
Sebelum tidur Juan menyempatkan bermain dengan Keanu dan mengajaknya berbicara walau bayi seumuran Keanu hanya bisa mendengar saja dengan merespon dengan tatapannya.
"Yang, sepertinya Keanu haus" Juan mengingatkan Saira. "Iya" Saira mengambil Keanu dari pangkuan Juan. Saira lalu menidurkan Keanu di kasur sembari memberikan ASI.
"Yang" panggil Juan. "Hmm" sahut Saira. "Tadi kamu belum jawab pertanyaan kakak" ujar Juan. "Pertanyaan yang mana?" sahut Saira. "Setelah acara syukuran Keanu kita pulang ya!" ajak Juan. "Yah" jawab Saira singkat sembari fokus memberi ASI Keanu. Juan hanya menghela nafas saja tidak mau memperpanjang. Memang semenjak kejadian itu sikap Saira menjadi berubah tidak seperhatian dulu dan tidak banyak bicara.
Sehari sebelum hari H,
Ibu mempersiapkan segala kebutuhan makanan dan bingkisan untuk tamu undangan pengajian dibantu oleh mamah. Acara kali ini ibu tidak banyak mengundang hanya warga sekitar dan ibu ibu pengajian saja yang datang.
"Bu semua sudah siap semua" tanya Saira. "Insya Allah nak, tinggal besok acaranya saja semoga lancar" ujar ibu. "Alhamdulillah, maaf bu aku tidak bisa membantu ibu" keluh Saira. "Tidak apa nak, kan mamah Sinta yang ikut membantu ibu dan lagian acara sekarang tidak begitu banyak yang diundang hanya syukuran kecil kecilan saja nanti sisanya kita bagikan" ujar ibu. "Iya bu" sahut Saira.
"Mah terima kasih ya, sudah repot repot kesini bantu menyiapkan acara besok" ujar Saira. "Tidak apa Saira mamah malah senang bisa bantu, di rumah kan bosan. Papah kerja, Jenita sekolah sampai sore" imbuh mamah.
Sorenya mamah di jemput papah pulang sekalian pulang kerja mampir ke rumah ibu.
"Ra, mamah pulang ya, papah sudah jemput. Besok mamah ke sini lagi bersama Jenita" ujar Mamah. "Iya mah, mamah sama papah hati hati ya!" ucap Saira salim sama mamah dan papah. "Nenek tinggal dulu ya ganteng, besok nenek kesini lagi sama tante Jenita. " Iya nenek" Saira menyepertikan suara bayi.
Tak lama setelah mobil papah pergi Juan datang.
"Tadi mobil papah ya yang?" tanya Juan yang hapal akan mobil orang tuanya. "Iya kak, barusan papah jemput mamah pulang langsung dari kantor" terang Saira.
Mereka masuk ke dalam, Juan langsung ke kamar untuk membersihkan diri setelah dari kantor sementara Saira masih menemani Keanu di ruang tengah.
__ADS_1
Ke esokan harinya,
Acara syukuran akan di adakan siang bada dzuhur tapi kerepotan sudah terjadi dari pagi hari. Ibu dan di bantu bu Isah sudah menyiapkan segala sesuatunya termasuk bingkisannya.
"Ra, Keanu sudah kamu mandikan" tanya ibu. "Sudah bu" sahut Saira. "Ya sudah Keanu biar sama ibu kamu lekas mandi sana, takut ada yang sudah datang ke sini kamu belum mandi" ujar ibu.
"Keanu sama kak Juan bu, kak Juan kan libur" ujar Saira. "Oh iya, ya sudah ibu ke dapur lagi saja bantu bu Isah.
"Kak, titip Keanu ya. Aku mau mandi dulu!" ujar Saira. "Ya, kamu mandi saja biar Keanu sama kakak" sahut Juan.
Selagi Saira mandi Juan membawa Keanu keluar mengajak main di halaman rumah.
"Mamah, papah dan Jenita sudah datang. Saat turun dari mobil Jenita langsung menutup pintu mobil dengan kencang karena tidak sabar ingin bertemu keponakannya. "Jen, pelan pelan kalau tutup mobil" tegur mamah. "Maaf mah, lupa habis sudah kangen sama Keanu" Jeni menggaruk kepalanya. Papah hanya geleng geleng kepala karena Jenita suka nya terburu buru.
"Ih, kangen kak" seru Jenita. " Sini kak, aku yang gendong" pinta Jenita. "Memang kamu bisa gendongnya" ragu Juan. "Keanu ini masih bayi loh Jen, jangan asal menggendongnya" ujar Juan. "Iya, aku akan hati hati gendongnya. Sini deh biar kakak tidak khawatir aku gendongnya sambil duduk" Jeni mencari cara agar bisa menggendong Keanu.
Juan akhirnya memberikan Keanu ke ontynya karena dirasa aman bila digendong duduk.
Saira selesai mandi langsung keluar kamar. Lantas melihat Jeni sedang menggendong Keanu. "Loh jen kapan datang" sapa Saira karena tadi sebelum mandi belum ada Jenita. "Barusan kak, sama mamah dan papah" imbuh Jeni. "Terus mamah sama papah kemana?" Saira menengok ke setiap sudut ruangan. "Papah kayanya sama ayah kak Saira di teras dan mamah ke dapur bantuin ibu" jelas Jeni.
"Ayo, para bapak solat berjamaah dulu sebelum acara di mulai. Nanti yang wanitanya bergantian di rumah" seru ibu.
Selesai solat duhur para tamu undangan pengajian berdatangan. Keanu sudah di siapkan di tengah tengah ibu ibu pengajian.
__ADS_1
Acara berlangsung dengan hikmad di awali dengan lantunan ayat suci alquran dan sholawat kemudian bayi di kelilingi ke tamu pengajian dengan memotong rambut bayi.
Rangkain acara sudah selesai semua bingkisan sudah dibagikan ke semua tamu undangan dan para tetangga terdekat.
"Alhamdulillah beres ya Ra" ucap mamah selesai menyalami tamu undangan pengajian terakhir. "Alhamdulillah mah, Keanu juga dari awal acara tidak rewel" sahut Saira tersenyum lega. "Semoga berkah ya de acaranya" ucap ibu mengusap kepala Keanu. "Aamiin" ucap semuanya.
"Yang kamu istirahat saja di kamar, kasian Keanu dari tadi belum menyusui" ujar Juan yang dari tadi Keanu meminum ASI nya dari botol dot kurang puas.
"Mamah, ibu Saira ke kamar dulu ya mau menidurkan Keanu dulu" ujar Saira. "Iya Ra, kamu istirahat saja" ucap mamah.
Setelah semua ruangan sudah beres ibu dan mamah berbincang di ruang tengah.
Setelah menidurkan Keanu di kamar, Saira ikut ke ruang tengah menghampiri ibu dan mamah yang sedang berbincang.
"Keanu sudah tidur nak" tanya Ibu. "Sudah bu" sahut Saira ikut duduk di sebelah ibu.
"Ra, kapan mau pulang ke apartemen ?" tanya mamah. Saira yang di tanya langsung bingung menjawabnya.
"Hmm..mungkin lusa mah pas hari libur kak Juan" jawab Saira terpaksa karena tidak enak terlalu lama di rumah ibu harus meninggalkan tanggung jawabnya pada suaminya.
"Saira sudah bisa sekarang mengurus Keanu sendiri" tanya mamah. "Insya Allah mah, Saira sudah belajar sama ibu. Mudah mudahan Saira bisa" imbuh Saira. "Nanti juga terbiasa nak" ucap ibu.
"Ya nanti mamah juga sering mengunjungi Keanu kok Ra" ujar ibu. "Iya nak, ibu juga pasti kangen ingin bertemu sama Keanu apalagi sebulan ini ibu sering bertemu Keanu pasti sangat kehilangan kalau Keanu tidak ada" tambah mamah.
__ADS_1
"Oh, ya sudah nanti kalau perlu bantuan mamah sama papah siap bantu" ujar mamah. "Iya mah