
"Jangan bilang dulu sama kak Juan ya mah" pinta Saira. "Saira ingin buat kejuatan untuk kakak" tambahnya. "Terserah sayang, mamah mengikuti apa saja yang kamu mau" jawab Mamah.
Mamah selain ingin memberikan hukuman pada Juan juga ingin menebus kesalahannya pada menantunya karena mamah merasa abai akan permasalahan anak dan menantunya selama ini. Maka dari itu mamah pun berniat ingin mengobati luka di hati dan fisik Saira di sini di rumahnya dengan memantaunya terus.
Hampir satu bulan lamanya Juan tidak bertemu dengan anak dan istrinya. Kerinduan yang sudah memuncak, Juan senang karena sebentar lagi akan bertemu. Juan sudah menyuruh bi Marni untuk merapikan kamar dirinya dan menyiapkan makanan untuk kepulangan Saira.
Siang itu Juan sudah bersiap siap pergi ke rumah mamahnya.
"Bi, semuanya sudah beres?" tanya Juan. "Sudah pak," jawab bi Marni setelah melakukan tugasnya. "Baik, saya akan menjemput istri saya dulu, bi Marni bisa tunggu di sini dulu sampai saya pulang. Saya takut masih membutuhkan bi Marni di sini" ujar Juan mengingat Saira masih di kursi roda belum bisa melakukan aktifitasnya sendiri.
"Baik pak, saya akan menunggu di rumah" sahut bi Marni.
Juan langsung bergegas ke mobil dan melajukan kendaraannya menuju rumah orang tuanya. Rasa rindunya membuat Juan sangat bersemangat, di sepanjang perjalanan Juan tersenyum senang sebentar lagi akan bertemu anak dan istrinya.
Juan masuk ke dalam perkarangan rumah orangtuanya. Setelah mematikan mesin mobil Juan masuk ke dalam rumah dengan mengucapkan salam. Tapi dari dalam tidak ada yang menjawab salamnya.
"Kok sepi apa mereka semua pergi" Juan tidak memberitahukan akan kedatangannya hari ini pada orang tuanya.
"Apa jangan jangan mamah dan papah membawa pergi jauh lagi Saira" pikiran Juan sudah buruk mengingat papahnya pernah menyembunyikan istrinya.
Juan mencari kesetiap kamar dan ruangan sambil berteriak. "Yang.. sayang..Saira...!" Juan membuka pintu satu persatu.
Tidak menemukan Saira dan anaknya di setiap ruangan menjadiakan Juan putus asa dan menangis terduduk di menyandar di dinding.
Di saat Juan sedang bersedih dengan pikirannya yang buruk akan kepergian anak dan istrinya, dari jauh terdengar dari arah belakang ada suara tangisan bayi. Juan mendengarkan suara bayi tersebut makin mendekat hingga akhirnya.
"Papah" Juan menghampiri papah yang menggendong bayi sedang menangis.
"Keanu" Juan langsung merebut Keanu dari pangkuan papahnya dan menciumi anaknya.
__ADS_1
"Jangan pergi lagi sayang maafkan Daddy" ucap Juan. Papah yang melihat sikap putranya binggung. "Kak, kamu ini kenapa? datang datang menangis" ujar papah.
"Pah, dimana Saira? papah jangan sembunyikan istri dan anakku lagi. Sudah cukup aku satu bulan lamanya terpisah jangan papah dan mamah pisahkan lagi!" pinta Juan.
"Kamu ngomong apa sih kak?" tanya papah.
"Siapa yang sembunyikan anak dan istrimu?" tiba tiba dari belakang seorang wanita paruh baya bertanya.
"Mah" Juan melihat sumber suara. "Siapa yang menyembunyikan anak dan istrimu hah? kakak kan tahu mamah hanya membawa menantu dan cucu mamah ke rumah ini" ujar mamah.
"Ya Juan pikir papah sama mamah akan memisahkan Juan dan Saira lagi" jawab Juan sembari menggarukan kepala.
"Begitu lah kalau sering melakukan kesalahan pasti sudah ketakutan terlebih dahulu" ujar mamah. " Bukan begitu mah, kakak pikir Saira hilang lagi" Karena ketakutannya Juan tersenyum malu sampai lupa akan keberadaan Saira yang berdiri di samping mamah.
"Loh, mah Saira kenapa berdiri di situ kemana kursi rodanya" tanya Juan baru menyadari keberadaan Saira.
Saira mendekat kearah Juan dengan perlahan. "Kak, aku sudah bisa berjalan. Selama di sini mamah membantuku untuk latihan berjalan, bahkan mamah mendatangkan perawat untukku di sini" terang Saira.
"Pantas saja mamah tidak menghubungiku selama kamu di sini untuk mengantarmu ke rumah sakit, ternyata kamu ada yang merawatnya juga selain mamah" Juan senang.
"Mamah terima kasih, kakak pikir mamah akan benar benar memisahkan ku ternyata mamah merawat istriku di sini. Terima kasih mah Juan ucapkan" Ucap Juan tersenyum.
"Itu sudah tugas mamah kak untuk merawatnya bukan menyakitinya" sindir mamah. Juan yang tadinya tersenyum berubah menjadi diam karena malu akan perbuatannya dulu.
"Ya sudah sekarang waktunya Juan merawat Saira dan Keanu. Juan minta izin sama mamah dan papah untuk membawa pulang kerumah" pinta Juan.
"Kamu ya kak, datang datang langsung main bawa saja anak orang" ujar mamah. "Ini bukan anak orang mah, ini istri dan anak Juan juga" elak Juan.
Papah memberi signal dengan menganggukan kepala pada mamah agar membiarkan Juan membawa anak dan istrinya pulang.
__ADS_1
"Biarkan mah, mereka sudah cukup lama tidak bertemu. Biarkan Juan membawanya pulang" ujar papah.
"Huft" mamah pasrah karena memang benar mereka berdua sudah lama berpisah terlihat dari Saira yang sering murung karena merindukan suaminya. Padahal suaminya suka menyakitinya yang notabennya adalah putranya sendiri.
"Baiklah jika Saira sendiri ingin pulang mamah tidak akan memaksa. Ra, apa kamu ingin pulang ikut dengan suamimu yang tidak peka ini?" sindir mamah lagi.
"Mamah" protes Juan. "Iya mau mah" Saira menjawab pelan malu malu. "Tuh kah mah Saira saja ingin ikut dengan kakak pulang" ujar Juan.
"Ya sudah Saira jika kamu ingin pulang tidak apa ikuti saja kata hatimu. Mamah tidak akan menahanmu di sini. Tapi ingat Saira jika laki laki ini menyakitimu lagi mamah yang akan membawa mu lagi pergi jauh" mamah memperingati sembari melirik Juan.
"Baik mah" sahut Saira. Juan langsung mengikuti Saira ke kamar membantu mengemas pakaian Saira dan Keanu. "Yang bawaan kamu banyak sekali, perasaan waktu kamu pergi tidak sebanyak ini" tanya Juan heran.
"Mamah yang membelikan semuanya selama aku di sini kak" jawab Saira sembari merapikan barang bawaannya.
"Hmm" Juan hanya mengehela nafas karena tahu mamahnya selalu memberikan sesuatu pada orang yang di sayanginya.
Selesai membereskan barang bawaan Saira dan Juan turun ke bawah menemui mamah dan papahnya dengan di temani Jenita menggendong Keanu.
"Pah, Mah. Saira dan Keanu pulang dulu" pamit Saira pada mertuanya. "Terima kasih mah, pah selama Saira di sini jadi merepotkan terus semuanya" ujar Saira.
"Tidak sayang, justru mamah senang bisa dekat dengan cucu mamah di sini" ucap Mamah. "Ya tante jadi tidak bisa ketemu lagi sama Keanu" seru Jenita karena selama ada Keanu di rumah jadi ramai. Jeni selalu terhibur kalau pulang sekolah karena keponakannya.
"Ya nanti nenek dan tante Jeni sering sering main ke rumah Keanu!" Ujar Saira. "Sepertinya tante akan jarang bertemu Keanu karena tante akan sibuk untuk persiapan pendaftaran kuliah sebentar lagi" seru Jeni sedih.
"Masih ada waktu tante, puas puasin deh main sama Keanu, bila perlu tante Jeni menginap di rumah Keanu" ucap Saira tersenyum.
"Jangan sekarang, nanti saja ya Jen" potong Juan. Karena jika Jeni ikut kerumahnya bisa kacau nanti tidak bisa berduaan dengan istrinya di rumah.
"Ish kakak orang kak Saira yang ajak" cebik Jeni. "Sudah Jen, kamu ke rumah kakaknya lain kali saja jangan sekarang" ucap papah karena tahu Juan ingin melepas kangen bersama anak dan istrinya terlebih dulu.
__ADS_1