
Juan tidak fokus lagi bekerja setelah kedatangan Pram.
"Apakah secepat itu dia sekarang mau membantu Helena bebas dari penjara sedangkan dulu dia yang begitu acuh tidak memikirkan kehidupan Helena" yang ada dalam pikiran Juan.
Sore hari, Juan pulang kantor tepat waktu karena semua pekerjaannya sudah dikerjakan olehnya.
Semenjak Saira tidak masuk, pekerjaan Saira langsung di handle oleh Yura karena ini kali keduanya Yura mengerjakan pekerjaan Saira, Yura sudah paham dan tidak banyak bertanya kembali pada Sely ataupun Saira.
Begitu pun sekarang saat ada rapat di luar kantor akhirnya Yura yang di ajak pergi oleh Reyhan karena Sely kebetulan tidak bisa ikut karena anaknya sedang sakit.
Tinggal Yura sekarang yang menggantikan mereka pergi bersama pak Reyhan.
Sepulang dari kantor Juan masuk ke dalam kamar dan langsung merebahkan badannya yang terasa penat kerja seharian.
"Kak kenapa, aku lihat kakak diam saja, capek ya kak?" tanya Saira melihat Juan tidak banyak bicara.
"Tidak yang hanya kecapean saja" ucap Juan. Saira merasa kasian melihat suaminya yang lelah sepulang dari kerjanya.
"Tadi ada mantan suami Helena ke kantor kakak" ucap Juan akhirnya berbicara. "Terus" sahut Saira. "Ya begitu..anehnya setelah apa yang sudah dia perbuat dengan mantan istrinya sekarang dia memohon untuk membebaskan Helena" ujar Juan datar.
"Ya bagus dong berarti dia masih peduli dengan mantan istrinya" seru Saira.
"Kakak hanya bilang Helena sudah semestinya mempertanggungjawabkan perbuatannya" jawab Juan.
Saira tidak bertanya lagi dan membiarkan suaminya beristirahat dan menghampiri bi Marni yang akan pulang.
"Hallo Keanu," sapa Saira melihat putranya yang sedang dipangku bi Marni.
"Sudah selesai bi" tanya Saira. "Iya non, kalau sudah tidak ada yang dikerjakan bibi pamit pulang Non "izin bi Marni.
"Iya silakan bi" bi Marni menidurkan Keanu di ranjang bayi kamar Keanu karena jika dikamar akan menggangu Juan sedang istirahat kemudian pamit pulang.
"Kak bangun" panggil Saira membangunkan karena sudah malam tapi Juan belum makan dan menganti pakaiannya.
Juan mengerejapkan mata melihat jam di dinding menunjukan pukul 7 malam.
__ADS_1
"Sudah malam lagi padahal berasa tadi aku tidurnya" gumam Juan. " Kak bangun, kakak makan ya dan ini lihat bajunya belum ganti" seru Saira.
"Iya yang" sahut Juan yang terasa pusing kepalanya karena baru bangun.
Saira menyiapkan makan malam walau dengan keterbatasan berjalan masih di kursi rodanya tetapi tidak mengurangi Saira untuk menyiapkan keperluan Juan walau Juan tidak memintanya karena kasian melihat kondisi Saira yang sekarang.
Juan sesudah membersihkan diri dan berganti baju kemudian beranjak ke dapur untuk makan malam bersama.
"Yang kamu banyak istirahat ya tidak usah banyak menyiapkan keperluan kakak" ujar Juan. "Tidak apa kak, aku bosan kalau diam saja" sahut Saira.
Setelah selesai makan Juan merapikan meja dan mencuci piring sendiri kemudian menghampiri Saira dan Keanu di kamar.
"Yang belum tidur?" tanya Juan. "Belum kak ini masih liat pesan dan berita di handphone" Saira menscrol ponselnya dan Juan ikut berbaring di samping Saira.
"Apa kakak lelah hari ini?" Saira mengusap rambut Juan yang tertidur miring menghadapnya. Juan hanya menganguk mengisyaratkan keletihannya.
"Jaga kesehatan ya, jangan terlalu capek! Maaf aku jadi sering merepotkan kakak dengan keadaanku seperti ini" ujar Saira. "Tidak yang ini bukan karena kamu, hanya saja kerjaan kakak sedang banyak banyaknya tetapi tadi kakak sudah menyelesaikannya sampai kakak lelah pulang kerja" jelas Juan tidak ingin Saira merasa bersalah.
Juan langsung memeluk Saira hingga mereka tertidur. Keanu sudah tidak bangun tengah malam karena sudah melewati masa bergadang.
Besoknya karena hari libur, Juan bangun siang setelah solat subuh Juan tidur lagi dan Saira tidak membangunkannya memberikan waktu istirahat untuk suaminya.
"Oh iya kakak pikir masih pagi" Juan cengegesan mengaruk rambut yang tak gatal.
Saira menyiapkan makanan yang dia pesan lewat delivered. Sementara Juan bermain bersama Keanu di teras.
Jika hari libur biasanya bi Marni tidak datang karena ada Juan yang membantunya di rumah.
"Sedang apa yang?" melihat Saira kesusahan mengambil piring yang tempatnya agak tinggi.
"Ini kak aku tidak sampai mau ambil piring" Bi marni sudah menyiapkan segala perlengkapan makan di bawah agar Saira bisa mengambilnya walau menggunakan kursi rodanya.
"Biar sama kakak saja yang, kamu pegang Keanu saja" Juan menggantikan Saira menyiapkan makan siangnya.
"Ayo kita makan" seru Juan dan meletakan Keanu di stoler yang ditempatkan tidak jauh dari tempat mereka makan.
__ADS_1
Saat selesai makan terdengar suara bel berbunyi.
Ting tong..
"Kak, coba buka siapa yang datang! biar aku yang bereskan ini" seru Saira. Juan ke depan membukakan pintu.
Ceklek.
"Selamat siang" sapanya.
"Kamu" sahut Juan. "Maaf menggangu waktu anda beristirahat" ucapnya.
"Ada perlu apa anda kerumah saya, dan tahu dari mana rumah saya?" tanya Juan ketus.
"Saya kemari karena perkataan anda sebelumnya" Juan mengerutkan dahi. "Maksud anda?" tanya Juan binggung. "Menurut anda jika saya ingin Helena di bebaskan maka harus pada orang yang tepat" jelasnya.
"Siapa kak" Saira dari dalam menghampiri Juan kedepan. "Maaf, perkenalkan saya Pram mantan suami Helena" Pram tiba tiba memperkenalkan diri tanpa di minta.
" Saya Saira istri kak Juan" menyambut uluran tangan Pram. Pram kaget melihat wanita yang dihadapannya dengan duduk dikursi roda adalah Saira istri Juan, wanita yang sudah di celakai oleh Helena.
Ada perasaan menyesal pada Pram karena dia juga ikut andil penyebab wanita dihadapannya bisa seperti ini.
"Kak, ajak tamunya masuk tidak enak berbicara di luar seperti ini" ajak Saira.
"Masuk" seru Juan malas. "Terima kasih" sahut Pram mengikuti tuan rumah masuk ke dalam.
"Kalau boleh saya tahu ada keperluan apa anda datang kemari" tanya Saira sopan" Pram tidak langsung menjawab tapi masih memperhatikan Saira.
"Sangat berbeda sekali sikapnya dengan Helena walau dari segi penampilan Helena lebih cantik karena polesan tapi wanita ini sederhana tapi anggun dan menarik.
"Ehm" Juan berdehem melihat Pram terus memperhatikan istrinya. "Ah iya maaf" ucapnya. "Sebelumnya saya mohon maaf dengan tiba tiba datang ke sini.
"Mungkin anda sudah tahu bagaimana permasalahan saya dengan mantan saya. Tapi di sini saya tidak akan membahas permasalahan saya, akan tetapi masalah yang dihadapi mantan istri saya besar kecilnya saya ikut andil dari pemyebabnya.
Walau saya tahu sekali kesalahan mantan istri saya sangat besar dan fatal yang menyebabkan anda seperti ini" Pram melihat ke arah kursi roda yang diduduki Saira.
__ADS_1
"Maka dari itu dengan segala kerendahan hati saya atas nama Helena memohon maaf atas perbuatan yang sudah Helena lakukan kepada anda" Pram meminta maaf pada Saira dengan sunguh sunguh.
Mendengar apa yang sudah dikatakan laki laki tersebut Saira langsung melirik Juan.