
"Bagus kalau kalian mengerti" seru Juan. Saira tidak bisa mencegahnya karena itu keinginan mereka.
"Kalau itu sudah keputusan kalian saya tidak bisa melarang" ujar Saira.
"Saira" ucap Helena yang sedari tadi tidak berani bicara. "Saira aku ingin meminta maaf padamu dengan tulus. Selama ini aku sudah banyak melakukan kesalahan padamu apalagi sudah membuatmu hampir kehilangan nyawa.
Aku senang kamu sudah bisa berjalan lagi" ujar Helena sungguh sungguh.
"Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu jangan di ungkit lagi. Yang terpenting sekarang mbak Helena tidak menggulanginya lagi dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik untuk kehidupan mbak Helena" ujar Saira.
"Saira...Terima kasih!. Boleh aku memelukmu?" pinta Helena dan di jawab anggukan oleh Saira.
"Aku tidak bisa berkata lagi selain mengucapkan maaf dan Terima kasih atas semuanya. Aku pamit selamat tinggal semoga kalian bahagia selalu!" Ucap Helena setelah melepas pelukannya.
Saira hanya mengangguk dan tersenyum pada Helena.
"Tidak semua perbuatan jahat harus di balas dengan kejahatan akan tetapi dengan memaafkan dan keikhlasan semua akan indah pada akhirnya tanpa ada hati yang tersakiti lagi"
Selepas kepergian Helena dan Pram Saira memeluk suaminya dan berharap semua yang terjadi adalah cobaan dalam hidupnya yang harus dilalui.
"Terima kasih sayang" ucap Juan mengecup kening Saira. "Sama sama sayang mari kita lalui bersama aku mencintai mu dulu sekarang dan seterusnya" imbuh Saira.
"Im your honey" peluk Juan.
Setelah kondisi Saira sudah sembuh dan bisa berjalan kembali. Maka Saira meminta izin pada Juan untuk kembali lagi bekerja.
Beruntungnya perusahan dimana tempat Saira bekerja memberikan kelonggaran waktu untuk Saira pemulihan pasca kecelakaan.
"Kak, aku kan sudah sehat kembali dan aku sudah bisa beraktifitas seperti biasa. Boleh aku bekerja kembali?" pinta Saira.
"Kakak tidak akan melarangmu selagi kamu bisa mengatur waktu antara pekerjaan dan keluarga" ujar Juan.
"Insya Allah aku akan membagi waktuku untuk keluarga dan pekerjaan. Dan yang paling utama keluarga adalah nomor satu" seru Saira.
"Ok" seru Juan menyetujui. "Terima kasih sayang" Saira mencium bertubi tubi wajah Juan.
"Kalau keinginannya terkabul saja baru mau cium duluan" protes Juan. Saira tersenyum lebar memperlihatkan barisan giginya yang berjejer rapi.
__ADS_1
Malamnya Saira mengirim pesan ke bagian kepala Divisi tempat bekerja Saira untuk memberitahukan bahwasanya dia akan masuk kerja kembali.
"Kak mulai senin aku sudah bisa bekerja lagi, aku tinggal memberitahu bi Marni untuk lebih pagi datangnya" ujar Saira.
"Baiklah, atur saja yang " seru Juan. "Ok" jawab Saira.
Saira memanfaatkan waktu dengan Keanu dan suaminya sebelum memulai kembali bekerja.
Mamah dan ibu sudah mengetahui bahwa Saira akan kembali bekerja. Sebelumnya Saira sudah mengutarakannya pada mamah saat Saira masih tinggal di rumah mamah, dan mamah mengizinkannya.
Saira membiasakan lagi Keanu dengan bi Marni agar kembali dekat, karena selama di rumah mamah Keanu jadi tidak mau lagi dengan bi Marni.
"Bi tolong di perhatikan lagi ya popok dan bajunya. Jika sudah penuh dan bajunya sudah tidak nyaman cepat cepat ganti" seru Saira.
"Baik non" jawab Bi Marni.
Hari senin tiba dimana Saira memulai kembali aktifitasnya yang selama 1 bulan lebih ia tinggalkan.
Kerepotanpun terjadi pagi itu dimana Saira masih kaget dengan rutinitasnya lagi.
"Kak, maaf ya kakak jadi telat ya aku tadi menyiapkan sarapannya kelamaan" ujar Saira yang baru beres mengganti pakaiannya dengan pakaian kerjanya.
"Juan mengerti sekarang dia tidak banyak meminta pada Saira cenderung lebih menyiapkan sendiri karena setelah apa yang dialami Saira kemarin Juan jadi terbiasa.
"Bi Marni tolong titip Keanu ya, kalau ada apa langsung hubungi saya" ujar Saira sebelum meninggalkan rumah.
"Siap non" jawab bi Marni.
Mobil mengantarkan Mereka ke kantor yang sudah lama tidak di datangi oleh Saira maupun Juan yang mengantarnya.
"Kak, aku berangkat kerja dulu ya" Saira mencium punggung tangan suaminya. "Hati hati ya sayang, nanti pulangnya kakak jemput. Kamu kabari saja jam berapa pulangnya" ujar Juan.
"Siap kak" Saira kemudian turun dari mobil menuju kantornya. Dari depan Saira menjadi perhatian para karyawan di kantor tersebut. Karena mereka pikir dengan tidak masuknya Saira hampir satu bulan lebih karena sudah berhenti.
Kecuali teman satu divisi yang dekat dengannya bahwa Saira diberi izin untuk beristirahat sampai sembuh.
Saira naik ke lift kemudian masuk ke ruangan tempat dia biasa bekerja bersama rekan kerjanya.
__ADS_1
Mata teman kerjanya terbelalak melihat kedatangan Saira di kantor.
"Yura aku tidak salah lihat? Dia Saira kan" Sely mengucek ngucek matanya agar lebih jelas apa yang dilihatnya.
"Iya betul mbak" jawab Yura.
"Saira!" seru Sely langsung memeluk rekan kerjanya.
"Mbak Sely apa kabar ?" tanya Saira. "Saira kok kamu tidak kasih tahu aku kalau kamu masuk hari ini?" Sely tidak menjawab pertanyaan Saira karena saking kagetnya.
"Biar surprise dong mbak" jawab Saira.
Setelah acara peluk pelukan melepas kangen Saira kembali duduk ke meja tempat dimana dia biasa bekerja.
Suasana kantor masih sama seperti sebelum dia tidak bekerja tapi ada satu yang berbeda yaitu posisi Yura sekarang sudah di angkat menjadi pegawai tetap terlihat dari meja yang di duduki oleh Yura sekarang.
Yura sekarang lebih sering berhubungan dengan pak Reyhan untuk melakukan tugas kerjanya.
"Mbak, sepertinya ada yang aku lewatkan deh selama aku tidak ada ?" tanya Saira. Sely hanya tersenyum dan mengangguk.
"Wah, apa itu mbak Sely?" Saira penasaran.
"Pokoknya ada saja. Nanti kita lanjutin ghibahnya setelah kita selesaikan pekerjaan ini" ujar Sely.
"Ish, mbak Sely senang sekali buat aku penasaran saja deh" kesal Saira.
Sely hanya terkikik melihat ekspresi Saira yang kesal.
Saira menyesuiakan kembali pekerjaan setelah lama di tinggal. Ada hal hal yang perlu Saira ingat ingat kembali bahkan harus bertanya pada seniornya.
Jam makan siang pun tiba. Saira dan rekan kerja lainnya pergi untuk istirahat ada yang makan di tempat dengan memesan makanan siap antar ada yang pergi ke kantin untuk sekedar mencari suasana lainnya. Termasuk Saira, Sely dan Yura yang saat istirahat pergi ke kantin.
Selain untuk mengisi perutnya yang habis setelah dipakai untuk bekerja, kantin pun beralih fungsi sebagai tempat curhat, melepas penat bahkan mengibahkan seseorang. "That true"😊
Saira kangen tempat ini dan suasannya. Dimana dia bisa berkumpul dan bercerita dengan teman satu kerjanya.
"Mbak Sely, ayo ceritakan apa saja yang sudah aku lewatkan saat aku tidak ada" Saira menagih cerita dari Sely yang tadi sempat terpotong.
__ADS_1
"Aku kira kamu sudah lupa Ra, " seru Sely.
"Aku mulainya dari mana ya. Oh iya Kamu tahu Ra??" ...