Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 24


__ADS_3

"Sudah mau akhir bulan aku harus cepat cepat mengambil sisa barang barangku yang tertinggal di kosan sebelum berakhir". Gumam Saira dan beranjak mencari ibu.


"Bu", panggil Saira. "Ya nak, ada apa"? tanya ibu yang masih mengaduk adonan kue.


"Bu besok aku ke Bandung ya, aku mau ambil barang barangku yang masih ada di kosan ku" ujar Saira. "Kamu sama siapa nak kesananya"? tanya ibu lagi.


"Sendiri bu, hanya sedikit kok bu barang yang mau diambilnya sekalian aku mau pamitan sama yang punya kosannya dan mengembalikan kuncinya". Sahut Saira. "Jangan sendiri biar ayah yang mengantar mu ke sana, nanti ibu pinjam mobil pak Ahmad, repot kalau pakai umum nak". Ujar ibu.


Sebenarnya memang repot jika memakai umum tapi Saira tidak mau merepotkan apalagi sampai meminjam mobil orang, dan untuk meminta antar kak Juan dia begitu enggan karena kejadian sebelumnya dia tidak ingin terus merepotkan atau mengandalkannya terus.


"Ya sudah, tapi itu juga kalau boleh sama pak Ahmad dan bisa, kalau tidak bisa juga tidak apa apa bu Saira pakai bus saja". Ucap Saira. "Iya nak, ibu tanyakan dulu" sahut ibu.


Saira chat di group dengan sahabatnya Tania dan Fika.


Saira : "Tan, Fik kosan kalian masih lanjut atau stop bulan depan"


Tania : Sepertinya aku masih lanjut Ra, nanggung masih ada bolak balik ke kampus"


Fika : "Aku juga, masih lanjut dan untungnya ibu kosan aku baik kasih aku harga diskon karena tahu aku sudah mau wisuda jadi jarang di gunakan kosannya.


Saira : "Oh, aku sepertinya mau stop saja bulan ini terakhir soalnya sayang harus bayar bulan berikutnya"


Nanti kalau ada kegiatan di kampus aku bisa pulang pergi".


Fika : "Tidak capai kamu Ra, kan Jauh".


Saira : "Iya sih tapi mau bagaimana lagi".


Tania : "Iya Ra, lebih baik kamu nginep saja di kosan aku atau Fika dari pada bolak balik".

__ADS_1


Saira : "Apa aku nanti merepotkan kalian"


Fika : "Apa sih Ra, kamu seperti ke siapa saja".


Saira :"Aku jadi terharu punya sahabat yang the best banget seperti kalian".


Terima kasih".


Mereka mengakhiri chat karena sudah malam. Dan Saira segera tidur karena besok dia akan pergi ke Bandung pagi pagi agar tidak terjebak macet.


Pagi sebelum berangkat Saira mengirim pesan ke Juan bahwa dia akan pergi ke Bandung dengan ayahnya. Juan kaget karena Saira meminjam mobil tetangga tidak menggunakan mobilnya.


Dan Saira berdalih tidak ingin menyusahkan nya. Juan sedikit kecewa karena dikabarkan mendadak oleh Saira.


"Ra, sudah siap nak"? panggil ayah yang sudah siap dengan mobil pinjaman tetangga. "Iya yah, sebentar". Sahut Saira.


"Yah, maaf ya sudah merepotkan ayah terus, seharusnya Saira tidak usah diantar Saira bisa pergi sendiri naik bis". Ucap Saira. "Tidak apa apa nak, ayah yang khawatir jika kamu pergi sendiri dengan membawa barang barang, mana ayah tega", apalagi selama ini ayah jarang mengantarmu di setiap kegiatan ayah tidak enak dengan nak Juan yang selalu merepotkan nya menggantikan ayah. senyum ayah ke Saira.


"Ayah" Saira tersenyum hangat melihat pengorbanan ayahnya.


"Nak, boleh ayah bertanya padamu"? tanya ayah mulai serius. "Tanya saja ayah", sahut Saira. "Bagaimana hubunganmu dengan nak Juan"? "Saira kaget dengan pertanyaan ayah yang tidak biasanya.


"Aku dengan kak Juan baik baik saja yah", jawab Saira. "Syukurlah, dan apakah ada pembicaraan atau kelanjutan hubungan mu dengan Juan ke depannya"? ayah bertanya lebih dalam lagi.


" Sebagai orang tua ayah hanya mengingatkan saja pada putrinya janganlah terlalu lama menjalin hubungan dengan seorang pria jika dia betul betul mencintai dan menyayangi putri ayah dia akan melangkah lebih serius lagi, apalagi yang ayah perhatikan kamu terlalu intens sekali dengan nak Juan. Ayah hanya khawatir saja dengan putri ayah". Terang ayah memberikan nasihat kepada Saira.


Saira berusaha tak meneteskan air mata, melihat begitu sayangnya ayah kepada putrinya. Walau usianya sudah tidak muda lagi tapi ayah masih saja terus semangat bekerja dan menemani putrinya yang sudah besar ini. Ayah masih saja menganggapku anak kecil yang harus dijaga.


Saira merenung dalam pikirannya dan memberanikan untuk berbicara.

__ADS_1


"Ayah sebenarnya kak Juan ada pembicaraan ke arah sana ayah, tapi aku masih ragu karena pertama aku masih kuliah, kedua aku ingin bekerja terlebih dahulu ingin membantu perekonomian keluarga", imbuh Saira.


"Iya nak papah setuju tapi ayah juga melihat kamu dengan Juan sudah yang terlalu dekat ayah jadi takut terjadi apa apa" sahut ayah yang sudah mulai khawatir dengan putrinya.


"Iya ayah, insya allah Saira akan menjaga diri Saira supaya tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan". Sahut Saira.


Dan akhirnya mereka sampai ke tempat kosan Saira. Saira langsung masuk dan membereskan barang barang yang sudah di siapkan sebelumnya.


"Ayah istirahat saja dulu, biar Saira merapikan barang barang Saira disini" Ucap Saira. "Iya nak ayah istirahatat sebentar, badan ayah serasa pegal tidak seperti dulu masih kuat nyetir lama sekarang nyetir sebentar saja sudah terasa pegalnya", imbuh ayah.


" Faktor U itu ayah" ujar Saira dan ayah tergelak menyadarinya.


Tak lama setelah merapikan barang barang Saira keluar mencari makanan karena hari sudah siang sebelum pulang kembali kerumah Saira membeli makanan untuk ayahnya juga.


"Yah, Saira keluar sebentar mau mencari makanan, ayah tunggu di sini ya"! " Iya nak" sahut ayah.


Saira mencari nasi bungkus untuk makan siangnya di tempat langganannya. "Bu nasi bungkusnya Dua ya bu, sambalnya minta dipisah saja" Ucap Saira sambi memilih lauknya. "Iya neng" sahut ibu warung.


Saat Saira tiba di kosanan melihat ayahnya sedang tertidur di lantai beralaskan tumpukan tas sebagai sandarannya. "Saira mengingat kembali ucapan ayahnya tadinya yang ketakutan ayah dengan anak perempuannya dengan kasih sayang yang tulus.


Saira meneteskan air matanya. "Ayah terima kasih sudah menjagaku, mudah mudah aku bisa membahagiakan ayah dan ibu tidak sampai merepotkan terus" lirih Saira dalam hati.


Dan ayah terbangun mendengar suara di dekatnya. "Nak, sudah pulang" tanya ayah. "Sudah yah, ayo kita makan dulu" sahut Saira.


Setelah mereka makan Saira sudah menumpukan tas dan barang barang di depan pintu.


"Sudah semua nak", tanya ayah. "Sudah yah". sahut Saira dan ayah langsung memasukannya ke dalam mobil. "Yah, sebelum pulang kita menemui ibu kos dulu, Saira mau pamitan sekalian menyerahkan kunci kosan.


Dan mereka pun berpamitan, ayah tak lupa berbincang sebentar dengan ibu kosan Saira dan mengucapkan terima kasihnya sudah memberikan kesempatan untuk tinggal sementara dikosan miliknya.

__ADS_1


__ADS_2