Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 94


__ADS_3

Saira dan bi Mirna sedang merapikan perabotan dan memasang pernak pernik hiasan di rumah tiba tiba suara bel rumah berbunyi.


"Saya buka dulu pintu non" izin bi Marni. "Iya bi" sahut Saira. "Siapa yang berkunjung jam segini padahal kita baru saja pindah tidak ada yang tahu alamatnya" pikir Saira.


"Non ada yang mencari non di luar" ucap bi Marni. "Siapa bi?" tanya Saira. "Tidak tahu non, seorang wanita menanyakan non Saira!" jelas bi Marni. "Baik saya akan menemuinya, bi Marni teruskan ini ya" menunjuk perabotan yang akan di masukan ke dalam lemari. "Baik non" sahut bi Marni.


Saira melihat seorang wanita membelakanginya di depan pintu. "Selamat pagi" sapa Saira. "Pagi" wanita tersebut membalikan badannya. "Apa kabar Saira" Helena langsung mengulurkan tangan untuk berjabat tangan. "Baik" Saira kaget karena semenjak kejadian di rumah sakit Saira belum pernah melihatnya lagi dan sebenarnya tidak ingin bertemu lagi dengannya.


"Maaf jika saya menggangu waktumu" ucap Helena. "Boleh saya masuk?" Helena memberanikan diri. " Oh, silakan!" Saira mempersilakan Helena masuk ke dalam. "Silakan duduk" ucap Saira. "Terima kasih" Helena sembari memperhatikan sekeliling rumah Saira. "Harusnya aku yang di sini" Helena dalam hati.


"Ada apa mbak Helena datang kemari" tanya Saira melihat dari penampilannya Helena sedang mengandung terlihat dari perutnya yang terlihat besar. "To the point saja, saya datang ke sini hanya ingin memberitahu satu hal pada mu" ujar Helena. "Kamu tahu hubungan kami dulu sebelum Juan mengenalmu.


Aku adalah cinta pertamanya, wanita yang pernah meluluhkan hatinya dan asal kamu tahu sampai sekarang pun perasaan Juan padaku masih sama masih tetap mencintaiku" jelas Helena dengan percaya dirinya.


Saira diam sejenak sampai dia menarik nafas sebelum berbicara.


"Huft, aku sudah tahu hubunganmu dengan suamiku bagaimana sebelum dan sesudah aku hadir, begitupun setelah menikah aku tahu perasaannya. Aku tidak perlu tahu apa hubunganmu sekarang dengan suamiku. Yang harus diingat jika dia memang masih mencintaimu dengan tulus mungkin suami aku akan memperjuangkannya dan mbak yang sekarang ada di sini bukan aku!" jelas Saira mengatakannya dengan tenang.


Deg.


Helena serasa tertampar oleh ucapan Saira. Helena semakin kesal .


"Saira, jangan kamu pikir kamu sedang di atas angin ya! Kamu tahu setelah menikah dan kamu hamil pun Juan selalu menemaniku dan memberikan perhatiannya padaku.


Apa itu belum cukup untuk kamu paham bahwa kita tidak bisa dipisahkan" Helena tersulut emosi.


Saira mencoba bersikap tenang tidak terpancing emosinya padahal di dalam hatinya luka yang belum sembuh harus teriris kembali.

__ADS_1


"Terserah mbak Helena mau berbicara apa saya tidak peduli yang jelas suamiku tetap memilih aku sebagai istri dan ayah dari anakku" jawab Saira.


"Apa kamu masih bisa bertahan menikah dengan laki laki yang terus hidup dengan bayang bayang cinta pertamanya!" seru Helena.


"Helena!" panggil seseorang dari pintu.


"Juan" Helena kaget Juan datang, Helena sengaja datang pagi di saat Juan kerja agar bisa mempengaruhi Saira untuk melepaskan Juan.


"Helena apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Juan. "A..aku hanya mampir ke rumahmu Juan" Helena gugup. "Rencana apalagi yang akan kamu lakukan untuk ku. Sudah cukup Helena kamu menggangu hidupku lagi. "Aku cukup bersabar selama ini padamu, kamu tahu aku hampir saja kehilangan istri dan anakku gara gara kamu" seru Juan.


"Tapi Juan kita saling mencintai, kamu jangan membohongi perasaan kita" ujar Helena. "Sudah aku bilang Helena itu dulu sekarang perasaan ku sudah berbeda padamu ada istriku lah yang pantas aku cintai sekarang" jelas Juan membuat hati Saira bahagia dimana suaminya membela dan menyatakan perasaannya pada orang lain untuk pertama kalinya.


Berbeda dengan Helena yang merasa kesal harga dirinya jatuh mendengar pernyataan Juan.


#Flashback on#


✉️ "Pak, maaf bisa pulang sebentar" Bi Marni


✉️ "Ada apa bi?" Juan


Bi Marni tidak menjawab pesan dari Juan karena langsung ke kamar atas melihat keadaan Keanu takut bangun karena majikannya ada tamu.


Juan yang mendapatkan pesan dari bi Marni langsung meluncur pulang meninggalkan pekerjaannya yang belum diselesaikannya.


"Tery, aku izin dulu pulang. Jika ada hal yang mendesak kamu bisa menghubungi ponselku" seru Juan. "Baik pak" sahut Tery mengangguk.


Juan selama di perjalanan merasa tidak tenang takut terjadi sesuatu pada istri dan anaknya. Karena ponsel Saira dan bi Marni tidak bisa dihubungi.

__ADS_1


Saat tiba di depan rumah Juan melihat kendaraan yang dia kenal.


"Helena" Juan langsung berlari masuk ke dalam sampai dipintu Juan melihat Helena sedang berbicara serius pada Saira.


"Flashback Off#


"Helena, aku harap kamu benar benar mengikhlaskan semuanya. Biarkan aku bahagia dengan keluargaku sekarang!" terang Juan. Helena tidak bisa berkata kata lagi dan langsung meninggalkan rumah Juan.


"Kamu tidak apa apa sayang?" Juan memeluk Saira pasti Helena sudah berbicara yang membuat hati Saira terluka lagi. "Aku tidak apa kak, aku baik baik saja" Saira mencoba tersenyum.


"Kamu tidak usah mendengarkan apa yang di ucapkan Helena. Kamu percaya kan sama kakak?" tanya Juan meyakinkan. "Iya kak" Saira mengangguk.


"Kakak kenapa sudah pulang, apa ada yang ketinggalan? Saira heran Juan pulang tiba tiba tidak biasanya. "Iya tadi kakak pulang mau mengambil berkas yang ketingalan di ruangan kerja" Juan beralasan.


"Keanu mana sayang?" tanya Juan. "Masih di kamar. Oh ya ampun mungkin Keanu sudah bangun" Saira menepuk keningnya dia terlalu lama meninggalkan Keanu di kamar dan langsung berlari kecil ke kamarnya di atas.


"Keanu" seru Saira. "Ada sama bibi non, maaf non bibi gendong den Keanu karena tadi bangun sepertinya haus jadi bibi gendong supaya tidak nangis" ujar bi Marni menyerahkan Keanu ke pangkuan Saira.


"Terima kasih ya bi" Saira langsung memberikan ASI kepada Keanu. "Saya keluar dulu ya non" izin Bi Marni keluar dari kamar Saira.


"Juan masuk ke kamar melihat Saira sedang memberikan ASI kepada Keanu. "Hai Keanu kamu sepertinya haus sekali" Juan mengunyel pipi Keanu gemas. "Sudah kak jangan di tekan pipinya sedang nen Keanunya" protes Saira.


"Maaf boy Daddy gemas lihat pipinya" ujar Juan. "Kalau begitu kakak kembali ke kantor lagi. Jika ada apa apa langsung hubungi kakak!" seru Juan. "Baik" sahut Saira.


Juan pergi dan mengecup kepala Saira. Turun dari tangga Juan berpapasan dengan bi Marni.


"Pak, mohon maaf tadi saya lancang menghubungi bapak dan menyuruh bapak pulang" Bi Marni menunduk takut majikannya marah. "Saya takut melihat wanita yang tadi sepertinya tidak senang dengan non Saira, saya takut terjadi apa apa sama non Saira maka dari itu saya langsung memberitahukan bapak" jelas bi Marni.

__ADS_1


"Tidak apa bi, justru saya berterima kasih sama bi Marni sudah memberi tahukan saya cepat. Saya titip pesan ya sama bibi kalau ada orang yang tadi lagi tolong jangan di suruh masuk ya bi!" Juan berpesan. "Baik pak" sahut Bi Marni.


__ADS_2