Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 80


__ADS_3

"Kamu pasti tidak percaya Ra," Ujar Tania. "Siapa Tan, cepat kasih tahu aku, mau kamu aku mati penasaran" ancam Saira.


"Kamu masih ingat kak Valen" tanya Tania. "Hmm..Iya" Saira sempat mengingatnya. "Dia sekarang yang menjadi kekasih Fika sekarang" terang Tania mengebu ngebu.


"Oh ya, bagaimana bisa Fik" Saira langsung menatap Fika yang masih malu. Karena cintanya akhirnya kesampaian.


"Panjang ceritanya Ra, aku pertama sempat kesal terlebih dahulu" ujar Fika berubah cemberut. "Habis kak Valen setiap bertemu aku pasti menanyakan kamu terus Ra, tapi karena dia sering menanyakan kamu dan kebetulan kantor aku dan kak Valen bekerja sama, kita sering bertemu dan akhirnya kita jadian deh" Fika tersenyum girang.


Fika memang semenjak lulus kuliah menetap di Bandung karena mendapatkan pekerjaan di Bandung sama dengan Valen yang notabennya orang Bandung.


"Syukur lah Fik, ternyata cinta mu tidak bertepuk sebelah tangan" ujar Saira senang. Saira tahu bahwa Fika sudah memendam perasaannya pada kak Valen sudah lama.


Saking asyiknya mereka bertukar cerita tak terasa waktu sudah jam 3 sore mereka akhirnya berpamitan pulang.


"Ra, kok cepat sekali ya sudah sore lagi" ujar Tania melihat jam dipergelangan tangannya. "Ra, kita pamit pulang ya sudah sore aku sama Tania mau naik kereta yang jam 5 sore" ujar Fika.


"Kenapa tidak menginap saja di sini Tania, Fika!" tawar Saira. "Pengennya sih, tapi besok ada deadline pekerjaan aku harus diselesaikan secepatnya" terang Tania.


"Aku, sebenarnya ingin menginap di sini Ra, masih kangen. Tapi kasian Tania tidak ada yang menemani di keretanya.


"Alasan saja kamu Fik, bilang saja kamu sudah kangen sama kak Valen kan" sindir Tania. "Bukan seperti itu Tan, tapi aku tidak enak sama kamu masa kita pergi berdua pulangnya sendiri sendiri" ujar Fika. "Iya deh, kamu memang soulmate aku yang baik" ujar Tania mengacungkan kedua jempolnya.


Mereka berpamitan pada ibu dan ayah. Tania dan Fika sudah memesan taxi online untuk mengantarkannya ke stasion yang di tuju.


"Dah, baby Keanu sampai ketemu lagi" Tania dan Fika melambaikan tangan dari mobil. "Dadah.. Terima kasih tante tante sudah nengokin baby Keanu" ujar Saira.


Saira masuk kembali ke dalam setelah mengantarkan temannya sampai teras.


Ra, nak Juan pulang ke sini atau ke apartemen" tanya ibu. "Sepertinya ke apartemen bu soalnya besok sudah mulai masuk kerja" terang Saira.


"Oh, ya sudah. Ibu kasian saja dia di sana bagiamana makan dan menyiapkan untuk ke kantor besok" ujar ibu.


"Ibu tenang saja, kak Juan kan sudah terbiasa hidup mandiri" ujar Saira. "Bukan begitu Ra, kalian kan sudah menikah, bukan dulu sebelum menikah" terang ibu.


"Iya bu, insya Allah kak Juan tidak apa bisa melakukannya sendiri" ujar Saira.

__ADS_1


"Baik lah" ibu kembali ke dalam kamar.


Sudah hampir sebulan Saira berada di rumah ibu. Saira keasyikan di ibu karena ada yang membantu menjaga Keanu tapi yang terlihat tersiksa adalah Juan. Setiap berapa hari sekali harus bolak balik apartemen ke rumah ibu.


Ibu merasa tidak enak dan sering mengingatkan Saira.


"Ra, kamu tidak kasian pada suamimu. Kasian loh nak Juan harus sering bolak balik kesini" ujar ibu. Sebentar lagi ya bu tunggu Keanu aqiqah biar aku tidak bolak balik kesini lagi" ujar Saira mencari alasan. Sebenarnya Saira enggan untuk kembali ke apartemen lebih utamanya tidak ingin berlama lama dengan Juan.


"Ya sudah, bukannya ibu tidak suka kamu tinggal di sini tapi ada yang lebih wajib untuk kamu perhatikan. Sekarang kamu sudah menikah sudah sepantasnya kamu tinggal bersama keluarga kecilmu yang kamu bangun" ibu mencoba mengingatkan Saira.


Saira terdiam dalam pikirannya." Seandainya ibu tahu apa yang sedang aku rasakan, aku harus bagaimana?" dalam hati Saira.


"Kamu sudah bilang sama suami dan mertua mu kapan akan di adakan aqiqah anakmu Keanu?" tanya ibu. "Sudah bu, tapi sama mamah belum" ujar Saira. "Lekas beri tahu mamah mertua mu jauh jauh hari agar tidak repot pas acaranya siapa tahu keluarga mertuamu ada acara di hari itu" jelas ibu.


"Baik bu, Saira akan memberitahu mamah" jawab Saira.


Saira langsung menggambil ponselnya langsung menghubungi mamah mertuanya.


Saira : "Assalamualaikum"


Mamah : "Waalaikumsalam"


Mamah : Alhamdulillah sayang mamah sehat"


Saira :"Alhamdulillah"


Mamah : Bagaimana kabar Saira dan cucu kesayangan mamah"


Saira : Alhamdulillah sehat juga mah"


Mamah : "Maaf ya Ra, mamah jarang menengok mu ke sana, papah mu loh lagi banyak yang di rasa sakit ini lah itu lah"


Saira : "Tidak apa mah, yang penting mamah sehat terus dan papah lekas sehat kembali.


Mamah : "Aamiin, ada apa Ra, menghubungi mamah"

__ADS_1


Saira : Begini mah kami insya Allah punya rencana akan mengadakan syukuran aqiqah Keanu di rumah ibu, apa mamah ada acara"


Mamah : "Kapan itu Ra"


Saira : "Insya Allah tgl 20 Desember ini mah"


Mamah : "Sebentar, sepertinya mamah tidak ada acara Ra, insya Allah nanti mamah pasti datang Ra, buat cucu mamah"


Saira : "Alhamdulillah, nanti Saira kabari lagi ya mah infonya"


Mamah : "Baik, ditunggu info selanjutnya ya Ra"


Saira : "Baik mah, Assalamualaikum"


Mamah : "Waalaikumsalam"


Saira lega sudah membaritahukan ibu mertuanya akan niatannya mengadakan syukuran Keanu.


Sore harinya,


Juan pulang kerja langsung ke rumah ibu. "Assalamualaikum, kesayangan Deddy" ucap Juan memasuki kamar Saira. "Sudah pulang kak" tanya Saira. "Sudah yang" jawab Juan melepaskan tas nya ke meja. "Jangan langsung pegang Keanu, cuci tangan dulu kak" ucap Saira sebelum Juan akan mengendong dan mencium Keanu.


"Ah, ya kakak ke kamar mandi dulu sebentar" ucap Juan tidak jadi mendekat ke arah Keanu.


"Nah sekarang Deddy sudah cuci tangan, sudah bisa peluk Keanu" Juan menggendong Keanu. Karena di kantor Juan sudah teringat terus akan putranya ini.


"Kak, tadi aku sudah menghubungi mamah tentang acara syukuran aqiqah Keanu" ujar Saira memberitahu Juan. "Oh ya, bagaimana menurut mamah" tanya Juan masih menggendong Keanu. "Ya mamah insya Allah bisa datang nanti pas acaranya. Nanti kabari saja informasi selanjutnya, mamah akan membantu kita" ujar Saira.


"Ya sudah bagus kalau begitu" jawab Juan. "Setelah itu?" tanya Juan.


"Maksudnya?" Saira bingung.


"Iya setelah acara syukuran Keanu, kita akan pulang kan ke apartemen" imbuh Juan. Saira tak langsung menjawab.


"Ya kita lihat nanti saja kak. Oh iya kakak sudah makan?" Saira mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Belum" jawab Juan. "Ya sudah kakak istirahat saja dulu nanti aku siapkan makan" Saira beranjak keluar kamar.


Juan masih binggung dengan jawaban Saira yang selalu mengalihkan jika ditanya pulang ke apartemen.


__ADS_2