Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 46


__ADS_3

Siara kembali ke mejanya dan mengecek laporannya yang dia buat sebelumnya. Ternyata memang benar ada beberapa nilai ke akuratan angka yang tidak sesuai. Ini semata mata ketidak telitian Saira dalam mengerjakan pekerjaannya.


"Ya Allah aku sampai salah sepeti ini, aku harus lebih fokus lagi" Saira bermonolog melihat isi laporannya. Dan Saira mengetik ulang untuk memperbaikinya.


"Ra, ayo istirahat dulu" ajak Sely yang melihat Saira terus memperbaiki laporannya. "Iya mbak nanti sebentar lagi, mbak Sely kalau mau duluan ke kantin silakan tidak apa apa mbak" sahut Saira yang masih sibuk dengan kerjaannya.


" Ok, Ra" jawab Sely dan langsung meninggalkan Saira di ruangannya.


Rey yang hendak keluar melewati ruangan Saira jadi terhenti karena melihat Saira masih berkutik dengan pekerjaannya.


"Saira, sudah waktunya istirahat. Kamu jangan memaksakan malah nanti repot kalau kamu sakit" ketus Rey yang sebenarnya dia khawatir dengan Saira.


"Maaf pak Rey saya akan menyelesaikan terlebih dahulu supaya tenang saya" jawab Saira.


"Sudah sekarang kamu tinggalkan pekerjaan ini dengan cepat kamu istirahat dan makan" ujar Rey sedikit memaksa.


" Em..baiklah pak" Saira keluar dari ruangannya menuju kantin bergabung dengan teman kerjanya.


"Ra, kamu mau pesan apa? nanti takut keburu habis menunya" tanya Sely pada Saira karena waktu istirahat sudah akan habis.


"Ya mbak saya kesana dulu" Saira mendekati ibu kantin dan memilih milih menu. " Bu ada sop iga" tanya Saira yang tiba tiba menginginkan sop. "Maaf mbak hari ini kebetulan saya tidak masak sop" ujar ibu kantin meminta maaf pada Saira.


"Ya sudah tidak apa apa bu, kalau begitu saya pesan teh manis saja" pinta Saira dan pergi ke kantin sebelahnya yang menjual makanan ringan lainnya.


"Loh Ra, kamu tidak makan, kok cuma makan roti saja" tanya Sely sembari menatap Saira aneh. "Iya mbak hari ini lagi tidak enak makan mungkin kelewat jam makan jadi tidak nafsu" sahut Saira.


"Nanti kamu sakit Ra, tidak makan nasi" ujar Sely mengingatkan. "Ini sudah makan roti sama sama karbohidrat kan" elak Saira. " Ya terserah kamu saja deh Ra" pasrah Sely.


Mereka selesai makan dari kantin dan kembali lagi ke ruangannya.

__ADS_1


Saira mengecek kembali pekerjaan dan tiba tiba Saira kaget melihat pekerjaan nya ada yang berubah dan setelah di cek ternyata sudah rapi dan sudah selesai di revisi.


"Siapa yang memperbaiki laporan ini? tadi seingat aku sebelum ke kantin belum sampai selesai menyelesaikanya tapi ini.." heran Saira.


Saira menengok kanan kiri tetapi tidak ada yang dicurigai karena terakhir di pergi tidak ada siapa siapa di ruangan ini semua istirahat keluar.


"Apa pak Rey, tapi tidak mungkin pak Rey melakukan ini" pikir Saira dalam hati.


Setelah di cek ulang dan di rasa sudah benar Saira memprint out laporannya dan segera menyerahkannya kepada pak Reihan.


tok tok


"Masuk" perintah Reihan dari dalam.


"Permisi pak Reihan, saya mengantarkan laporan yang sudah di revisi" ujar Saira sembari menyerahkan laporannya.


"Bagus, kamu kerjanya cepat dan rapi Saira" puji Reihan. " Saira hanya tersenyum saja karena dibalik itu entah siapa ada tangan malaikat yang membantunya, Saira sangat berterima kasih.


"Ok, kamu bisa kembali ke tempat kerja mu" Perintah Raihan. " Baik, Permisi pak" pamit Saira keluar dari ruangan Reihan dengan perasaan lega.


#Flashback On


Rey melihat Saira masih duduk di kursi kerjanya padahal sekarang waktunya istirahat tapi dia masih berkutat dengan komputernya.


Tadinya Rey hanya sekedar mengingatkan saja untuk meninggalkan pekerjaan agar bisa istirahat makan, akan tetapi sebelum Rey meninggalkan meja kerja Saira Rey melihat komputer Saira tidak di close.


"Dasar ceroboh, bagaimana kalau ada yang mencuri data data pentingnya" gerutu Rey hendak mematikan komputernya tapi melihat laporan yang sedang dikerjakan Saira Rey tergugah untuk membantunya. Rey duduk di meja kerja Saira melanjutkan laporan yang sedang dikerjakan Saira barusan.


"Hem..laporan seperti ini, bagaimana Raihan tidak marah banyak yang salah. Butuh konsentrasi yang tinggi untuk mengerjakannya. Apa karena kejadian sebelumnya yang membuat dia tidak konsentrasi" Rey kasian terhadap Saira.

__ADS_1


#Flashback Off


Sudah beberapa hari Saira semakin kesini menjadi kurang semangat. Hingga pola makan Saira pun kacau yang menyebabkan Saira sering pusing dan sakit perut. Sedangkan Juan semakin hari terlihat jarang memperhatikan Saira, pulang kerja sering telat dan Saira sudah jarang di jemput.


"Yang kamu baik baik saja" tanya Juan melihat Saira sering melamun. "Aku baik baik saja sayang" jawab Saira yang sebenarnya dia sedang tidak enak badan tapi Saira paksakan tidak ingin Juan khawatir. "Syukurlah, kalau kamu sakit bilang ya jangan diam saja, kakak sedang banyak pekerjaan jadi maaf jarang memperhatikan mu" ujar Juan.


"Iya sayang aku tidak apa apa kakak tidak usah khawatir" Saira tersenyum agar tidak terlihat kegelisahannya. Setelah mendengar Saira Juan merasa tenang dan langsung merebahkan badannya tidur.


Intensitas pertemuan Saira dan Juan juga semakin sedikit hanya bertemu saat malam saja karena pagi Juan dan Saira sudah berangkat kerja dan Juan pulangnya sering tidak bersamaan.


"Aku kangen ibu dan ayah, apakah di izinkan jika aku menginap di rumah ibu saat libur?" keinginan Saira sebelum tidur.


Ke esokan harinya Saira selesai menyiapkan masakan Juan datang duduk di meja makan.


"Kak, nanti libur hari sabtu sore kita ke rumah ibu ya, kita menginap semalam" tanya Saira disela sela sarapan. "Em sabtu ini ya, maaf yang kakak tidak bisa ikut menginap di rumah ibu tapi jika kamu mau menginap silakan nanti kakak antar dan besoknya kakak jemput" ujar Juan.


"Oh ya sudah nanti aku saja yang menginap di ibu" sahut Saira. Mereka melanjutkan sarapannya dan bersiap berangkat kerja ke tempat kerja masing masing.


Saira bekerja seperti biasanya tapi ada tambahan kebiasaan yang sekarang Saira alami yaitu sering melamun.


"Ra, kok akhir akhir ini aku lihat kamu sering melamun saja dan tidak fokua bekerjanya. Apa ada masalah" tanya Sely penasaran. " Kalau ada yamg ingin kamu ceritakan, ceritakam saja aku siap kok jadi pendengar, kalau kamu percaya sama aku" imbuh Sely.


Saira hanya tersenyum. "Masa sih mbak, aku tidak apa apa mungkin beban pekerjaan saja yang lagi banyak akunya lagi tidak fit jadi mudah lelah" jawab Saira.


"Wah, kamu dikasih tugas apa saja sama pak Reihan dan pak Adrian. Memang ya kedua atasan kita tidak merasakan perasaan kita para bawahan.." gerutu Sely panjang lebar malah mengungkapkan unek eneknya.


"Sepertinya ada yang jadi curhat deh" Saira terkikik. "Kamu ya Ra, dibelain malah ketawain" Sely pura pura kesal.


"Sudah, sudah ayo kita lanjutkan pekerjaan kita nanti ada yang dengar malah jadi masalah" Saira menghentikan ocehan Sely yang bertambah panjang.

__ADS_1


__ADS_2