Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 110


__ADS_3

Saira mlihat Juan sebelum menjawabnya.


"Saya tidak tahu apa yang harus jawab tapi jika kedatangan anda kesini hanya untuk meminta maaf saya sudah memaafkan mbak Helena tetapi untuk melupakan apa yang sudah dia lakukan saya belum bisa"jawab Saira.


"Saya paham dengan perasaan anda sulit untuk melupakan kejadian yang sudah anda alami. Tapi bisakah anda melihat dari sisi seorang wanita, calon ibu. Dia sekarang sedang hamil dan akan melahirkan apakah anda tega melihat seorang ibu melahirkan di dalam penjara.


Saya di sini juga bersalah karena sudah menelantarkannya tapi saya akan berusaha berubah memperbaikinya dengan cara memohon kepada anda salah satunya, kami akan memulainya dari awal demi calon anak kami sama seperti anda sekarang bahagia dengan keluarga kecil anda" terangnya.


"Apa kita yang harus mengerti dia sebagai calon ibu? apa Helena juga sadar yang dia celakai itu seorang ibu juga!" kesal Juan ikut berbicara juga.


"Apa dia tidak memikirkan apabila istriku sampai kehilangan nyawanya dan akan meninggalkan seorang bayi" imbuh Juan.


Pram mengerti perasaan Saira dan Juan setelah apa yang sudah di lakukan Helena padanya tapi dia sudah berusaha meyakinkan mereka dan semua keputusan ada pada mereka.


"Semoga anda bisa berpikir ulang atas perkataan saya barusan. Terima kasih atas waktunya, saya permisi maaf sudah menganggu waktu anda semua" Pram menganguk dan meninggalkan mereka.


"Yang, kamu tidak usah mendengarkan apa yang di ucapkan dia. Cukup kamu sudah sering tersakiti sekarang Helena harus menanggung akibat perbuatannya" ucap Juan memperingati Saira.


Saira hanya diam tidak menjawab apapun dibenaknya hanya berpikir perbuatannya pada dirinya jika saja dia kecelakaan itu menghilangkan nyawanya mungkin putranya sekarang tidak memiliki seorang ibu.


Saira hanya terdiam mencerna apa yang sudah dia dengar antara suami dan pria tadi.


Mereka kembali lagi kedalam melihat Keanu terbangun.


"Oh maafkan mommy sayang, Keanu sudah bangun ya" ucap Saira melihat Keanu sedang memainkan tangannya sendiri. "Anak Daddy sini kita main..biarkan mommy mu istirahat sekarang kita main" Juan mengajak Keanu keruang tengah beralaskan kasur lantai ditidurkannya di kasur lantai agar Keanu bisa bebas bergerak.


Setelah bermain Keanu akhirnya tertidur kembali. Juan memindahkan ke kamarnya di tidurkan ke ranjang bayi.

__ADS_1


"Yang, kakak pergi sebentar ya ke minimarket. Kamu tidak apa kakak tinggal keluar?" tanya Juan. "Tidak kak, kakak pergi saja aku tidak apa dirumah berdua dengan Keanu" jawab Saira.


"Kamu mau titip sesuatu?" tanya Juan sebelum pergi. "Tidak kak" Saira menggeleng kepala.


Saira hanya ingin istirahat, hendak dia mau memejamkan mata. Saat Juan keluar Saira mendengar Keanu menangis. Saira langsung menghampiri Keanu walau tidak bisa terburu buru karena menggunakan kursi roda tapi Saira berusaha bergerak cepat.


Saira binggung mau meminta tolong pada siapa karena suaminya sedang pergi dan di hubungi pun tidak diangkat mungkin sedang di jalan.


Saira berusaha mengeser kursi rodanya mendekati ranjang bayi. Saira menangis saat seperti ini dirinya tidak bisa menenangkan putranya.


"Sayang, kenapa cup cup.." Saira menenangkan Keanu tapi Keanu tetap menangis.


Saira dengan niatnya ingin berpindah dari kursi roda menuju ranjang bayinya. Merayap memegang tepi ranjang untuk menopang badannya, dan dirasa sudah kuat peganganya Saira melepas kursi roda dan menapakan kakinya ke lantai.


Saira tidak sadar karena panik melihat Keanu menangis terus akhirnya langsung menggendong Keanu dan mendekapnya seketika Keanu mulai terdiam sudah ditenangkan oleh mommynya.


"Sayang" seru Juan kaget. "Kamu sudah bisa berdiri?" tanya Juan tidak percaya. Saira sontak melihat ke bawah dan menangis.


"Kak" panggil Saira. Juan langsung mendekap Saira dan Keanu. "Alhamdulillah" ucap Juan. "Sini kakak gendong Keanu kamu duduk dulu" Juan mengambil Keanu dari Saira dan mendudukan Siara dengan sebelah tangannya.


"Kak, aku bisa berdiri" ucap Saira sembari menangis bahagia. "Iya sayang" Juan pun senang akhirnya Saira sudah mampu berdiri sendiri.


Besoknya Saira mendatangi rumah sakit untuk menemui dokter yang menanganinya ditemani oleh suaminya.


"Selamat pagi dokter" sapa Juan. "Pagi" sahut dokter. "Bagaimana ibu Saira apa ada perkembangan sesudah mengikuti terapi yang kita lakukan?" tanya Dokter.


"Sudah ada kemajuan dok, kemarin istri saya sudah bisa berdiri sendiri" ujar Juan. "Saya reflek dok, karena anak saya menangis terus saya tidak sadar jika saya bisa berdiri dengan sendirinya tanpa bantuan yang lain" tambah Saira.

__ADS_1


"Syukurlah, berarti otot otot syaraf ibu di bagian kaki sudah ada respon dengan gerakan. Ibu tinggal berlatih lagi dengan sering menggerakannya secara perlahan. Jika ibu merasa sakit atau lelah jangan dipaksakan ya!" Dokter menyarankan.


" Baik dok" ucap Saira.


"Baik, kalau begitu kita jadwalkan lagi terapi tahap selanjutnya ya bu kalau ibu semakin membaik kemungkinan ini terapi yang terakhir kalinya. Semoga ibu bisa berjalan kembali" ujar dokter.


"Aammin dok" sahut Saira dan Juan sumringah senang mendengar apa yang di katakan dokter.


Juan memapah Saira dari kursi roda menuju dalam mobil sekarang Saira tidak lagi harus digendong naik ke mobil tetapi memapahnya perlahan lahan.


"Assalamualaikum" sapa Saira ketika masuk rumah. "Ih pintar sekali anak mommy" ujar Saira. "Bi aku ganti baju dulu ya" Saira membersihkan badan terlebih dahulu sebelum mendekati Keanu.


Juan setelah membantu Saira mengantar ke kamar mandi kemudian bersiap untuk kembali lagi ke kantor.


"Yang, kakak langsung pergi lagi ke kantor ya" pamit Juan karena hanya izin sebentar saja untuk mengantar Saira ke dokter.


"Iya kak, hati hati di jalan" ucap Saira dan Juan mengecup kening Saira.


"Non, bagaimana kata dokter tadi" tanya Bi Marni penasaran. "Dokter tadi bilang ada perubahan yang baik bi, insya allah mudah mudahan saya bisa berjalan kembali ya bi" ujar Saira.


"Aamiin non, semoga non Saira bisa cepat bisa jalan kembali" ucap bi Marni mendoakan. "Bi maafkan saya ya, semenjak saya habis kecelakaan bibi jadi ikutan repot merapikan rumah dan menjaga Keanu" ucap Saira.


"Non Saira jangan berbicara seperti itu, itu kan tugas bibi di sini membantu pekerjaan rumah dan mengasuh den Keanu. Saya malah senang Non, karena Non Saira dan pak Juan orangnya baik saya jadi betah kerja di sini" jelas bi Marni. "Tapi kadang saya kurang maksimal karena saya bekerja di dua tempat" Bi Marni tidak enak.


"Tidak apa kok bi, saya sangat berterima kasih sama bi Marni sudah setia menemani saya dan menjaga Keanu" ucap Saira.


"Sama sama non" sahut Bi Marni tersenyum.

__ADS_1


Saira bahagia karena walau kondisinya seperti ini masih ada orang orang baik dan menyayanginya, terutama suaminya sekarang yang sudah perubahan.


__ADS_2