
Juan meninggalkan Helena dengan perasaan lega. Tetapi berbeda dengan Helena yang sudah memiliki rencana berikutnya setelah berpisah dengan suaminya nanti.
"Assalamualaikum" ucap Juan memasuki apartemennya.
"Wa'alaikumsalam, sudah pulang sayang" sahut Saira. "Iya sayang" Juan mencium kening Saira. "Kak Juan keliatannya capek sekali, istirahat dulu sayang" ujar Saira.
"Kakak ke kamar ya ingin istirahat sebentar" ucap Juan sembari melangkah pergi ke kamar.
Pikiran Juan sudah sedikit tenang karena sudah bertemu dengan sepasang suami istri yang berseteru. "Semoga mereka bisa menyelesaikan nya" gumam Juan dan merebahkan badan pikiran di kasur.
Saira masuk ke kamar dan melihat Juan tidur. "Sepertinya kak Juan kelelahan" pikir Saira. Saira pun ikut merebahkan badannya di samping Juan. Mereka tertidur hingga menjelang sore Juan mengerjapkan mata melihat Saira tidur di sampingnya.
Juan memeluk Saira dari belakang yang membuat Saira terbangun karena ada gerakan dari belakang.
"Yang, sudah bangun" tanya Juan karena dibalas pegangan erat oleh Saira. "Hmm" sahut Saira yang masih malas untuk bangun. "Yang bangun tidak baik loh tidur sore sore" ujar Juan, Saira kemudian mengeliat membalikan badannya menghadap ke Juan.
"Ayo mandi, jangan malas nanti anak kita ikutan malas kaya mommynya" ejek Juan. "Iya sayang, aku mengumpulkan tenaga dulu sahut Saira. "Apa mau kakak yang mandikan" Juan makin menggoda Saira.
"Tidak, mandikan sama kakak tidak cukup sebentar yang ada aku semakin lelah" Saira menolak mengingat sebelumnya jika Juan mandi bersama pasti tidak hanya mandi saja tapi di tambah aktifitas lainnya yang menguras tenaga.
"Kali ini benar benar mandi yang" Juan tersenyum menyeringgai. "No, no!"Saira langsung berlalu ke kamar mandi dan mengunci kamar mandinya.
Dan Juan pun hanya bercanda tidak benar benar karena Juan semenjak Saira hamil Juan merasa takut apalagi di tempat berbahasa di kamar mandi takut terjadi sesuatu.
Setelah Saira selesai mandi di susul Juan bergantian untuk mandi.
__ADS_1
"Yang malam ini kamu ada acara apa" tanya Juan sembari memilih pakaian. "Tidak ada kak" jawab Saira. "Bagaimana kalau kita keluar, sekarang kan malam minggu" ujar Juan. "Kak Juan seperti ABG saja ada acara malam minggu segala" jawab Saira yang sebenarnya Saira senang di ajak Juan keluar tapi malu jika mengiyakannya langsung.
"Ya biarkan saja yang, anggap saja kita sedang merasakan pacaran saat sudah nikah tapi sudah halal karena sudah punya SIM" seru Juan. "Apa SIM?" ulang Saira penasaran. "Iya SIM, Surat Izin Mau ngapain saja" Juan sembari memeluk dan mencium Saira. "Ih apain sih kak, garing banget" Saira tersenyum malu.
Sorenya mereka keluar mengitari jalanan, ketika adzan magrib Juan mencari masjid terdekat yang mereka lewati.
"Yang kita solat magrib dulu di sini, nanti kita lanjutkan jalan jalannya" ujar Juan memasukan mobilnya ke parkiran masjid. " Iya kak" sahut Saira. Saira solat di barisan belakang di shaf wanita yang di halang kain pembatas. Setelah solat Saira bermunajat pada sang pencipta untuk diberkahi rumah tangganya kasih dan sayang dan di beri kelancaran dengan kehamilannya.
Juan sudah menunggu di pelataran masjid.
" Sudah selesai yang" tanya Juan. "Sudah kak" sahut Saira. "Kita mau jalan kemana lagi" tanya Juan melihat jalanan yang sudah ramai dengan muda mudi yang hilir mudik di jalan menikmati malam minggunya.
"Kita cari makan saja kak, cari makanan yang aneh" ujar Saira yang sudah mebayangkan makanan. "Apa yang aneh yang" tanya Juan binggung. " Apa saja kak, yang tidak biasa kita makan" Saira tersenyum. "Terserah lah tapi jangan minta tempat yang ramai ya kakak tidak mau antrenya" ujar Juan dan di jawab anggukan oleh Saira.
Saira melihat anak muda yang sedang membawa makanan dan memakannya.
"Kak, aku ingin itu" Saira menunjuk orang sedang makan makanan yang di tusuk. "Itu apa yang, kamu jangan sembarangan makan yang aneh" ujar Juan. "Tidak aneh kok kak, itu seperti sate belinya di penjual yang itu kayanya kak" Saira menunjuk lagi pedagang yang menjualnya.
"Aduh yang, lihat tidak yang beli nya saja sudah berjajar antre gitu, kamu pilih yang lain ya" tawar Juan. "Aku inginnya sate itu" sate yang sedang viral sate Taichan.
"Tapi yang, lihat kondisi dong jangan memaksakan, ayo kita cari yang lain" ajak Juan pada Saira yang masih menginginkan sate itu. Saira pun akhirnya mengikuti Juan pergi dari pada harus berdebat masalah makanan.
Di mobil Saira tidak banyak bicara.
"Yang maafkan kakak, kakak ganti sate yang kamu inginkan dengan sate yang lebih enak dan tidak antre" seru Juan. "Terserah kakak saja, aku ikut saja" jawab Saira malas.
__ADS_1
"Kok kamu jadi marah sih cuma karena makanan, jangan sperti anak kecil yang nangis karena tidak dibelikan mainan deh" kesal Juan. Saira semakin kesal tapi tidak mau memperpanjang masalah. "Aku tidak marah hanya lapar saja" ujar Saira.
"Ya sudah kita makan sate saja supaya kamu makan mengganti yang tadi" imbuh Juan.
Juan membelokan mobilnya ke tempat makan yang menyediakan sate juga.
"Yang kamu pilih mau sate apa saja" tanya Juan. "Aku apa saja kak, yang penting bisa di makan sama aku" jawab Saira. "Kamu kok masih ketus seperti itu, jadi makan tidak" Juan meninggi suaranya.
Saira mulai berkaca kaca matanya.
"Maafkan kakak sayang, kamu mau yang mana nanti kakak pesankan" Juan mulai melembut. Saira menunjuk menu yang berbau sate.
"Baiklah" Juan meminta pelayan untuk pesan yang di inginkan Saira. Begitu pesanannya datang Saira dan Juan makan bersama tapi dengan beda perasaan. Juan denga lahapnya karena lapar sudah berkeliling mencari tempat makan sedangkan Saira makan dengan hati kesal tapi tidak di tunjukan khawatir menjadi ribut kembali.
"Bagaimana yang jalan jalannya" tanya Juan saat mereka dalam perjalanan pulang. " Ya, terima kasih kak, sudah mengajak ku jalan jalan" ucap Saira. "Sama sama sayang, maaf kakak baru bisa mengajakmu jalan jalan sekarang" ujar Juan setelah melewati kesibukan dan kesalahpahaman sebelumnya.
Saira pun merasa senang walau ada kerikil kerikil dalam rumah tangga semoga dia bisa melewati bersama.
Saira dan Juan telah sampai di apartemen, Saira langsung merabahkan badannya di kasur, karena kehamilan sekarang ini lebih cepat lelah.
"Yang, istirahat ya" ucap Juan melihat Saira sudah terlihat lelah. "Iya kak" sahut Saira. "Kamu tidur saja, kakak di luar kalau kamu butuh sesuatu panggil saja" ujar Juan dan di balas anggukan oleh Saira.
Juan seperti biasa duduk di balkon sembari menyesap rokok sesekali melihat ponselnya.
Pesan yang pertama dia lihat adalah dari Helena tapi tidak di gubris, Juan lebih memilih menjawab pesan dari yang lain.
__ADS_1