Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 108


__ADS_3

Juan sekarang berusaha menjadi suami dan ayah siaga. Dia menebus kesalahan sebelumnya pada Saira dengan perhatiannya hingga Saira kewalahan dengan perhatiannya yang berlebihan mungkin lebih disebut over protektive.


Di penjara.


Helena sudah pasrah dengan hukuman yang akan dia terima nanti karena dia sudah menyesal akan perbuatannya. ketika dia sedang merenungi keadaannya. Petugas sel tahanan wanita memanggilnya.


"Helena, ada yang ingin bertemu denganmu!" seru petugas tersebut. Sepertinya banyak yang ingin mengunjungimu walau masih baru di sini" ujar petugas.


Helena pun binggung siapa lagi yang menemuinya di sini, tidak mungkin orang tuanya karena mereka tidak tahu Helena ada di penjara.


Helena masuk ke dalam ruangan besuk melihat sosok laki laki yang membelakangi nya.


"Siapa anda, ada perlu apa anda menemuiku?" tanya Helena. setelah pria itu membalikan badan Helena kaget melihat orang yang ada di hadapannya. Orang sudah mencampakannya hingga ke titik seperti ini.


"Mau apa kamu kesini?" ketus Helena. "Helena, maafkan aku" ucap pria itu mendeket. "Jangan mendekat aku tidak sudi melihat wajahmu lagi setelah kau mecampakan aku begitu saja" Helena mundur.


"Helena, tolong maafkan aku. Aku bersalah aku tak mendengar ucapanmu waktu itu. Sekarang aku baru tahu jika bayi yang di kandungmu itu adalah anak ku, darah dagingku" ujarnya.


"Jangan kau sebut bayi yang dikandungku anakmu, karena sudah cukup kau menolak bayi ini waktu itu dan ku anggap bayi ini tidak memiliki ayah" ujar Helena.


"Helena dengarkan aku, setelah aku tahu kejadian sebenarnya aku langsung sadar bahwa bayi yang kau kandung adalah anak ku, aku langsung mencarimu Helena" ujar Pram.


"Hah, mencariku! kemana saja kau saat aku terpuruk dan hancur. Hingga akhirnya aku sampai saja menghilangkan nyawa orang lain, itu semua karena aku putus asa" Helena menangis .


Pram meraih tubuh Helena yang rapuh dan memeluknya. Helena tidak menolaknya. "Aku akan berusaha membebaskanmu, aku akan mencari cara Helena, bersabarlah" tekad Pram.


Helena tidak banyak berharap, karena dirinya yakin Juan tidak akan memaafkannya sekarang dan dia sudah menerimannya.


"Tidak usah mas Pram aku sudah menerimanya. Biarlah aku mendekam di sini untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku ini" lirih Helena.

__ADS_1


"Tidak Helena, kamu harus kuat dan yakin demi anak kita" Pram meyakinkan Helena.


"Sudahlah mas Pram, lebih baik mas Pram pulang dan kembali ke wanita yang sekarang mas Pram pilih, biarkan aku di sini bersama bayi yang ku kandung. Aku sudah bertekad akan merawatnya sendiri" ujar Helena pasrah.


"Tidak Helena kita akan merawat dan menjaganya bersama, aku sudah tidak bersama wanita manapun lagi. Sekarang aku hanya ingin bersama bayi ini" ujar Pram.


Setelah kamu keluar mari kita menikah kembali memulai rumah tangga kita dari 0" tambah Pram.


"Jika mas Pram hanya menginginkan bayi ini aku tidak menghalanginya, mas Pram bisa menemuinya tapi kalau untuk menikah kembali aku belum bisa" ujar Helena yang berpikir Pram mau menikah dengannya hanya karena bayi yang dikandungnya bukan karena dirinya.


"Baiklah aku tidak akan memaksamu untuk sekarang tapi aku akan berusaha mengeluarkanmu dari sini" Pram tidak memaksa Helena karena masih terlalu cepat untuk Helena setelah dia sudah menyakitinya.


Helena tidak mau berharap banyak cukup dia bisa bertahan hidup di penjara dan bisa membesarkan bayinya saja itu sudah cukup baginya. Dia sudah merasa berdosa sudah mencelakai orang lain, dia tidak ingin apa yanh sudah dia perbuat akan menimpa dia dan bayinya.


Saira melihat perubahan Juan yang sekarang ini merasa senang. Mulai dari perhatian hingga sikapnya yang sudah tidak keras lagi padanya.


Saira : "Sudah kak" aku sudah makan tadi jam makan siang aku ke kantin"


Saira : "Iya kak, aku sebentar lagi pulang"


Begitu salah satu pesan yang sering di terima Saira. Juan sekarang lebih sering berkabar dan yang membuat Saira pusing hampir 2 jam sekali menanyakan keadaannya.


Di kantor Juan.


Tok tok..


"Masuk" seru Juan.


"Permisi pak Juan ada yang ingin bertemu dengan bapak" ujar Teri. "Siapa?" tanya Juan karena merasa tidak memiliki janji hari ini dengan seseorang.

__ADS_1


"Tidak tahu pak, tapi katanya anda mengenalnya" sahut Teri. "Ok, suruh masuk saja" ucap Juan. " Baik pak" Teri memanggil tamunya untuk masuk.


" Selamat siang" sapa tamu tersebut.


"Pram" Juan kaget melihat siapa yang datang menemuinya. "Iya saya Pram, anda masih mengingat saya" Pram menjawab dengan sopan.


"Ada hal apa yang menyebabkan anda datang kesini?" tanya Juan tanpa basa basi. " Ah, maafkan saya sebelumnya karena perkenalan kita sebelumnya kurang baik. Juan hanya menatapnya tidak menjawabnya.


"Maksud kedatangan saya kemari ingin memohon maaf kepada anda terutama istri anda atas apa yang sudah dilakukan oleh mantan istri saya kepada istri anda" ujar Pram.


"Jika kedatangan anda kesini untuk meminta maaf sepertinya saya sudah memaafkan mantan istri anda tapi untuk masalah hukum tetap masih berlanjut mengingat apa yang sudah Helena lakukan sudah begitu fatal" ujar Juan.


"Saya mengerti dengan anda tidak mudah untuk memaafkan kesalahan yang sudah mantan istri saya perbuat tapi dengan kerendahan hati saya atas nama Helena saya ingin keringanan untuk Helena.


Mungkin di sini yang harus di salahkan adalah saya. Karena kehilapan yang Helena lakukan dari sikap saya yang tidak memperdulikannya. Saya janji Helena tidak akan menggulanginya lagi dan satu hal lagi Helena sedang mengandung anak kami apa anda tidak merasa kasihan melihatnya seorang ibu hamil dipenjara" Pram memohon pada Juan.


"Maaf Pram saya tidak bisa membantu apa apa untuk Helena, apa Helena sadar saat melakukannya waktu jika dia sedang hamil" Juan membantah.


"Iya saya tahu tapi itu semua karena dia gelap mata karena masih mencintai anda. Apa anda tahu mengapa saya bersikap acuh dan selingkuh karena saya kecewa padanya. Dia mau menikah dengan ku tapi ternyata hatinya bukan untuk suaminya tapi untuk laki laki lain. Apa yang anda lakukan jika mengetahui seperti itu?" Pram malah balik bertanya.


Juan terdiam mencerna apa yang dikatakan Pram. Juan dan Helena terjebak pad kisah masa lalunya yang belum usai.


"Sekarang marilah kita berdamai dengan kehidupan masing masing, lupakan masa lalu kalian. Anda bahagia dengan istri dan anak anda begitu pun saya dengan Helena dengan calon bayi kami. Kita akan memulainya kembali tanpa bayang masa lalu diantara kalian" Jelas Pram.


"Baiklah, mungkin itu saja yang saya sampaikan semoga anda bisa tergerak hatinya untuk membebaskan Helena. Selamat siang" ujar Pram sebelum pergi.


"Pram" panggil Juan saat Pram akan membuka pintu.


"Anda salah memohon pada saya tapi istri saya lah yang lebih berhak memaafkan Helena" ucap Juan dan Pram keluar meninggalkan ruangan Juanb setelah mendengar ucapan Juan.

__ADS_1


__ADS_2