk berbicara yang ada Juan semakin menikmatinya menyelusuri setiap jengkal tubuh Saira.


Saira pun merasakan getaran getaran yang tidak biasanya.


__ADS_2