
Juan sebenarnya sudah tidak ingin bertemu dengan Helena karena sudah tidak ingin berurusan dengan Helena apapun itu dan yang Juan takutkan Helena akan bertindak yang lebih lagi pada Saira. Tapi karena Saira memaksa akhirnya Juan menyetujuinya.
"Hmm..baiklah asal ada satu syarat! kamu harus hati hati dengan Helena. Kakak takut dia melakukan hal yang tidak tidak terhadapmu" Juan memperingati.
"Baik kak" sahut Saira.
Saira setelah mengetahui siapa yang sudah mencelakai dirinya terus berfikir motif apa yang bisa membuat Helena melakukan hal itu terhadap dirinya.
Ke esokan harinya.
Juan pulang kerja tidak langsung pulang ke rumah karena mamah sudah berpesan agar segera menemui mamahnya di rumah.
Juan pun menghubungi Saira akan pulang telat hari ini karena akan ke rumah mamah terlebih dahulu.
"Assalamualaikum" sapa Juan memasuki rumah mamah. "Waalaikumsalam, kak Juan tumben ke sini" jawab Jenita yang ada di ruang tengah. " Kakak ada perlu sama mamah. Mamah kemana dek?" tanya Juan yang belum melihat mamahnya.
"Mamah ada di kamar kak" jawab Jeni. " Oh ya dek, kamu kapan ujiannya?" tanya Juan sebelum menemui mamah. "Minggu depan kak, kakak doakan Jeni ya supaya bisa ujiannya" pinta Jeni. "Pasti kakak doakan dek, semoga kamu berhasil dan lancar ujiannya" Juan mendoakan. "Aamiin" Jeni mengamiinkan.
"Sudah ada rencana dek, mau kemana setelah lulus SMA?" belum tahu kak, tapi nanti Jeni ikutan tes masuk perguruan tinggi jalur mandiri ke universitas di Jakarta " ujar Jeni.
"Memang kamu sudah fix jurusannya?" tanya Juan. "Insya Allah kak, aku kan sekarang ambil jurusan IPA di SMA, rencananya aku mau ambil jurusan kedoktoran atau MiPA" ujar Jeni yang senang dengan hitungan dan rumus. Berbeda dengan Juan yang senang dengan ilmu ekonomi.
"Jurusan apa saja yang penting kamu bisa dan menguasainya, mudah mudahan bisa tercapai" Juan menyemangati. "Aamiin kak" sahut Jeni.
"Ya sudah kakak ke kamar mamah dulu ya dek" pamit Juan. "Iya kak" sahut Jeni.
Tok tok
__ADS_1
Juan mengetuk pintu kamar mamah.
"Masuk" sahut mamah dari dalam. "Mah" sapa Juan mencium tangan wanita yang sudah melahirkannya. Juan duduk di kursi berhadapan dengan mamah yang duduk di tepi ranjang.
"Ada apa mamah memanggil kakak ke sini?" tanya Juan. "Apa mamah harus menyuruhmu supaya bisa menemui mamah" jawab mamah. "Bukan seperti itu mah tapi tidak sepeti biasanya saja mamah sampai memberikam pesan khusus untuk kakak" ujar Juan.
"Juan, mamah ingin bertanya padamu kamu harus jawab dengan jujur" tanya mamah mulai serius.
Mamah kalau sudah memanggil nama Juan berati sedang mood serius atau marah. "Mamah mau tanya apa sama Juan? tanyakan saja" sahut Juan.
"Apa kamu selama menikah dengan Saira masih berhubungan dengan Helena?"
Deg.
"Apa mamah sudah tahu permasalahan aku dengan Saira" pikir Juan dalam hati.
"Apa maksud mamah membohongi mamah, dan mamah tahu dari siapa tentang itu?" Juan mengeles. " Cukup Juan! kamu tinggal jawab apa masih kamu berhubungan dengan Helena walau kamu sudah menikah dengan Saira dan terlebih dia juga orang yang sudah melukai menantu mamah?" mamah memperjelas.
"Huft.." Juan menghembuskan nafasnya pasrah.
"Mah, Juan minta maaf sama mamah karena sudah mengecewakan mamah" ujar Juan. " Mungkin Juan waktu itu dibutakan oleh cinta yang sangat mendalam. Susah bagi Juan untuk melupakan seseorang yang sudah mengisi hati Juan walau dia sudah meninggalkan Juan tapi rasa ini masih tetap ada.
Meskipun Saira menggantinya tapi tetap waktu itu yang ada di perasaan Juan hanya kenyamanan bukan cinta. Di tambah pertemuan Juan dengan Helena kembali waktu itu semakin membuat Juan meragukan cinta Juan pada Saira" terang Juan.
Mamah tahu awal aku mengenal Saira. Juan hanya bisa berharap Saira bisa menggantikan posisi Helena yang hilang tapi Juan merasa waktu itu rasa cinta itu belum kunjung ada" tambah Juan.
"Lantas mengapa kamu menikahi Saira Juan? kamu hanya akan menyakitinya jika seperti itu. Kamu jangan egois memiliki tapi tidak di cintai itu menyakitkan Juan" marah mamah.
__ADS_1
"Tapi kan Juan niat menikahi Saira memang ingin membangun rasa itu dengan Saira seiring waktu berjalan. Tapi di saat Juan akan mencoba menjalani bersama Saira di situ Helena hadir di tengah tengah rasa yang belum pasti" ujar Juan.
Juan semakin dilema mah saat itu" Juan bersimpuh dikaki mamah. "hingga akhirnya kejadian demi kejadian yang menimpa Saira membuat Juan sadar, bahwa cinta itu tumbuh dari kenyamanan dan kesetian bukan obsesi semata. Dan Juan rasakan saat ini pada Saira. Walau terlambat tapi Juan akan memulainya dan memperbaikinya.
"Mamah kecewa sama kamu Juan, kamu sudah mempermainkan perasaan wanita. Mamah juga wanita tahu apa yang di rasakan Saira yang di jadikan percobaan rasa cinta oleh pasangannya. Beruntung mamah memiliki menantu seperti Saira yang tidak banyak menuntut dan mengeluh" ujar mamah.
"Apa yang harus mamah katakan jika sudah seperti ini? mamah malu pada Saira dan besan, putrinya sudah diperlakukan seperti ini" jelas mamah.
"Tapi mah, Juan tidak selingkuh Juan tidak melakukan apapun dengan Helena walau Juan kadang suka kasian pada Helena telah di sia siakan oleh suaminya Juan hanya tidak tega mah dan Juan sudah melakukan tugasnya memberikan nafkah lahir batin dan perhatian laiknya suami pada istri" bela Juan.
"Tidak selingkuh maksudmu? apa yang kamu lakukan menemani mantan kekasih yang sedang bermasalah dengan rumah tangganya dan menemani wanita hamil ke dokter kandungan itu bukan selingkuh. Iya yang terlihat tidak selingkuh fisik tapi selingkuh hati dan perasaan kamu. Ingat Juan kamu itu sudah menikah memiliki istri yang harus kamu perhatikan" imbuh mamah kesal.
Deg.
"Mamah tahu apa yang aku lakukan" gumam Juan dalam hati.
"Iya mah Juan mengaku salah dan menyesal akan perbuatan Juan waktu itu" Juan memohon ampun pada mamah dengan bersimpuh dan mencium tangan mamah.
"Bukan pada mamah kamu harus meminta maaf tapi pada istrimu yang sudah kamu sakiti" tegas mamah.
"Pulanglah, minta maaflah pada istrimu dan perbaiki sikap mu pada istrimu!" perintah mamah.
Juan pulang dengan perasaan bersalah, apa yang dikatakan mamahnya benar. Juan bertekad akan memperbaiki hubungannya dengan Saira.
Setelah menunggu beberapa hari Juan meminta izin kembali untuk mengantar Saira melakukan terapi ke rumah sakit. Tak lupa Juan sudah berjanji akan menemani Saira bertemu dengan Helena di penjara.
"Kakak tidak lupa kan hari ini setelah kita dari rumah sakit akan menemui Helena!" Saira mengingatkan. "Iya sayang, kakak tidak lupa" Juan sembari mendorong kursi roda Saira dan menaiki ke dalam mobil.
__ADS_1
Di jalan mereka terdiam tidak ada yang berbicara karena pikirannya masing masing. Saira dengan pikirannya yang menduga duga dengan apa dibalik motif yang dilakukan Helena padanya. Sedangkan Juan dengan pikirannya yang takut jika Heleqna bertemu dengan Saira akan melakukan hal yang diluar kendali.