Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Pengumuman


__ADS_3

Hallo..para reader yg baik hati dan terkeceh. Apa kabar semuanya? Semoga dalam keadaan baik semua ya☺️


Banyak yang menunggu kelanjutan Saira dan Juan ya..sambil author cari ilham untuk meneruskan cerita ACDH kita baca dulu karya author baru yang masih on going berjudul 'Love Is Silence' Ceritanya menarik dan santai tentang percintaan anak muda sampai berlanjut dewasa.


Jangan lupa dukung terus karya ku ya dengan like, vote dan komentarnya ya. Terima kasih🙏🥰


Salam sayang,


Dwi s&k



Bab 1. Pandangan Pertama


Vania..!" panggil ibu membangunkan Vania untuk sekolah. "Vania" ulang ibu.


"Vania, ini sudah jam berapa kamu masih saja tidur?" seru ibu.


"Iya bu" Vania terbangun mendengar suara ibunya sambil mengucek matanya yang masih lengket.


"Vaniiaaa" panggil ibu semakin kencang melihat anak gadisnya masih saja duduk di tempat tidur.


"Iya iya bu vania mandi" seru Vania beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


"Bu Vania berangkat sekolah dulu ya" pamit Vania. "Belajar yang rajin ya jangan main terus!" ujar ibu yang dari tadi berbicara terus membuat Vania ingin cepat-cepat berangkat sekolah karena mendengar ibunya berbicara terus.


Gadis yang masih duduk di bangku kelas 10 SMA berangkat sekolah. Di perjalanan Vania yang terbiasa menggunakan angkutan umum terbiasa melihat orang-orang berlalu lalang untuk berangkat.


Di saat Vania sudah masuk ke dalam angkutan umum, posisi duduk Vania tepat di belakang menghadap ke kaca belakang sehingga bisa melihat orang yang sedang berkendara dibelakangnya dengan leluasa.


Tapi ada yang menarik pagi itu yaitu mata Vania membulat melihat laki laki ganteng ada di belakang mobil yang Vania tumpangi.


Laki laki itu menggunakan motornya yang menambah kemachoan seorang laki laki. Saat mata itu saling memandang Vania menjadi salting dia tidak ingin laki laki itu tahu jika dia sedang memperhatikannya.


Di tutupnya muka Vania oleh tasnya agar dia tidak melihat wajahnya.


"Mati aku, dia melihat ku juga. Apa dia sadar sedang diperhatikan aku" rutuk Vania.


Mobil bergerak kembali, dan motornya menyalip mobil sehingga laki laki tersebut sudah tidak terlihat lagi.


"Ah, aman" jantung Vania deg degan karena takut katahuan.

__ADS_1


Bel masuk sekolah berbunyi Vania masuk ke kelas dengan santainya.


"Van, kamu sudah mengerjakan PR dari pak Sopian?" tanya Rena. "Memangnya ada PR apa Ren?" Vania balik bertanya.


"Jangan bilang kamu belum mengerjakan" Rena menepuk kening melihat kebiasaan temannya itu.


"Hehe..aku lupa Ren, semalam aku ke tiduran" ucap Vania. "Kamu bukan ketiduran Van, kamu itu main sosmed kamu jadi tidak mengerjakannya" kesal Rena.


"Kok kamu tahu sih Ren" ucap Vania pura pura heran.


"Sudah cepetan kerjakan tugasnya jangan alasan terus!" seru Rena.


Vania langsung membuka bukunya dan menyalin PR dari Rena. Beruntung Vania memiliki sahabat seperti Rena yang mengerti akan kebiasaan Vania.


Belum selesai menyalin PR dari Rena pak Sopian guru bahasa Indonesia sudah datang ke kelas.


"Aduh Ren, gimana ini?" Vania panik tugasnya belum selesai. Rena yang binggung juga tidak tahu.


"Kumpulkan PR yang kemarin saya tugaskan!" ujar pak Sopian. "Aku pasrah saja deh Ren" pasrah Vania mengumpulkan tugasnya.


"Makanya kamu itu datangnya jangan suka mepet jadi kalau ada seperti ini tidak kelewat" gerutu Rena.


Beruntung Vania memiliki otak yang encer saat pak Sopian menyuruh menjelaskan soal ke depan Vania bisa.


Vania orangnya santai kadang suka malas malasan tapi sebenarnya Vania itu cepat dalam menerima pelajaran apalagi jika ada tugas kelompok selalu di andalkan di kelompoknya.


Vania sangat santai dalam hidupnya, tapi syukurnya memiliki sahabat seperti Rena yang selalu membantunya tanpa pamrih.


"Eh, Ren tunggu-tunggu!" Vania menarik tangan Rena yang hendak masuk ke kelas. "Ada apa sih Van?" jawab Rena malas.


"Coba kamu perhatikan cowok yang di depan kelas IPA 1 itu, memang dia sekolah di sini?" tanya Vania. "Yang mana Van" Rena mencari yang dicari Vania.


"Itu tuh Ren, yang pegang gitar" Vania memberitahu Rena. " Oh kak Kevin, dia itu kakak kelas kita dia anak kelas 11 IPA 1" jelas Rena.


"Kamu kenal Rena sama dia, kok aku tidak pernah melihatnya?" tanya Vania penasaran. "Ya gimana mau lihat orang dia saja jarang keluar kelas, kerjaannya di dalam kelas saja. Saat jam istirahat dia sama teman temannya hanya gitar-gitaran saja" ujar Rena.


"Oh gitu" Vania tersenyum sendiri.


"Kenapa kamu tanya- tanya tentang dia, apa kamu suka sama kak Kevin?" tanya Rena. "Ah, tidak Ren, cuma aku baru lihat saja semenjak aku sekolah di sini aku belum pernah melihatnya" Vania pura pura.


"Sudah ah aku ke kelas duluan takut Bu Mela masuk" Rena meninggalkan Vania yang masih memperhatikan Kevin.

__ADS_1


Pulang sekolah Vania naik angkot bersama Rena dan arah rumah Vania lebih jauh dari Rena jadi tinggal Vania yang ada di angkot.


Sesampainya di rumah.


"Assalamualaikum, Vania pulang" ucap Vania memasuki rumah.


"Wa'alaikumsalam, sudah pulang kak" tanya ibu Rita. "Sudah mah" sahut Vania menyalimi ibu.


"Ganti baju dulu kak, setelah itu makan ya" ucap ibu mengingatkan.


"Iya bu" jawab Vania langsung masuk ke kamar.


Tok tok..


"Masuk" seru Vania. " Kak, kakak masih capek tidak?" tanya Zee melihat kakaknya baru pulang. " Ada apa, Zee?" tanya Vania.


"Aku ada tugas kak dari sekolah, tapi Zee tidak mengerti. Kakak bisa bantu Zee?" pinta Zeelan adik Vania satu-satunya.


"Sini kakak lihat dulu tugasnya" Zeelan menunjukan tugasnya kepada Vania kakaknya. Vania mengajarkan Varel cara mengerjakan tugasnya.


Vania sangat sayang pada adiknya Zee. Jika ada sesuatu yang sulit Zee selalu meminta bantuan pada kakaknya. Karena jika meminta bantuan pada ibunya harus mendengarkan panjang kali lebar ucapan ibunya itu.


"Terima kasih kak, aku sekarang mengerti" ucap Zee senang tugas yang tadi dia rasa sulit sekarang sudah bisa dia kerjakan dengan bantuan kakaknya.


"Sama-sama Zee," sahut Vania tersenyum.


Malamnya di saat semuanya sudah berkumpul mereka makan bersama. Ayah Aditya yang sudah pulang dari kerjanya di salah satu perusahan di kota tersebut.


"Vania, Zee bagaimana sekolah kalian hari ini?" tanya Ayah Aditya di sela sela makan malam.


"Aku lancar Yah" jawab Vania. "Kalau aku tadi ada tugas susah Yah, tapi tadi aku minta bantuan kak Vania alhamdulillah aku bisa Yah" jawab Zee.


"Syukurlah kalian bisa melewati hari ini dengan lancar" ujar Ayah.


"Tapi kakak Vania ini loh Yah, masa anak gadis bangunnya siang terus malu sama adiknya yang masih SD tapi bangun pagi" seru ibu menimpali.


"Bu, walau Vania masih ngantuk tapi aku tetap bangun kan" sanggah Vania.


"Iya kalau bukan ibu yang bangunkan kamu masih kesiangan, ini sih kamu tuh ya kak kalau ibu perhatikan senangannya main handphone saja sampai larut malam" imbuh ibu.


"Sudah, sudah jangan ribut. Sekarang Vania dengarkan Ayah. Main handphonenya dikurangi ya jangan sampai malam. Dan ibu juga jangan terlalu keras memarahi anak nanti anaknya bosan" perintah papa.

__ADS_1


"Iya Yah" ibu dan Vania menjawab kompak.


__ADS_2