Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 37


__ADS_3

Hari bahagia Juan dan Saira akan segera tiba dimana mereka sibuk mengatur persiapan mulai dari membeli seserahan yang dibantu oleh Jenita.


Walaupun sudah ada yang mengatur dari pihak WO tapi Saira tetap memeriksa persiapannya, begitu pun Juan dan Saira sudah meminta izin kepada kakak Saira yaitu Safa untuk merestui pernikahannya dan melangkahi kakaknya.


Walau Safa sudah merestui dan mengikhlaskannya tapi masih terasa berat melepaskan adik satu satunya.


Juan semalaman tidak bisa tidur nyenyak karena terus berfikiran tentang besok, Menghapalkan kalimat ijab kabul takut tidak lancar mengucapkannya.


Di sisi lain Saira juga gelisah karena malam ini malam terakhir dia bisa bersama dengan ayah dan ibunya, karena besok Saira sudah memiliki tanggung jawab kepada suami.


"Nak, ingat apa yang ibu pernah sampaikan sebelumnya" Ibu sambil mengusap kepala Saira yang tiduran di pangkuan ibu. "Seorang anak itu wajib patuh dan berbakti pada kedua orang tuanya dan tanggung jawabnya berada pada orang tuanya, akan tetapi setelah menikah seorang wanita itu wajib patuh pada suaminya, meskipun orang tua mereka yang telah mengandungnya pun harus mendahulukan izin suaminya.


Berbeda dengan laki laki, laki laki dia masih memiliki tanggung jawab kepada ibunya tapi tidak mengurangi tanggung jawabnya kepada istrinya kelak" Nasihat ibu membuat Saira tidak bisa menahan air matanya,


Saira meminta malam ini tidur dengan ibunya sebelum dia sah menjadi seorang istri.


"Ibu semoga saja Saira bisa menjadi istri yang baik yang taat pada suami dan masih bisa berbakti pada ayah dan ibu" lirih Saira.


"Insya Allah sayang, ibu yakin kamu bisa dengan belajar tentunya" tambah ibu.


Saira tertidur dengan tenang setelah bercengkrama dengan ibu.


"Kak, bagaimana sudah siap" tanya Jenita yang sudah selesai di rias bersama mamah Sinta. "Sudah" jawab Juan.


"Jangan tegang kak, relax saja" mamah menenangkan Juan yang terlihat gugup.


Sedangkan di pihak Saira ibu dan ayah sedang menyiapkan segala persiapannya. Saira masih dengan MUA sejak dari pagi merias.


Mempelai pria sudah tiba beserta rombongan keluarga dari papah Tirta dan mamah Sinta.


Acara di mulai dari penyambutan dari keluarga mempelai wanita kepada mempelai pria.


Hingga waktu yang di tunggu tunggu tiba dimana Juan sudah berhadapan dengan ayah Saira, pak penghulu dan para saksi.


" Bagaimana mempelai pria sudah siap" tanya pak penghulu. "Siap pak" jawab Juan. "Baik mari kita mulai"


"Bismillah"..

__ADS_1


Saudara Juan Pratama bin Tirta Pratama. Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan puteriku Saira Putri Atmaja binti Rudi Atmaja dengan mahar seperangakat alat solat dan perhiasan sebesar 24 gram dibayar Tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Saira Putri Atmaja binti Rudi Atmaja dengan mahar tersebut di bayar Tunai.."


"Bagaimana saksi sah..sah?" tanya pak penghulu melihat saksi kesebelah kanan dan kiri.


"Sah" kompak semua menjawab.


"Alhamdulillah"..


"Baarakallahu likulii wahidimmingkumaa fii shaahibihi wa jama'a bainakumma fii khayrin"


Artinya: mudah-mudahan Allah memberkahimu, baik dalam suka maupun duka dan selalu mengumpulkan kamu berdua pada kebaikan.


Prosesi akad nikah telah dilaksanakan Saira tak bisa menahan air matanya karena terharu.


Setelah akad nikah selesai dilanjutkan ke acara resepsi pernikahan. Serangakaian acara di selenggarakan dengan berurutan. Dari acara sungkeman pada orang tua dan acara acara adat lain yang memeriahkan acara Tamu undangan semakin banyak berdatangan Saira dan Juan larut dengan kegembiran.


Di tengah pesta hadir teman teman dari Juan dan ada satu tamu undangan yang hadir di tengah teman Juan yang pernah Saira pernah melihatnya.


" Juan" seru wanita tersebut.


Saira melihatnya sambil mengingat ingat kembali dengan wanita tersebut.


"Helen"..sahut Juan yang merasa kikuk karena ada Saira.


Deg.


Saira baru mengingatnya. Antara binggung, kaget dan cemburu melihat wanita yang pernah dilihatnya di kafe dan membuat Juan marah. Wanita yang pernah mengisi hati Juan dan entah sekarang pun masih tersimpan hati nya untuk wanita tersebut.


"Selamat atas penikahanmu Juan, semoga kamu bahagia dengan pasanganmu sekarang" ucapnya sambil menjabat tangan Juan dengan erat seolah tidak merelakan Juan.


"Terima kasih" balas Juan. Kemudian beralih mengucapkan kepada Saira.


"Selamat ya semoga bahagia" ucapnya singkat.


"Terima kasih" sahutku yang masih terpaku.

__ADS_1


Wanita itu sudah meninggalkan pelaminan tapi Juan masih memperhatikannya, membuat Saira bertanya tanya apakah masih ada perasaan yang belum mereka selesaikan.


Kemudian datang Gwen dengan teman teman Juan saat sekolah.


" Juan selamat ya akhirnya kamu nikah juga aku kira kamu masih belum bisa move on dengan cinta lamamu" Gwen yang terus berbicara tanpa melihat situasi dan langsung di alihkan oleh temannya. "Ayo Gwen cepat" temannya mencoba mengalihkan suasana.


" Selamat ya bro" teman yang lainnya menyalami Juan sehingga Gwen tidak ada kesempatan untuk berbicara.


Saira hanya tersenyum tidak mengindahkan ucapan Gwen yang dianggap barisan wanita sakit hati yang kalah sebelum berperang.


Tak ketinggalan teman kerja Saira datang bersamaan dengan Rey dan Adrian.


"Saira" Seru Sely gembira. " Selamat ya sayang semoga Samawa dan cepat dapat momongan ya" Sely dengan antusias memberikan selamat kepada Saira.


"Iya terima kasih banyak mbak Sely" Saira memeluk Sely senang.


Kemudian di susul dengan Adrian dan Rey yang memberikan selamat.


" Selamat ya Ra, semoga bahagia" ucap Adrian. Terima kasih pak Adrian" sahut Saira.


"Selamat Saira semoga kamu sungguh sungguh bahagia" ucap Rey dengan wajah tanpa ekspresi yang membuat Saira ketar ketir melihat Kearah Juan.


"Terima kasih pak sudah meluangkan waktunya untuk datang" jawab Saira.


Membuat Juan terlihat kesal.


" Apa maksud ucapannya" gumam Juan pelan namun masih terdengar Saira.


"Sayang, sebentar lagi selesai apa kita menginap di rumah ibu dulu malam ini aku khawatir kakak kecapean" tawar Saira mencoba mencairkan suasana yang sempat panas tadi.


"Tidak usah sayang, kakak sudah menyiapkan kamar hotel untuk kita"jawab Juan yang sudah terlihat tersenyum kembali.


"Baiklah aku akan menurutimu sayang" Saira sengaja membuat mood Juan senang agar tidak marah marah.


Tak ketinggalan sahabat sahabat Saira waktu kuliah hadir ke acara pernikahan Saira. Fika dan Tania jauh jauh hadir untuk menghadiri acara sahabatnya.


Kehebohan yang di lakukan Fika dengan meminta photo bersama pengantin lalu di upload di sosmednya.

__ADS_1


Saira senang teman temanya bisa hadir menyempatkan untuk datang ke acara pernikahannya. Yang sekaligus ajang pertemuan dengan teman dan sahabatnya dulu walau Saira tidak memiliki banyak teman tapi Saira senang memiliki teman dan sahabat yang benar benar tulus.


Jenita juga dia sibuk dengan photo selpinya yang entah sudah berapa take photo yang dia ambil dan dia pilih untuk di edit.


__ADS_2