
Juan di kantor masih mengantuk terlihat dari seringnya Juan menguap. Entah jam berapa Juan bisa tertidur lagi tadi malam, setelah mimpi yang tidak mengenakan.
Tok tok.
"Masuk" sahut Juan. "Pak, maaf pak Juan di panggil pak Ruslan dan membawa laporan bulan ini ke ruangannya" ujar Teri. "Baik, saya akan segera ke sana" jawab Juan.
Juan langsung menghadap ke ruangan pak Ruslan.
Tok tok.
"Masuk" sahut pak Ruslan. " Permisi pak" ucap Juan. "Silakan duduk Juan" seru pak Ruslan yang merupakan direktur di perusahaan Juan bekerja. Juan di minta melaporkan hasil neraca keuangan bulan ini dan masukannya.
Di sela sela Juan membacakan laporannya Juan sesekali menguap.
"Maaf pak" Juan meminta maaf dan meneruskannya. "Juan sepertinya sudah cukup laporannya nanti kamu bisa kirimkan hasilnya saja pada saya. Kamu sedang tidak konsentrasi hari ini Juan" tegur pak Ruslan.
"Saya mohon maaf pak hari ini tidak bisa maksimal menjelaskannya.
"Tidak apa, asal kamu harus teliti saja dalam bekerja" ujar pak Ruslan. "Apa kamu perlu cuti Juan" pak Ruslan menawarkan. "Terima kasih pak, saya memang mau ambil cuti beberapa hari tapi tidak sekarang, saya akan ambil cuti saat istri saya melahirkan saja pak" ujar Juan. "Istri kamu sedang hamil" tanya pak Ruslan kaget. "Benar pak" jawab Juan. "Sudah berapa bulan" tanya pak Ruslan. "Sekarang sudah 8 bulan pak, mungkin sebentar lagi saya akan ambil cuti untuk mendampingi istri saya melahirkan.
"Bagus, selamat ya Juan sebentar lagi kamu akan menjadi ayah" pak Ruslan menepuk bahu Juan memberikan selamat.
"Terima kasih pak" sahut Juan. "Baiklah kalau begitu kamu bisa kembali lagi keruangan mu" seru pak Ruslan. "Baiklah, permisi pak" Juan meninggalkan ruangan pak Ruslan.
__ADS_1
sebelum masuk ruangan Juan memberitahukan Teri sekertaris yang ada di depan ruangan Juan.
"Teri, kalau ada yang mencari saya, tolong kasih tahu saya sedang tidak ada di tempat" ujar Juan. "Baik pak" sahut Teri. "Saya ingin istirahat dulu jangan ada yang menggangu!" perintah Juan. "Siap pak" sahut Teri mengangguk.
Juan mengunci ruangannya dan tidur di sofa. Tak lama kemudian ada seorang wanita yang mencari Juan.
"Ada yang bisa saya bantu bu," tanya resepsionis. "Saya ingin bertemu pak Juan" ucap wanita tersebut. "Apa ibu sudah memiliki janji dengan pak Juan. " Belum tapi jika kamu menyebutkan nama saya pasti dia mau menemui ku" ucap wanita itu dengan percaya diri.
"Baik ibu sebutkan identitas ibu dan dari perusahaan mana?" tanyanya lagi. "Saya ada urusan pribadi dengan pak Juan" jelasnya.
Kemudian resepsionis menghubungi bagian ruangan Juan di lantai Juan bekerja. "Siang bu Teri bisa sambungkan dengan pak Juan, ada yang ingin menemui pak Juan dari temannya.
Teri bingung tadi pak Juan sudah memberitahunya jangan ada yang menggangunya.
"Maaf, pak Juan sekarang sedang tidak ada di ruangannya" sahut Teri. "Baik, akan saya sampaikan.
"Ih, menyebalkan sekali wanita tadi" ucap resepsionis yang disebelahnya. "Memang cantik, badannya bagus tapi berbanding terbalik dengan etitudenya" tambahnya. "Memang ada ya teman pak Juan yang seperti itu" tanyanya. "Tapi sepertinya wanita tadi pernah lihat datang kesini sebelumnya" ucap Resepsionis sebelahnya mengingatnya. "Paling tamu tak di undang" sahutnya temannya. "Ah sudahlah, toh pak Juan juga sudah beristri. ujarnya.
Juan terbangun langsung melihat jam ditangannya, sudah menunjukan pukul 12 siang. "Astaga, sudah siang lama sekali aku tidur" gumam Juan. Juan keluar dan menuju meja Teri.
"Teri, apa selama saya di ruangan apa ada yang mencari saya" tanya Juan. " Ada pak, pak Ruslan meminta pak Juan mengirimkan file laporan bulan ini dengan catatannya" ucap Teri. "Baiklah, Terima kasih Teri" Juan hendak meninggalkan Teri tapi Teri baru teringat ada lagi yang mencarinya.
"Oh iya pak ada satu lagi tadi resepsionis, mengatakan ada yang mencari pak Juan seorang wanita bilangnya teman pak Juan" ujar Teri. "Siapa, apa dia menyebutkan nama" tanya Juan. "Maaf pak saya lupa menanyakannya, terlanjur saya bilang bapak tidak ada di ruangan" Teri menyesal.
__ADS_1
'Ya sudah tidak apa, tapi lain kali jika ada yang akan menemui saya tolong tanyakan siapa dan ada keperluan apa" seru Juan.
"Baik pak" jawab Teri menunduk. " Ish, kenapa harus lupa ya tadi tidak menanyakan namanya" Teri bermonolog.
Juan merasa lebih segaran setelah di tidurkan sebentar, berhubung sudah masuk jam istirahat Juan pergi keluar untuk makan siang. Setelah selesai makan dan jam istirahat selesai kemudian Juan melanjutkan pekerjaan yang tadi sempat tertunda terutama hasil laporan yang harus segera di kirimkan ke pak Ruslan.
Sorenya
Saira di kantor sudah menyelesaikan pekerjaan walau sudah tidak banyak yang di kerjakan karena sudah dikurangi. Entah memang keistimewaan karyawan yang sedang hamil atau memang kekhususan bagi Saira di perusahaan tersebut adanya keringan tersebut.
Tapi Saira tetap memberikan arahan kepada temannya untuk menggantinya nanti jika cuti.
"Kak Saira, kalau yang ini harus seperti apa konsepnya" tanya Yura sebelum pulang. Saira memberikan masukan kepada Yura sampai Yura mengerti.
"Yura merupakan karyawan baru di perusahaan Saira bekerja, dia merupakan lulusan terbaik di kampusnya. Maka saat dia melamar di perusahaan langsung di terima dan di tempatkan di bagian yang sama dengan Saira.
Walau beda 1 tahun dibawah Saira tapi Yura menghormati Saira dan yang lainnya. Sikapnya yang membuat Saira cepat dekat Saira selain Sely.
"Kalau sudah tidak ada yang di tanyakan saya pulang duluan ya, dan kamu juga kalau sudah selesai bisa pulang juga" ujar Saira.
"Untuk sekarang tidak ada Kak" ucap Yura. "Baiklah, kalau begitu saya duluan" pamit Saira. "Silakan kak, hati hati di jalan" seru Yura.
"Saira menunggu Juan di depan kantor karena tidak kunjung ada pesan dari Juan, kemudian suara ponselnya berbunyi ternyata dari Juan. Juan mengatakan bahwa dia tidak bisa menjemputnya karena urusan pekerjaan. Akhirnya Saira pulang menggunakan taxi online lagi.
__ADS_1
Saira tidak langsung pulang dia mampir terlebih dahulu ke sebuah kios sayuran. Saira memilih sayuran dan buah buahan untuk masak besok.
"Bu semuanya berapa?" tanya Saira pada penjual sayur. " Totalnya 75.000,. neng" jawab penjual Sayur. "Pulangnya sendirian saja neng, suaminya kemana?" tanya penjual sayur setelah mengembalikan uang kembalian. "Ada bu, masih kerja belum pulang" jawab Saira tersenyum. "Hati hati ya neng sudah hamil besar masih keluar takut ada apa apa" ucap penjual sayur tersebut khawatir melihat Saira perutnya sudah besar. "Iya bu terima kasih" ucap Saira meninggalkan kios sayur dan melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen.