
Juan masuk ke kamar satunya lagi. Dia sudah berharap akan tidur sekamar dengan Saira tapi kenyataannya dia masih tidur sendiri lagi.
Besok paginya.
Mereka sarapan bersama, tampak papah ,Jeni dan mamah sudah duduk di meja makan. Saira tidak ikut sarapan bersama karena sedang mengurus bayinya yang sedang minum ASI.
"Kak, kemarin habis dari mana saja kok pulangnya sampai malam?" tanya Jeni. "Kakak habis jalan jalan terus pulangnya mampir ke teman lama kakak di sini" Juan tidak memberi tahu mereka kalau dia dan Saira mampir ke hotel untuk memenuhi hasratnya walau hanya sesingkat singkatnya.
Mamah hanya melihat sekilas sementara papah menilik dengan tajam sudah tahu apa yang mereka lakukan walau tidak tahu detailnya.
"Mah, pah kakak mau ajak pulang Saira hari ini" seru Juan saat masih makan. "Ya kalau mamah terserah kamu dan Saira saja" ujar mamah. Papah diam tidak menjawab sebenarnya papah mendengar tapi papah sudah tidak ingin ikut campur lagi. Melihat Juan sepertinya sudah sungguh sungguh pada Saira.
"Pah, kakak boleh kan pulang hari ini" tanya Juan. "Hmm, terserah kamu saja" jawab papah. Juan tersenyum senang pikirnya dia akan di halangi ternyata tidak.
Selesai sarapan Juan mengajak Keanu berjalan jalan sekitar rumah memberi kesempatan untuk Saira melakukan aktifitasnya.
"Yang" panggil Juan. "Iya" sahut Saira. "Yang hari ini kita pulang ya!" ajak Juan. "Pulang" Saira mendongakkan kepala melihat Juan. "Iya kita pulang siang ini" Juan meyakinkan. "Ya aku terserah kakak saja dan sebentar lagi juga aku akan masuk kerja" jawab Saira. "Ya sudah kamu beres beres saja pakaian mu dan Keanu biar kakak yang pegang Keanu" ujar Keanu semangat.
"Iya" sahut Saira langsung merapikan baju bajunya ke dalam tasnya.
Bawaan Saira sekarang tidak seperti dulu sebelum punya bayi. Perlengkapan bawaan Keanu melebihi bawaan mommynya.
__ADS_1
"Yang sudah packingnya?" Juan melihat bawaan Saira yang banyak. "Sudah kak" sahut Saira. "Kamu kemarin bawa segini dari rumah?" Juan kaget. "Ya tidak segitu karena perginya dadakan mamah sempat belikan di sini juga" ujar Saira.
"Kalau sudah selesai ayo kita pamit dulu" ajak Juan. "Juan sudah mengeluarkan barangnya di depan rumah. "Mah, pah kami pulang duluan" ujar Juan. "Jen, kamu ikut pulang sama kakak atau papah" tanya Juan. "Semangat sekali kak pulangnya" ledek Jenita. "Iya dong, kakak ada sesuatu buat kak Saira nanti pas pulang" imbuh Juan.
"Wah, apa itu kak?" Jenita penasaran. "Pokoknya ada, nanti juga kamu tahu sendiri" ujar Juan. "Mamah dan papah melihatnya hanya tersenyum bahagia. Karena sebelumnya Juan sudah terlebih dahulu menceritakannya pada mamah dan papah tanpa sepengatuhan Saira dan Jenita.
Papahnya merasa lega berharap kali ini Juan tulus menyayangi Saira dan tidak menyakitinya. Setelah pamit pada mereka mobil Juan meninggalkan halaman rumah mendiang kakek dan neneknya.
"Kak, tadi ngobrolin apa sih sama Jenita?" Saira penasaran karena tadi Saira sibuk menyiapkan perlengkapan Keanu jadi tidak begitu menyimak. Juan hanya tersenyum.
"Ish, kakak ditanya kok malah senyum senyum saja" kesal Saira. "Tenang sayang, nanti juga kamu akan tahu dan itu juga ada hubungannya untuk masa depan kita" tangan Juan membelai rambut Saira sebelah.
"Oh ya, apa itu kak jangan buat aku penasaran kak" Saira merengek penasaran. "Nanti saja yang kalau kita sudah sampai" ujar Juan. Saira tidak bertanya lagi karena pasti tidak akan di beri tahu.
"Sabar kak, yang penting kita selamat sampai pulang" Saira menenangkan Juan yang sudah tidak sabar. Mungkin Juan merasa lelah harus bolak balik memakai mobil karena perjalanan jauh. Tapi walaupun lelah terbayarkan dengan berdamainya dia dan istrinya.
Juan dan Saira membeli makan dan Juan berkesempatan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalannya.
Setelah melewati berapa jam melanjutkan perjalanan pulang akhirnya mobil Juan telah sampai di kota tempat tinggal Juan.
Saira merasa aneh jalan menuju pulangnya tidak ke arah apartemen maupun ke rumah orang tua Juan.
__ADS_1
"Loh, kak kita mau kemana?" tanya Saira melihat jalan yang di lewati bukan jalan ke arah tempat tinggalnya. "Pokoknya kamu ikuti kakak saja" Juan melajukan mobilnya ke arah sebuah komplek perumahan.
Juan berhenti di depan salah satu rumah.
"Kak, kita mau ke rumah siapa? tapi sepertinya rumahnya kosong" tanya Saira yang masih bingung. "Ayo turun" ajak Juan. "Kak, kita berkunjung rumah siapa sih, memang ada orangnya sepi begini" Saira terus bertanya.
Juan tidak menjawabnya melainkan mengarahkan Saira untuk masuk ke dalamnya.
Juan mengambil Keanu dari gendongan Saira. "Sini Keanu sama Daddy, mommy bukakan pintunya" Juan memberikan kuncinya tanpa memberikan penjelasan. Saira semakin bingung tapi dia tetap mengikuti perintah Juan membukakan pintu dengan kunci yang diberikan oleh Juan.
Setelah pintu berhasil di buka Saira melihat isi di dalam rumahnya. "Kak ini rumah siapa?" mata Saira masih mengekor ke setiap ruangan.
"Surprise..." teriak Juan membuka kain yang menutupi pigura photo. Saira memenutup mulutnya dengan tangan karena kaget ada photo pernikahannya terpajang di rumah ini.
"Sayang, ini hadiah untuk kamu dan Keanu. Ini adalah kejutan yang sudah lama kakak ingin tunjukan pada mu sayang" Juan memeluk Saira sambil tangannya menggendong Keanu.
"Maafkan kakak baru bisa memberikan ini sekarang" ujar Juan. Saira sudah berkaca kaca matanya tidak bisa berkata kata.
"Jangan menangis sayang kita mulai sekarang akan tinggal di sini!" ujar Juan. "Kak" panggil Saira. "Terima kasih " ucap Saira menangis bahagia tidak menyangka suaminya memiliki pemikiran untuk masa depannya dengan anaknya kelak.
"Kamu suka" tanya Juan. Saira menganggukan kepala. "Kakak beli rumah beserta barang barangnya?" Saira melihat ruangan dan furniturenya minimalis dan cocok dengannya. "Kakak sampai lembur terus agar bisa mengumpulkan ini yang" jawab Juan. "Siapa yang mendekornya kak" tanya Saira kagum. "Kakak di bantu teman arsitek yang merancangnya menyesuaikan dengan kesukaanmu" jawab Juan.
__ADS_1
"Ya ampun kakak" Saira melihat di sekelilingnya memang benar mulai dari warna cat dinding hingga perabotannya yang disukai Saira Juan hanya menambahkan aksesoris lainnya untuk mempercantik ruangan.
"Kak, terus barang kita yang di apartemen bagaimana?" tanya Saira karena dia belum memindah mindahkan pakaian dan lainnya."Tenang sayang sudah kakak pindahkan tapi sebagian tidak kakak bawa" ujar Juan yang sudah mempersiapkan semuanya selama Juan di tinggalkan Saira Juan terus berusaha agar tidak tertunda lagi waktunya memberikan kejutan pada Saira.