Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 29


__ADS_3

Ke esokan harinya, hari di mana Saira pertama kali memulai bekerja.


"Ibu Saira berangkat dulu" Saira mencium tangan ibu lalu menuju ke depan rumah menghampiri ayah yang sudah menunggu untuk mengantarnya karena sekalian berangkat kerja dengan ayah.


"Sudah siap nak" tanya ayah. "Sudah Yah" Saira langsung mengikuti ayah naik motor.


"Yah, Saira turun di sini saja" pinta Saira. "Baik lah" ayah menepi ke pinggir.


"Terima kasih Yah, hati hati di jalan" ucap Saira sembari mencium tangan ayah. "Semoga lancar ya Nak bekerjanya tidak ada hambatan" ucap ayah. "Aamiin."


Saira melihat gedung kantor di mana Saira akan bekerja dan menghembuskan nafasnya." Bismillah" ucap Saira mengawali langkahnya untuk mengais rezeki.


"Selamat siang" ucap Saira menyapa para pegawai yang ada di ruangan baru Saira .


Ada yang menjawab hangat, biasa, ada juga yang bersikap tidak peduli.


"Baik, kamu harus terbiasa seperti ini, inilah teman mu bekerja yang setiap hari akan kamu hadapi sifat sifatnya" gumam Saira menyemangati sendiri.


Dan dari arah belakang ada seorang yang menyapaku dan orang tersebut yang membantu ku untuk beradaptasi dengan pekerjaan dan lingkungan kantor.


" Dengan Saudari Saira" tanya pria tersebut. "Betul pak" sahut Saira tersenyum. "Perkenalkan aku Adrian, kepala divisi di sini. Nanti kamu akan ditemani Seli yang akan membantumu" ucap Laki laki tersebut.


"Terima kasih sebelumnya pak" Saira tersenyum ramah. "Orang ini selain tampan juga baik sekali" gumam Saira di dalam hati.


" Jika ada yang kamu tidak dimengerti tentang pekerjaan bisa kamu langsung tanyakan" tambahnya.


"Baik pak, saya akan berusaha semaksimal mungkin apabila ada yang saya tidak dimengerti saya akan langsung tanyakan." Saira mengangguk.


Saira mulai melaksanakan pekerjaan pertama di kantor dengan di bantu oleh Seli karena Seli karyawan yang sudah cukup lama di bagian tersebut.


"Oke Ra, hari ini sudah cukup bagus kamu sudah bisa melakukan tugas dengan baik mudah mudahan kamu bisa terbiasa dengan pekerjaan dan nyaman bekerja di sini" ujarnya.

__ADS_1


"Alhamdullillah, Terima kasih mbak Seli sudah membantu saya. Semoga kita bisa bekerjasama dan mohon bimbingannya" Saira tersenyum dan memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badan.


"Sama sama Ra, jangan sungkan ya kalau ada yang tidak dimengerti kamu tanyakan saja ya dan satu lagi kamu jangan terlalu kaku banget ya biasa saja ya anggap saja saya temanmu" ucapnya.


"Baik, mbak Seli sekali lagi terima kasih" sahut Saira.


Saira merapikan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang. Saat di lift Saira berpapasan dengan pak Adrian dan laki laki yang pernah ditemui saat interview sebelumnya.


"Selamat sore pak" Saira tersenyum dan memberi hormat dengan sedikit membungkukkan badan.


"Sore Saira" jawab pak Adrian tetapi laki laki yang disebelahnya hanya meliriknya saja.


Lift pun berhenti dilantai dasar


"Permisi pak, saya duluan" pamit Saira. "Silakan" ucap Adrian.


"Kenapa kamu baik sekali padanya" tanya pria tersebut.


"Ya kita kan memang harus baik ke setiap karyawan" sahutnya. "Ah itu sih modus kamu saja kalau ada karyawan baru" ketusnya.


"Ya tidak begitu juga harus bersikap dingin" sahutnya dan hanya di balas dengan tatapan dingin.


"Ya terserah dirimu saja. Yang jelas karyawan yang tadi menarik juga ya" Adrian menggodanya. " Semua wanita sama saja tertarik pada materi dan jabatannya saja tidak ada yang tulus" jawabnya ketus lagi. "Awas saja kalau kamu tertarik padanya" Ucap Adrian dengan tergelak.


Sesampainya dirumah Saira langsung menyimpan tas dan beranjak ke dapur. "Bu, masak apa hari ini" tanya Saira.


"Kamu sudah pulang nak" sahut ibu. "Sudah bu" jawab Saira. "Ibu masak ikan dan sayur lodeh. ujar ibu sambil merapikan makanan di meja makan.


"Wanginya sudah menggoda sekali masakan ibu" ucap Saira. " Sudah sana mandi dulu, setelah itu baru makan" perintah ibu. " Ya bu Saira mandi dulu. jawab Saira beranjak ke kamarnya.


Setelah membersihkan badan dan menunaikan solat magrib Saira langsung menuju ke dapur. Di sana sudah ada ayah dan ibu.

__ADS_1


"Bagaimana Ra, hari pertama kerja?" tanya Ayah. "Alhamdulillah ayah Saira sudah mulai mempelajari tugas tugas Saira di kantor dan Saira juga sudah beradaptasi dengan karyawan lainnya." Ujar Saira.


"Syukurlah nak, semoga kamu nyaman kerjanya" ucap ayah. "Iya ayah" sahut Saira.


Mereka melanjutkan makan malamnya, setelah itu Saira masuk ke kamar untuk istirahat sedangkan ayah dan ibu masih di halaman belakang sekedar berbincang sebelum tidur.


Sudah satu bulan Saira bekerja di perusahaan tersebut, sudah merasakan nyaman dan terbiasa, mbak Seli pun sudah tidak banyak memberikan arahan ke Saira karena sekarang Saira sudah paham dan bisa untuk melakukan pekerjaan nya sendiri tanpa bantuan mbak Seli lagi.


Tetapi selama itu juga Juan semakin posesif terhadap Saira karena sekarang Saira sudah bekerja dan banyak mengenal teman pria. Jika Juan bisa pulang cepat langsung menjemput Saira pulang kerja.


Hingga suatu hari ada pertemuan ke perusahaan lain yang mengharuskan beberapa pegawai ikut termasuk Saira.


"Saira dan Sely nanti sore kalian ikut dengan kami untuk menghadiri pertemuan dengan perusahaan Arta jaya" Ujar Adrian.


"Baik pak" jawab Sely. Saira hanya menganguk saja bingung untuk menjawab karena belum pernah sebelumnya Saira mengikuti pertemuan tersebut.


"Mbak, kok saya ikut juga? saya kan karyawan baru di sini?" tanya Saira heran.


"Tidak apa apa Ra, kamu ikuti saja apa kata bos, mungkin kamu sudah di nilai layak mengikuti kegiatan di luar" ujar Sely.


"Tapi tadi apa sore, maksudnya jam berapa mbak?" tanyanya. " Jam 5 setelah jam pulang kerja" jawab Sely. "Berati kita pulangnya masih lama tidak bisa langsung pulang.


"Ya iya lah Saira berarti kita masuk lembur diluar jam kerja, kan lumayan tuh buat nambah nambah pundi gaji kita" Sely terkekeh.


" Berarti aku harus memberi tahu ibu dulu kalau pulangnya telat" gumamnya yang terdengar oleh Sely dan geleng geleng.


Setelah memberi tahu ibu bahwa hari ini tidak bisa pulang seperti biasa. Saira menyelesaikan pekerjaannya terlebih dahulu sebelum atasannya memanggilnya untuk berangkat.


"Kalian sudah siap semua?" tanya Adrian.


"Sudah pak," jawab Saira dan Sely kompak.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu kita langsung berangkat supaya tidak telat" ujar Adrian. Ketika Saira dan Sely masuk ke mobil yang sama dengan Rey dan Adrian, dari kejauhan Juan yaang akan membelokan mobilnya ke kantor Saira melihat Saira naik mobil pria yang tidak di kenal.


Saira tidak tahu jika Juan akan menjemputnya. Tadinya Juan pikir menjemputnya lebih awal pasti Saira belum pulang dari kantor dan akan pulang bersama.


__ADS_2