Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 90


__ADS_3

Juan menggenggam kedua tangan Saira.


"Yang, maafkan kakak! Mungkin kata maaf saja belum cukup untuk menyembuhkan luka di hati mu. Tapi izinkan kakak menjelaskan semuanya" pinta Juan. Saira masih terdiam tidak menjawab apapun.


"Kakak tahu kakak laki laki yang tidak peka pada perasaan kamu. Tapi setidaknya kamu harus tahu apa yang kakak rasakan dulu dan sekarang" terang Juan.


"Kakak minta maaf, memang dulu kakak berhubungan dengan mu sebenarnya hanya coba coba agar bisa melupakan masa laluku. Lambat laun kakak sudah merasa nyaman sama kamu bahkan kakak sudah sayang sama kamu tapi tetap rasa cinta itu belum tumbuh sepenuhnya untukmu" ujar Juan jujur. Saira tidak kaget sebenarnya dia sudah punya feeling sejak pertama tapi mengapa mendengarnya langsung Saira merasa sakit sekali.


"Di tambah Helena tiba tiba hadir di antara kita saat itu yang membuatku goyah kembali, di saat kakak sedang belajar mencintai mu tapi apa daya rasa cinta kakak yang teramat pada Helena membuat kakak tidak bisa melupakannya" Juan menceritakannya pun sembari menangis menandakan dia begitu mencintai wanita itu.


Sakit tapi tidak berdarah mungkin istilah itu yang di rasakan Saira saat ini mendengar orang yang di cintai menceritakan wanita masa lalu nya sampai menangis.


Tapi akhirnya kakak sadar rasa cinta yang kakak rasakan pada Helena sudah berakhir, karena kehilangan helena dengan kehilangan mu berbeda sayang. Saat kakak di tinggalkan Helena kakak gila sampai hilang akal tapi saat kakak kehilangan mu rasa kehilangan yang begitu mendalam terasa kehampaan dalam hidup, rasa nyaman dan rasa semakin membutuhkan mu ada di sisi kakak seiring kepergian mu. Dari situ lah kakak sadar bahwa kakak sudah jatuh cinta padamu Ra!"


Air mata Saira meleleh begitu saja tanpa aba aba. Membuat Saira bingung untuk menjawab apa.


"Apa kakak sudah meyakinkan diri kakak untuk memilih? aku tak bisa memaksa kakak mencintai ku tapi aku hanya minta tolong hargai aku istrimu dan perasaan ini" Saira memegang dadanya.


"Jika kakak ingin kembali pada Helena silakan! aku tak mengapa asal kakak bahagia aku tidak akan menyalahkan kakak dan Helena karena aku hadir di antara kalian. Biarkan aku pergi dengan Keanu dengan perasaan tenang" ujar Saira.


"Tidak Saira, kakak sudah mantap memilihmu istri kakak satu satunya ibu dari anak ku" jelas Juan memeluk Saira dengan erat.

__ADS_1


"Berikan kakak kesempatan untuk menebus kesalahan kakak selama ini sayang. Mari kita mulai dari awal!" mohon Juan melepaskan pelukan dan menggenggam erat kedua tangan Saira.


"Aku takut kak" jawab Saira. "Apa yang kamu takutkan yang?" tanya Juan. "Apa aku bisa membuat kakak mencintaiku? tapi tak apa walau hanya aku saja yang mencintai kakak asal satu pinta ku, jangan kakak khianati dan kecewakan aku. Jika kakak sudah tidak mencintaiku cukup pergi dari kehidupan ku dan aku akan meninggalkan dan melupakan kakak" terang Saira.


"Kakak tidak bisa berjanji tapi kakak akan membuktikannya padamu dan Keanu kalau kakak akan menjadi suami dan Daddy yang baik untuk kalian" Juan mencium tangan Saira.


"Jadi, apakah kamu sudah memaafkan kakak sekarang?" tanya Juan meyakinkan. Saira tidak bisa berkata lagi hanya dengan mengangukan kepala. "Kakak ingin dengar langsung yang, apa kamu sudah memaafkan kakak?" tanya Juan sekali lagi. "Iya kak" jawab Saira denga menangis. Juan merasa senang dan bahagia akhirnya Istrinya mau memaafkan dan kembali lagi padanya.


Juan melihat jam di pergelangan tangannya. "Sayang, apa kamu sudah lapar" tanya Juan. "Lumayan sih kak, setelah lahiran apalagi aku menyusui aku jadi sering lapar terus" Saira mengerucutkan bibirnya.


"Baiklah, ayo kita makan dulu" ajak Juan. Mereka masuk kembali ke dalam mobil dan menyisir tempat untuk mencari tempat makan.


"Nah, kita kesini saja ya! Ini tempat makan favorite kami kalau ke sini. Makanannya enak enak loh yang" ujar Juan. "Oh ya, aku jadi penasaran" seru Saira.


"Kamu mau pesan apa yang?" tanya Juan. "Apa saja kak, yang menurut kakak enak di sini" jawab Saira.


Juan memilihkan makanan yang biasa di pesan oleh nya bersama keluarganya jika berkunjung ke sini.


"Ternyata enak juga ya kak, apalagi soto nya" seru Saira menikmati makanan yang dipesankan Juan. "Di sini makanannya legend loh yang, yang punyanya sudah 3 generasi tapi rasanya masih tetap enak" terang Juan.


Setelah mereka selesai makan mereka masuk lagi ke mobil. Di dalam mobil Juan melihat jam masih sore.

__ADS_1


"Yang, masih jam 4 sore masih ada waktu kita kemana dulu?" tanya Juan yang tidak mau menyia nyiaka waktu untuk berdua.


"Pulang saja kak, aku kasian sama Keanu takut mamah repot" cemas Saira.


"Tenang saja yang, Keanu ada nenek dan Tantenya ini yang jaga" Juan menenangkan Saira. "Tapi kan.." belum Saira menyelesaikan bicara Juan sudah memajukan mobilnya.


"Sudah kamu ikut kakak saja, kita akan buat kenang kenangan yang manis di sini!" seru Juan tersenyum. "Mau kemana kita kak?" Saira merasa tidak enak mau di bawa kemana dia. "Kenapa harus takut toh dia di ajak suaminya juga" pikir Saira dalam hati sambil menertawakan dirinya.


"Loh, ini kita mau kemana kak" Juan membelokan mobilnya ke sebuah hotel di pusat kota tersebut. "Sudah kamu ikut kakak saja, bertanyanya nanti saja kalau sudah di dalam" ujar Juan sudah tidak sabar juga.


Saira duduk di lobi sementara Juan ke bagian resepsionis entah apa yang dibicarakan Juan menghampirinya dan mengajaknya.


"Ayo yang kita naik!" aku hanya diam dan mengikutinya dari belakang. Dari lift kita keluar di lantai 10 gedung itu. Juan terus menggenggam tanganku sebelah sampai tiba di kamar 1021 Juan melepas pegangan tanganku dan mengeluarkan kartu dan menempelkan pada handle pintu.


Ceklek


Juan membukakan pintu dan menyuruhku masuk. Hatiku sebenarnya dag dig dug ada apa kita ke sini. Walau aku tahu wanita dan pria dewasa jika masuk hotel bukan karena pekerjaan untuk apa, tapi aku tetap binggung.


"Yang kamu mau istirahat dulu atau mau langsung mandi" tanya Juan. "Hah" Saira kaget akan pertanyaan Juan. "Kenapa harus mandi di sini kak, kan kita bisa mandi di rumah" jawab Saira polos.


Juan yang sudah tidak sabar langsung memeluk Saira dari belakang. " Kamu mau mandi sendiri atau mau di mandikan atau tidak kita mandi bersama" Juan berbisik tepat di samping telinga Saira yang membuat Saira bergidik.

__ADS_1


"A..ku mandi sendiri saja kak" Saira malu malu langsung ke kamar mandi. Juan hanya tersenyum melihat tingkah Saira. Ingin dia langsung menerkamnya tapi Juan harus bersabar takut Saira kaget.


Cukup lama Saira berada di kamar mandi membuat Juan cemas. "Yang, kamu sudah selesai mandinya? Juan memanggil Saira tapi tidak ada jawaban. "Yang, kamu baik baik saja di dalam?" Juan takut terjadi apa apa pada Saira. Sementara Saira yang masih di dalam kamar mandi binggung. Dia melihat cermin hanya memakai kimono saja. "Apa aku langsung pakai baju yg tadi lagi saja ya?"


__ADS_2