Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 115


__ADS_3

Saira akhirnya pulang ke rumah setelah sebulan lamanya tinggal di rumah mertuanya.


"Yang, kamu bisa jalan sendiri" saat Juan membukakan pintu mobil. "Bisa kak, kakak bawa gendong Keanu saja" ucap Saira.


"Non Saira sudah pulang" bi Marni menghampiri Saira dengan sedikit berlari. "Biar den Keanu sama bibi saja Non" tawar bi Marni.


Bi Marnipun kaget melihat Saira keluar dari mobil tidak menggunakan kursi roda lagi


"Loh non, sekarang sudah tidak pakai kursi roda lagi? Non Saira sudah bisa berjalan lagi? Bi Marni memberondong pertanyaan karena terkejut.


"Alhamdulillah sudah bi" jawab Siara tersenyum. "Alhamdulillah, bibi ikut senang non" ucap bi Marni.


Saira turun dari mobil berjalan sendiri tanpa di bantu lagi sementara Juan membawa barang barang yang ada di bagasi mobil dan bi Marni menggendong Keanu masuk ke dalam.


"Kak, ini siapa menyiapkan semuanya?" Saira terkesima akan dekorasi rumahnya yang sudah di tata kembali oleh Juan dengan bantuan bi Marni.


"Kakak dan bi Marni yang menyiapkan semuanya" jawab Juan. "Kakak akan ganti hari hari kamu yang dulu aku sia sia kan sayang" bisik Juan di dekat telinga Saira yang membuat Saira memerah wajahnya.


Bi Marni tersenyum lega akhirnya keluarga ini bisa tersenyum kembali walau sebenarnya bi Marni tidak tahu betul apa yang sudah terjadi tapi dari apa yang di lihat selama bekerja di sini melihat majikannya terutama non Saira terlihat memendam kesedihan.


Akan tetapi setelah kepulangannya dari rumah orang tua pak Juan non Saira terlihat bahagia dan sikap pak Juan terlihat tulus menyayanginya.


"Ayo kita makan dulu sayang" ajak Juan membawa Saira ke arah meja makan. "Kak Juan" mata nya melihat apa yang ada sudah tertata rapi begitupun di meja makan sudah banyak makanan yang di sajikan.


"Ini untuk siapa kak? apa kakak menggundang orang dengan memasak menu yang banyak?" tanya Saira. "Tidak" jawab Juan singkat.


"Lalu, kenapa kakak masak begitu banyak?" ujar Saira melihat begitu banyak menu di meja makan. "Ya untuk menyambut kedatangan istri dan anakku" ujar Juan.


"Oh, so sweet!" Saira menatap Juan senang. " Ayo sayang" Juan menyiapkan kursi untuk Saira duduk. "Terima kasih" ucap Saira.


Sementara itu bi Marni yang sudah mengerti akan tuannya yang menyambut sang istri, bi Marni membawa Keanu ke kamar untuk di tidurkan.


Setelah makan siang bersama Saira teringat kembali akan putranya Keanu.

__ADS_1


"Kak, aku lihat Keanu dulu ya ke kamar" izin Saira. "Baiklah, Juan mengikuti Saira ke kamar.


"Bi Keanu belum tidur?" tanya Saira melihat Keanu sedang asyik bermain dengan mainannya di kasur. "Mungkin masih menunggu non Saira ingin tidur dengan mommynya.


"Keanu harus adaptasi lagi yang, kemarin Kenau lama di mamah jadi lupa lagi dengan bi Marni" ujar Juan.


"Betul juga ya kak" Saira berganti sekarang menidurkan Keanu di kamar. Dan Juan memasukan barang barang yang tadi diturunkan dari mobil.


Malamnya setelah Saira sudah menidurkan Keanu ke dalam ranjang bayi. Saira kembali tidur ke ranjangnya.


Juan yang sudah menunggunya di kasur menahan tangan Saira. "Jangan tidur dulu" ucap Juan membalikan badan Saira agar berhadapan.


"Ada apa kak" tanya Saira. "Kamu tidak kangen sama kakak" Juan membelai wajah Saira, merapikan rambut rambut halus merapikan kebelakanb telinga. Saira yang mendapatkan perlakuan sperti itu merasa malu wajahnya memerah dan hanya mengangguk pelan.


"I miss u honey" ucap Juan dan langsung mencium bibir ranum Saira dan menuntutnya lebih dari sekedar ciuman.


Mereka melepaskan rasa rindu yang mereka tahan sebulan lamanya. Dan sekarang mereka curahkan di malam yang panjang ini.


Hingga pagi menjelang pasangan yang dimabuk kerinduan tertidur lelah setelah melakukan aktifitasnya.


"Kak, bangun Keanu nangis" Saira memindahkan tangan Juan yang melingkar didadanya ke samping.


Saira beranjak dari tempat tidur dan melihat Keanu menangis.


"Kenapa sayang, haus ya" Saira menggendong Keanu dan memberikan ASI nya.


Juan ikut bangun dan menghampiri keduanya. "Anak Daddy haus ya, semalaman Mommynya Daddy pinjam" ucap Juan menoel pipi cabi Keanu.


"Ish, Daddy jangan ganggu aku lagi minum" ucap Saira seolah menjadi bayi.


"Ya sudah kakak mandi dulu" Saira mengangguk dan Juan berdiri berjalan ke arah kamar mandi.


Karena hari ini masih hari libur Juan santai di rumah begitupun Saira yang tidak repot untuk menyiapkan perlengkapan untuk bekerja.

__ADS_1


"Kak, mau makan apa hari ini?" Saira sudah lama tidak memasakan untuk suaminya selama tidak bisa berjalan. "Kakak terserah kamu saja yang, asal tidak memberatkan kamu" ujar Juan.


"Tidak kak, aku justru senang bisa melayani kakak lagi sudah lama aku tidak memasak untuk kakak" senyum Saira.


"Ok, apa saja yang. Apapun yang kamu masak kakak akan memakannya" ujar Juan. "Ok!" Saira menyerahkan stolernya ke Juan dan pergi ke dapur.


Saira hampir selesai masak tetapi bel rumah berbunyi. Saira memanggil suaminya tapi tidak menyaut. Akhirnya Saira mematikan kompor dan membukakan pintu.


Ceklek.


"Assalamualaikum" ucap tamu tersebut dibalik pintu.


"Wa'alaikumsalam" Saira membukakan pintu dan menjawab salam. Saira dan tamu tersebut sama sama terdiam apalagi melihat Saira sudah bisa berjalan kembali.


"Permisi, maafkan kami sebelumnya atas kedatangan kami yang mendadak ini" ucap laki laki tersebut yaitu Pram. Sebelum Saira menjawab dari belakang Juan langsung menyaut.


"Ada apa lagi kalian datang ke sini?" seru Juan ketus melihat Helena dan Pram datang ke rumahnya. "Kak" Saira mengingatkan agar Juan bersikap baik.


"Maaf pak Juan kami kemari hanya sebentar. Boleh kami berbicara sebentar" pinta Pram.


"Mari silakan masuk" Saira tiba tiba mempersilakan tamunya untuk masuk.


"Silakan duduk" Saira bersikap biasa saja berbeda dengan Juan yang acuh.


"Saya langsung saja pada intinya takut menggangu waktu anda sekalian" ujar Pram memulai pembicaraan.


"Maksud kedatangan kami kesini akan berpamitan pada bu Saira dan pak Juan. Sebelumnya saya sudah berniat jika anda membebaskan Helena, dan saya akan menepatinya. Saya dan Helena akan pergi jauh dari kalian.


Maka dari itu kami memutuskan akan pindah ke luar negeri dan tidak akan menggangu keluarga anda lagi" jelas Pram.


"Bagus jika kalian mengerti" ujar Juan.


"Sebenarnya saya tidak meminta kalian untuk menjauh dari saya. Cukup anda tidak mengganggu dan berbuat yang dapat merugikan orang lain untuk saya sudah cukup" ujar Saira.

__ADS_1


"Terima kasih atas pengertian anda, tapi saya akan menepati janji saya pada suami anda dengan mengajak istri dan calon bayi kami pergi. Kebetulan saya dipindahkan kembali ke tempat pekerjaan saya yang lama." terang Pram.


__ADS_2