
Di kantor Juan merasakan hal yang berbeda biasanya dia suka melewatkan sarapan hingga siang sekarang Juan tidak pernah terlewatkan sarapan bahkan jika tidak sempat makan di rumah Saira sering menyiapkan bekal sarapan untuk Juan ke kantor.
"Juan, kamu tidak ke kantin biasanya jam segini kamu sudah pesan kopi" tanya Gwen.
"Aku sudah kenyang Gwen tadi aku sarapan terlebih dahulu sebelum ke kantor" jawab Juan sembari meneruskan mengetiknya.,
"Oh iya Juan kamu sudah tahu kabar Helen" tanya Gwen. " Tidak, memangnya ada apa dengan Helen" Juan masih bersikap biasa saja.
"Kamu tahu Juan, kalau pernikahan Helen sekarang sedang bermasalah, dengar dengar dia akan bercerai" ujar Gwen.
Juan pura pura tidak menghiraukan Gwen tentang Helen. "Juan, kamu dengarkan aku kan" tanya Gwen karena merasa di acuhkan Juan. "Hemm..iya Gwen, terus aku harus bagaimana dengan masalah rumah tangga orang" jawab Juan.
"Ya tidak aku hanya kasian saja aku sama Helen. Dia kan cantik tapi sayang nasibnya tidak seberuntung wajahnya" ujar Gwen.
"Memang suaminya kenapa sehingga Helen meminta cerai, suaminya kaya raya dan sepertinya baik" Juan yang mulai penasaran.
"Dengar dari sahabatnya Cyntia, suaminya kasar dan suka main wanita" tambah Gwen. Juan terdiam memikirkan nasib mantan kekasihnya itu.
"Juan, maaf aku jadi bicara kemana mana. Aku kembali keruangan ku sekarang" pamit Gwen meninggalkan ruangan Juan.
Sementara Juan masih memikirkan yang diceritakan Gwen, Juan teringat ketika dia melihat Helen wajahnya terlihat seperti tidak bahagia.
Waktu sudah menunjukan pukul 5 sore Juan bersiap pulang dan menjemput Saira ke kantornya. Saira melihat mobil Juan sudah terparkir di tempat biasa Juan menjemput Saira.
"Sudah yang ayo kita pulang" seru Saira setelah masuk mobil dan Juan langsung menghidupkan mobil keluar dari area kantor Saira. Di mobil Juan nampak diam tidak ada perbincangan apapun selama di mobil dan Saira pun memperhatikan Juan yang dari tadi hanya fokus ke depan kemudi.
"Yang malam ini mau makan apa, nanti aku masak buat kak Juan" tanya Saira tapi Juan masih fokus mengemudi.
"Yang..sayang" panggil Saira. "Oh iya apa yang" jawab Juan kaget. "Kak Juan mau makan apa malam ini, nanti aku masakan buat kakak" sahut Saira pelan pelan.
__ADS_1
"Bebas apa saja yang kamu masak nanti kakak makan" jawab Juan. "Baiklah nanti aku masak yang ada di kulkas.
Saira setelah sampai ke apartemen langsung berganti baju santai dan menuju dapur untuk memasak. Sedang Juan seperti biasa berada di balkon sambil menyesap beberapa rokok.
masakan sudah jadi Saira langsung membersihkan badan ke kamar mandi.
"Yang kalau sudah solat magrib ayo kita makan" ajak Saira. "Iya kakak mandi dulu setelah solat kakak makan. Kamu kalau sudah lapar makan duluan saja" ujar Juan.
Saira menunggu Juan. "Yang kamu sudah makan" tanya Juan yang melihat Saira masih menonton televisi. "Belum" Saira menggeleng kepala. "Ya sudah ayo kita makan!" serunya.
"Kak, aku perhatikan kakak banyak diam saja dari tadi, apa kakak sakit" tanya Saira disela sela makan malam. " Tidak, kakak tidak apa apa hanya lelah saja dengan kerjaan menumpuk setelah cuti" Juan mecoba cari jawaban yang pas.
"Oh, ya sudah kakak istirahat saja, nanti aku siapkan vitamin supaya badan kakak fit" ujar Saira. " Iya sayang terima kasih" Juan tersenyum pada Saira.
Juan merasa tidak enak di saat istrinya memperhatikannya dia malah memperhatikan wanita lain, wanita yang pernah singgah di hatinya yang paling dalam.
"Sudahlah aku lupakan masa lalu sekarang aku sudah punya masa depan yang harus aku jalankan" gumam Juan dalam hati.
"Belum yang, masih tanggung filmnya belum selsai lagi seru serunya" ujar Saira. " " Drakor lagi, dasar wanita" ucap Juan yang langsung menyambar ponselnya. "Seru yang filmnya, ceritanya tentang wanita yang dikhianati oleh pasangannya tapi wanitanya masih memaafkan. Kalau itu aku, sudah aku tinggalkan pria seperti itu untuk apa mempertahankan pria yang sudah jelas jelas selingkuh" kesal Saira.
Deg..
Juan terdiam mencerna kata kata yang dilontarkan Saira, walau hanya cerita di dalam film tapi itu bisa menyentil hati dan pikiran Juan. Yang sekarang ini dia sedang memperhatikan wanita lain.
"Awas kamu nanti jadi kebawa bawa dalam kehidupan sehari yang" ucap Juan melihat Saira begitu menggebu gebu menontonnya.
"Ya tidak lah yang, ini kan hanya di film tapi kalau kenyataan tidak tahu" sindir Saira.
Jleb..Juan terpatung lagi mendengar ucapan Saira.
__ADS_1
"Aku ngantuk yang, kakak tidur duluan ya!" Juan langsung menarik selimut untuk menghindari celotehan Saira menanggapi film. "Ya yang, aku sebentar lagi tidur tunggu filmnya selesai" sahutnya.
Juan tidak benar benar langsung tidur dia bertambah pikirannya tentang sikapnya yang masih ada sisa rasa yang terdahulu.
Ingin rasanya mencintai sepenuhnya kepada Saira tapi mengapa bayang masa lalu ku kembali mengusikku di saat aku ingin belajar mencintai istriku seutuhnya, yangJuan rasakan sekarang baru rasa nyaman dan sayang kepada Saira belum betul betul Cinta" ungkap Juan di dalam hatinya.
Ke esokan hari Juan merasa sudah kembali ke mood suami pada umumnya.
Seperti biasa pagi agi Saira sudah menyiapkan sarapan dan pakaian untuk Juan bekerja.
" Yang ayo sarapan dulu" ajak Saira. "Iya yang" Juan duduk di meja makan dan Saira menyiapkan menyendokan nasi ke piring Juan.
" Yang sepertinya sore ini kakak tidak bisa jemput kamu pulang" ujar Juan. "Iya tidak apa apa kak" sahut Saira. "Kakak ada meeting di kantor sore ini kemungkinan pulang malam" terang Juan.
"Ok, nanti aku pulang sendiri kak pesan online kakak tidak usah khawatir" ujar Saira.
Mereka berangkat bersama Juan menurunkan Saira terlebih dahulu setelah itu menuju kantor Juan.
"Selamat pagi pak Juan" sapa salah satu staf. "Pagi" senyum ramah Juan yang menjadi angin segar para wanita di kantor Juan. Karena selain Gwen banyak wanita dikantor yang patah hati mendengar Juan menikah.
"Hai Juan" sapa Gwen yang tidak pernah absen untuk menyapa dan mendekati Juan.
"Hai Gwen" sahut Juan kemudian masuk keruangannya. Juan memulai pekerjaan dan menyiapkan bahan untuk meeting sore ini.
"Ra, kamu sore ini ada acara" tanya Sely. " Tidak mbak. "Mau ikut tidak aku ada acara makan makan kenaikan jabatan pak Ferry. semua karyawan di sini disini juga ikut kok" ajak Sely. "Maaf mbak Sely sepertinya aku tidak bisa ikut" tolak Saira.
"Kenapa Saira, ini kan acara kantor pak Reyhan dan pak Adrian juga ikut" Sely membujuk Saira agar ikut.
"Aduh mohon maaf ya mbak Sely kali ini Sely tidak bisa ikut, insya Allah lain kali Saira usahakan ikut" Saira menolak dengan halus karena Saira belum izin pada Juan dan tidak ingin berlama lama di luar.
__ADS_1
"Yah sayang sekali ya, ya sudah tidak apa Ra" jawab Sely.