
Pagi harinya. Saira terbangun terdengar alarm masih menyisakan kantuk tapi Saira harus melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Sepertinya masih tidur, apa aku bangunkan saja ya..tapi takut marah sudah ganggu tidurnya." Gumam Saira bingung.
Di tepuknya pelan tangan Juan yang masih terlelap tidur.
"Kak..kak, bangun solat subuh dulu yuk, nanti tidurnya diteruskan lagi."Ajak Saira sambil terus menepuk tangan dan menggoyangkan tubuh Juan.
"Ehm..". Juan malah menarik Saira dan memeluknya.
"Kak, lepas ih bukannya bangun malah peluk peluk." Kesal Saira. "Iya..iya lima menit lagi yang."Jawab Juan mata terpejam.
Saira pergi meninggalkan Juan yang tertidur lagi. Kemudian beranjak ke dapur untuk membuat sesuatu, melihat isi kulkas mengambil bahan bahan untuk membuat nasi goreng. karena hanya telur sosis makanan siap saji yang ada.
"Aku buat nasi goreng saja deh." Gumam Saira sambil menyiapkan bahan bahannya.
Setelah selesai masak. Saira pergi ke kamar untuk membersihkan diri, Juan bangun mencium aroma wangi sabun yang di ciumnya dari tadi.
"Kak, aku sudah masak untuk kita sarapan. Tapi kakak mandi dulu ya!"
"Kakak cepat ih mandi sana nanti keburu siang, setelah sarapan kakak antar aku pulang ke rumah ibu ya." Ujar Saira kesal melihat Juan malas malasan.
Juan pun beranjak dari sofa dan langsung membersihkan diri.
__ADS_1
"Maaf kak, aku cuma masak nasi goreng karena di kulkas yang ada bahannya cuma bisa bikin nasi goreng. Tadi subuh aku langsung masak nasi. " Ucap Saira.
"Tidak apa apa sayang, terima kasih kamu sudah menyiapkan sarapan untuk kakak. Kakak jarang masak kadang suka makan di luar atau pesan makanan. Makannya kita cepat nikah ya yang, supaya kakak ada yang ngurusin." Jawab Juan.
Sabar ya kak, aku kan baru masuk kuliah jadi masih lama. Saira memegang tangan Juan. "Kan bisa menikah sambil kuliah yang. "Pinta Juan. "Ya tidak seperti itu kak, aku masih banyak cita cita aku yang harus aku kejar dan aku masih sangat muda."Jawab Saira.
Juan langsung terdiam melanjutkan makannya tanpa sepatah katapun.
Selesai makan Saira membersihan tempat makan dan piring. Dan bergegas untuk pergi bersama Juan.
Di jalan. "Kak, kok diam saja dari tadi, apa ada yang salah dari ucapan ku tadi. Juan masih diam tidak menjawab.
"Kak, maafkan aku kalau ucapanku menyinggung kak Juan. "Ucap Saira. "Kamu sepertinya tidak ingin menikah dengan kakak ya." Tanya Juan. "Kak, bukan seperti itu tapi waktunya masih terlalu cepat kan kemarin kita baru tunangan kasih jarak lah kak, ya." Saira merayu Juan dengan memeluk dan mencium pipi Juan. "Saira diam jangan buat kakak khilaf lagi. Juan sudah merasa yang di bawah menegang.
"Hehe..habis kakak marah mulu dari tadi. Ya sudah aku cium kakak biar ga marah. " Saira tersenyum.
Sesampainya di rumah.
"Assalamualaikum.." Ucap Saira.
"Waalaikumsalam," jawab ibu sambil terkejut melihat Saira datang.
"Saira, kok tidak kasih tahu sama ibu kalau pulang mamah kan bisa siapkan masakan kesukaan mu nak." Ucap ibu sambil memeluk Saira.
__ADS_1
" Tidak usah repot ibu, sengaja aku datang dadakan biar ibu tidak riweuh nyiapin. Saira terkekeh.
Kamu, sama siapa kesini, diantar kak Juan?" Tanya ibu. "Iya ibu saya yang menjemput saira." Jawab Juan. " Terima kasih ya nak Juan sudah merepotkan nak Juan terus." Ucap ibu sungkan. "Tidak apa apa bu, kebetulan saya sedang tidak banyak kerjaan." Jawab Juan.
"Baiklah, saya langsung pamit pulang ya bu, mungkin Saira masih kangen sama ibu." Sambil mencium tangan ibu Rani. "Hati hati ya nak Juan. Ucap ibu Rani.
"Iya, bu" Jawab Juan.
"Kakak pulang ya Ra, nanti kalau mau pulang kakak antar lagi pulang ke Bandung. Ucap Juan yang dibalas anggukan Saira.
"Bu kak Safa kemana, dari tadi Saira tidak melihat." Tanya Saira. "Kakakmu sedang mencari pekerjaan di Jakarta kemarin kakakmu memasukan lamaran ke sebuah perusahaan di Jakarta tempat kerja teman kak Safa, ya sambil menunggu panggilan kak Safa menginap di tempat temannya itu. Ujar Ibu. "Oh," ucap Saira singkat. Kemudian sambil membantu ibu menyiapkan kue kue yang akan di jual mereka berbincang.
"Saira, bagaimana kuliah mu di sana nak?" Tanya ayah yang ikut gabung di ruang keluarga bersama ibu. "Alhamdulillah lancar yah, Saira baru selesai ujian semester makanya Saira bisa pulang ke rumah. Jawab Saira.
Sementara Juan sedang berkumpul dengan teman temannya di sebuah kafe, mereka berbincang dan saling melempar candanya.
"Juan bagaimana kekasih kecilmu itu, apa tidak terlalu muda untuk kamu pacari." Tanya Kevin sahabat Juan. "Ya begitulah, susah susah gampang pacaran sama gadis yang masih muda ternyata." Ucap Juan. " "Oh iya kamu tahu tidak, sekarang Helena makin cantik saja setelah menikah."Ucap Kevin. "Ya bagaimana tidak makin cantik dia kan nikahnya sama pengusaha kaya raya di kota ini pasti perawatannya mahal."Timpal Rio. "Juan hanya diam sambil menyesap kopi, sambil teringat tentang kenangan dengan Helena dulu ketika masih berhubungan. Sebenarnya Juan masih menyimpan perasaannya kepada Helena sampai saat ini tapi karena kehadiran Saira dan rasa kecewanya sedikit mengurangi perasaannya yang terdahulu.
Tidak terasa waktu sudah larut malam mereka bergegas pulang ke rumah masing masing.
"Juan jangan lupa minggu depan kita jalan lagi, Oke." Kevin mengingatkan. "Oke, siap. "Jawab Juan.
Mereka pun bubar pulang ke rumah masing masing. Dan juan pulang ke apartemennya.
__ADS_1
Terkadang sikap Juan berubah kadang dia terlihat manis dan perhatian tapi Juan terkesan egois karena apabila Saira pergi kemana pun harus terkontrol apalagi dengan lawan jenis berbeda dengan Juan yang bebas pergi kemana pun bersama teman temannya. Saira sebenarnya tahu akan apa yang dilakukan Juan yang membuat Saira miris Juan terlihat bahagia dan bersenang senang dengan teman temannya atau di kantor terlihat dari postingannya di medsos.
Berbanding terbalik jika sedang jalan dengan Saira terasa kaku dan tidak pernah memposting hubungannya seperti ada yang disembunyikan. Dan Saira hanya bisa diam. Kadang ucapan ucapan yang dilontarkan Juan terhadap Saira sering menyakitkan dan membekas di hati Saira. Yang membuat Saira ragu akan Ketulusan Juan.