Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 73


__ADS_3

"Kita sepakat akan memberikan nama Keanu Pratama" ucap Juan.


"Nama yang bagus nak" ucap Ayah mudah mudahan namanya akan membuat kebaikan dan keberkahan untuk nya dan orang lain" tambah ayah. "Aamiin ayah" sahut Juan. Saira tersenyum mendengarnya tapi tidak dengan orangnya.


"Baiklah, kalian istirahat saja ayah dan ibu akan pulang dulu nanti ibu akan gantian dengan nak Juan menunggu mu di rumah sakit ya nak" ucap ibu. "Iya ibu, terima kasih" ucap Saira.


Mamah masih menemani Saira di ruangan sedangkan Juan mengantarkan ibu dan ayah keluar.


"Juan" panggil papah sebelum Juan masuk ke ruangan papah memanggilnya di depan kamar Saira. "Iya pah" sahut Juan. "Kita ke kantin sebentar" ajak papah. "Aku beritahu Saira dulu pah sebentar" ucap Juan. "Tidak usah papah sudah bilang sama Saira dan mamah mu kita ke kantin sebentar" ujar papah.


Di kantin sembari menunggu kopi yang dipesan papah menatap tajam Juan.


"Juan, papah ingin bertanya padamu. Kamu harus jawab dengan jujur!" papah mulai serius. Juan tahu jika papahnya bertanya terlebih dahulu maka akan ada hal yang serius yang akan ditanyakan.


"Papah ingin bertanya apa" tanya Juan.


" Ada apa dengan kejadian sebelum Saira melahirkan, dan apa ada kaitannya dengan mantan kekasihmu itu, Helena?" papah langsung to the point. "Tidak ada apa apa pah, hanya kesalahpahaman saja antara aku dan Saira" Juan mencoba menjelaskan. " Juan, kamu bisa menutupinya dari yang lain tapi tidak dengan papah. Papah tahu kamu masih berhubungan dengan Helena" ujar papah. Juan terdiam papahnya ternyata mengetahuinya walau tidak kaget karena papahnya walau diam tapi selalu mengetahui apa yang aku lakukan.


"Aku hanya berhubungan layaknya teman saja pah, sama dengan teman Juan lainnya" imbuh Juan. "Apa harus sedekat itu hingga kamu membantunya mengurusi rumah tangga orang lain" ujar papah. Juan hanya menunduk mencari jawaban pembelaan.


"Pah, sungguh aku tidak berbuat apa apa dengan Helena hanya sekedar membantu saja" seru Juan. "Itu menurutmu, tapi apa yang ada di pikiran Helena dan terutama istrimu Saira!" papah mulai kesal.


"Apa kamu pikir kamu berbuat baik pada wanita lain apalagi itu mantan kekasihmu mereka anggap hanya teman, tidak Juan.

__ADS_1


Pertama, kamu di mata Helena di anggap masih mempunyai rasa peduli yang dia anggap memberikan harapan padanya.


Kedua, Saira yang di sini paling tersakiti. Dia menganggapmu mengkhianatinya dengan memberikan perhatian yang berlebihan pada wanita lain. Di mana perasaan mu Juan" seru papah.


Juan hanya tertunduk diam, tidak bisa menjawabnya lagi.


"Kamu baru saja memiliki seorang bayi, seharusnya di moments ini kalian bahagia tapi karena kejadian itu kalian menjadi bahagia dalam kesedihan" ujar papah.


"Papah harap kamu bisa menyelesaikan masalah kamu dengan istrimu secepatnya " papah menyesap kopi lalu berdiri meninggalkan Juan sendirian dengan ke bimbangannya. Papah masuk ke ruangan Saira.


"Mah, ayo kita pulang dulu" ucap papah. " Loh, kakak mana pah? tadi bukannya sama papah ke kantin" tanya mamah.


"Kakak masih di kantin, sebentar lagi juga datang" ujar papah. " Ya sudah kita tunggu dulu kakak, lalu kita pulang" ucap mamah.


Tak lama Juan masuk ke ruangan Saira.


"Assalamualaikum" ucap Juan. "Waalaikumsalam" sahut mamah dan yang lainnya. "Ra, Juan sudah datang kalau begitu mamah sama papah pulang dulu ya, nanti kamu kalau butuh sesuatu hubungi kami ya" ujar mamah.


"Iya mah. Mamah sama papah istirahat saja, kasian mamah sama papah sudah dari kemarin di sini belum istirahat. Saira tidak apa apa ada suster yang menjaga" imbuh Saira.


"Baiklah Ra, kakak mamah pulang dulu ya" pamit mamah diikuti papah juga. Saira dan Juan mencium tangan mamah dan papah.


Setelah mamah dan papah pulang keheningan di ruangan Saira dirawat beberapa saat. Saira berusaha tidak melakukan percakapan dengan Juan. Juan sudah merasa ada yang berbeda pada sikap Saira dan Juan sadar itu.

__ADS_1


"Yang" panggil Juan. Saira pura pura tidur wajahnya di palingkan ke samping .


"Sayang, maafkan kakak" ucap Juan ragu memulai ucapannya. "Kakak bisa jelaskan semuanya, kakak harap kamu tidak salah paham tentang apa yang kamu lihat sebelumnya" ujar Juan. Saira tetap tidak bergeming. "Kakak bersumpah, kakak tidak punya hubungan dengan Helena. Dan kakak tidak punya niat sedikitpun untuk menyakiti mu" ungkapnya.


Juan tetap berbicara entah Saira mendengarkan atau tidak tapi Juan tetap menjelaskan pada Saira. Saira mengeluarkan air mata dengan mata tertutup, wajahnya tidak berani menghadap Juan takut Juan melihatnya bahwa dia tidak tidur.


Mereka tetap dengan sikapnya, Juan mencoba menjelaskan sementara Saira dengan diamnya. Hingga Juan tertidur di samping Saira.


Malam tiba.


"Assalamualaikum" pintu terbuka ibu dan ayah masuk ke dalam. "Waalaikumsalam" sahut Saira dan Juan. "Nak, ibu bawakan kamu kamu makanan. Ibu takut kamu bosan dengan makanan dari rumah sakit" ujar Ibu.


"Saira senang, karena dari tadi Saira menahan lapar karena ada Juan nafsu makannya menjadi hilang. "Terima kasih ibu" Saira tersenyum. "Nak Juan, sekarang ada ibu yang menemani Saira. Nak Juan pulang dulu saja istirahat di rumah, kasian dari kemarin nak Juan belum pulang" ujar ibu.


"Tidak apa bu, Juan ingin menemani Saira di sini" ucap Juan. "Sudah, sekarang gantian dulu biar ibu yang menginap di sini. Nak Juan juga belum bawa salin kan" tanya Ibu. "Iya bu" sahut Juan. "Nah kan" ucap ibu.


"Ya sudah Juan pulang dulu ya bu, besok Juan kesini lagi" ujar Juan. "Ra, kakak pulang dulu ya, kamu sama ibu dulu. Ada yang mau dibawakan dari apartemen ke sini?" tanya Juan. Saira menggeleng karena baju sudah ibu bawakan dari rumah ibu seadannya. "Ya sudah kakak pulang dulu ya" Juan mengecup kening Saira. "Titip Saira ya bu" pamit Juan. "Iya nak Juan" sahut ibu. "Ayah, ikut menginap disini atau pulang"tanya Juan. "Ayah pulang saja nak" jawab ayah. "Kalau begitu bareng dengan Juan saja pulangnya yah" ujar Juan. "Tidak apa nak Juan. "Ayah pakai motor tadi kesininya" ayah tidak enak. "Sudah malam yah, tidak baik pulang malam naik motor" ucap Juan. "Baiklah, ayah pulang dulu ya" pamit ayah. "Iya ayah, hati hati" ucap Ibu.


Juan mengantar ayah terlebih dahulu karena khawatir sudah malam.


"Ayah, ada yang Juan ingin bicarakan sama ayah" ujar Juan. "Ada apa nak Juan" tanya Ayah. Juan berencana akan pindah dari apartemen. Juan sudah membeli sebuah rumah" ungkap Juan. "Alhamdulillah, ayah senang mendengarnya nak" ucap ayah. "Tapi Saira belum tahu yah tentang rencana ini. Juan tadinya akan membuat surprise untuk Saira" jelasnya. "Terima kasih nak Juan. Kamu sudah membuat bahagia putri ayah" ujar ayah berkaca kaca.


Deg

__ADS_1


Juan merasa bersalah mendengar ucapan ayah tadi.


__ADS_2