
"Bu Keanu belum bangun juga" Saira menghampiri ibu setelah selesai makan. "Bayi usia berapa hari memang seperti ini Ra, masih banyak tidur di pagi hari" kamu persiapkan saja kesehatan mu karena biasanya bayi itu siang tidur malam bergadang" ujar ibu.
Ketika Keanu bangun ibu menggendongnya dan mengajak Keanu ke teras menemui kakek Rudi yang sedang istirahat di teras rumah.
Saira menyiapkan perlengkapan untuk mandi Keanu. "Bu air hangat nya sudah di siapkan untuk mandi Keanu" Saira menghampiri ibu yang sedang menggendong Keanu di teras. "Ayo kita mandi dulu biar segar" ujar ibu mengarah ke Keanu yang digendongnya.
Ibu membukakan bajunya terlebih dahulu di atas kasur kemudian mengangkatnya ke bak mandi khusus bayi. "Saira kamu perhatikan ya cara memandikannya pelan pelan saja mengusapnya dan hati hati kena matanya" Lalu ibu membalikan badan Keanu untuk dibilas. Saira yang memperhatikannya merasa takut, bagaimana saat dia memandikannya dan membalikkannya jatuh.
Bayangan bayangan ketakutan untuk memandikan bayi terus ada dipikirannya.
"Kamu jangan takut, pakai perasaan ingat ini bayi lakukan dengan hati hati dan kasih sayang, apalagi kamu ibunya pasti bisa merasakan sentuhannya" ujar ibu meyakini Saira agar bisa. " Lama kelamaan juga nanti kamu terbiasa, masa harus menunggu ibu atau mamah kamu yang memandikan Keanu" Ibu tersenyum.
"Tapi bagaimana kalau bayinya jatuh bu?" tanya Saira. "Insya Allah kalau kamunya hati hati tidak akan jatuh. Lihat ibu tadi jatuh tidak saat memandikan Keanu?" "Tidak" Saira menggeleng kepala.
Selesai memandikan Keanu ibu membawanya ke kasur lagi yang sudah disiapkan oleh Saira. "Memakaikan bajunya juga seperti ini urutannya" ibu merapikan baju bajunya yang akan dipakai.
"Bisa?" tanya ibu. "Insya Allah bu" Saira menyeringai. "Harus bisa" ucap ibu. "Nanti kalau kamu pulang ke apartemen siapa yang mengurus Keanu" ujar ibu.
Deg
Saira mendengar pulang ke apartemen merasa tidak semangat. Inginnya tetap di rumah ibu, tapi Saira teringat lagi suaminya yang harus di perhatikan.
Tok tok
__ADS_1
Suara ketukan pintu dari kamar Saira yang sudah terbuka.
"Tuh Deddy sudah datang pas sekali Keanu nya sudah ganteng dan wangi" ujar ibu menyambut kedatangan Juan.
"Anak Deddy sudah mandi, ganteng sekali" ujar Juan mencium Keanu harum bayi melekat di hidung Juan yang menenangkan.
"Ya sudah ibu keluar dulu ya, masih ada yang harus ibu kerjakan di dapur" ujar ibu. "Iya bu, terima kasih" ucap Juan. "Nak Juan kalau mau makan tinggal ke meja makan saja ya, ibu sudah masak" ujar ibu sebelum keluar" Iya bu" Sahut Juan.
"Bagaimana sayang, sudah enakan sekarang badannya" tanya Juan mencium kening Saira. "Sudah" jawab Saira. Kakak lusa sudah mulai masuk kerja karena cuti kakak sudah habis" ujar Juan duduk di samping Saira.
"Kamu kira kira mau di sini sampai kapan?" tanya Juan. "Belum tahu, aku masih belajar dulu sama ibu cara mengurus bayi" jawab Saira. "Ya tidak apa" ucap Juan mengerutkan keningnya.
Malam ini Juan tidur di rumah ibu karena kangen ingin terus bersama Keanu. "Kak, makan dulu ibu sudah masak" tawar Saira. "Kamu sudah makan" tanya Juan. "Sudah" jawab Saira. "Ya sudah kakak makan dulu" ujar Juan pergi ke dapur.
Hari pertama Juan masuk kerja setelah cuti selama seminggu. Banyak ucapan selamat dan kado dari rekan kerjanya yang tidak sempat menengok langsung ke rumahnya.
"Gwen ikut mengucapkan selamat juga pada Juan, tetapi hatinya sebenarnya benci mengucapkan selamat pada Juan. Karena baginya dengan kelahiran anak pertama Juan semakin sulit untuk mendapatkan Juan karena anak.
Sementara di rumah pun Saira masih berdatangan teman dan rekan kerjanya di kantor yang datang langsung kerumahnya.
Kemarin teman teman kerjanya termasuk Mbak Sely dan Yura.
"Saira selamat ya, baby boy nya sudah lahir" ucap Sely sembari mencium pipi kanan dan kiri Saira begitupun Yura mengucapkan selamat pada Saira.
__ADS_1
"Ra, bagaimana kamu senang sekarang sudah menjadi ibu" tanya Sely. "Pasti senang sekali mbak, sampai aku tidak mau jauh jauh dari anakku" imbuh Saira. "Ya pastilah, tidak mau jauh dari anaknya dan ayahnya juga kan" Sely tertawa.
Saira terdiam mendengarnya dan Yura memperhatikan raut wajah Saira yang berbeda tidak sebahagia tadi menjawab tentang bayinya. Saira hanya tersenyum tidak menjawabnya.
Yura tidak berani bertanya tentang kejadian sebelumnya sampai Sely pun sampai detik ini belum tahu peristiwa apa yang terjadi. Yura tidak ingin mencampuri urusan kehidupan orang lain, karena permasalahan kehidupannya pun tidak baik.
"Yura, makannya kamu cepat mencari pasangan agar cepat menikah dan memiliki anak" goda Sely pada Yura. "Iya mbak, kalau sudah ada jodohnya" sahut Yura wajahnya memerah. "Kamu kan cantik pasti banyak yang mau sama kamu" ujar Sely. " Mbak Sely dan kak Saira doakan saja ya semoga saya cepat dapat jodoh" imbuh Yura. Yura sekarang ini tidak ingin berhubungan dengan seseorang karena ada yang lebih penting dari itu yaitu fokus bekerja untuk mencukupi kebutuhannya dan keluarganya.
"Aamiin" jawab Saira dan Sely kompak.
Mereka berbincang tentang masalah kantor hingga akhirnya mereka berpamitan pulang.
Besoknya giliran para sahabat Saira waktu kuliah yang datang jauh jauh untuk menengok bayi Saira yaitu, Tania dan Fika.
Mereka sengaja janjian untuk bertemu dan mengunjungi Saira.
"Saira!" panggil Fika dan Tania di pintu masuk kamar Saira yang tadi di antarkan oleh ibu ketika datang.
"Ya ampun, Saira lama tidak bertemu kamu sudah punya baby" Fika memeluk Saira dengan erat. "Bagaimana kabarnya Ra? " tanya Tania gantian memeluk Saira. "Alhamdulillah seperti yang kalian lihat sekarang, aku sehat kan. Malah saking sehatnya aku tumbuh besar" Saira menunjukan badannya mulai terlihat lebih berisi.
"Ya wajar lah Ra, namannya juga orang habis lahiran" sahut Tania. "Tapi kamu tetep cantik kok Ra," timpal Fika. "Iya Ra, kamu jangan insecure gitu, tenang suami kamu kan cinta sama kamu tidak akan ada yang berani menggodanya" ujar Fika polos.
Saira terdiam lagi dengan ucapan Fika yang mengingatkan lagi luka yang sedang ia rasakan saat ini. Saira hanya tersenyum mendengar celotehan teman temannya.
__ADS_1
Mereka saling melepas kangen dengan bercerita tentang kegiatan mereka masing masing. Mulai dari pekerjaan dan percintaan mereka. Tania yang sudah dilamar oleh kekasihnya dan orang tuanya sudah menyetujuinya. Dan yang tidak disangka adalah Fika.
"Ra, kamu tahu siapa yang sedang dekat dengan Fika sekarang?" tanya Tania. "Siapa Tan?" Saira balik bertanya. "Kamu pasti kenal Ra," Tania memancing Saira penasaran. "Hah, aku kenal. Siapa Tan? siapa Fik yang sedang dekat sama kamu?" Fika wajahnya sudah memerah malu.