Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 105


__ADS_3

Juan termanggu melihat sosok yang ada di hadapannya. Wanita yang tadi dia cari kesana kemari tapi ternyata dia yang menghampiri sendiri.


"Helena" seru Juan.


"Juan maafkan aku" kata yang pertama terlontar begitu saja dari mulut Helena. "Maafkan aku Juan selama ini aku sudah di butakan oleh cinta dan nafsu" imbuh Helena.


"Tapi kenapa Helena?" tanya Juan. Seharusnya jika kecewa sama aku cukup aku saja yang kamu balas jangan melimpahkan kemarahanmu pada Saira dia tidak bersalah. Di sini kita yang salah baik kamu atau aku" jelas Juan.


"Aku tahu ada hati dan perasaan yang belum selesai waktu itu tapi takdir berkehendak lain. Kita tidak di takdirkan untuk bersama Helena" Helena hanya diam mendengarkan apa yang Juan katakan.


"Apa kamu tahu, kamu hampir saja menghilangkankan nyawa istriku ibu dari anakku. Helena sadarlah apa yang kamu lakukan bisa membahayakan nyawa orang dan merugikan dirimu dan orang lain!" seru Juan.


"Aku putus asa Juan, aku merasa Tuhan tidak adil padaku, ketika Saira memiliki suami seperti mu dan anaknya mendapatkan kasih sayang dari ayahnya, sementara aku sudah tidak memiliki suami dan di saat aku hamil pun entah kemana ayahnya?" lirih Helena.


"Itu semua karena ulah mu sendiri Helena, jika kamu bisa mempertahankan dan memperbaiki rumah tangga mu dengan baik mungkin sekarang ayah dari anak yang kamu kandung ada di sampingmu" jelas Juan.


"Sekarang kamu tinggal mempertanggung jawabkan perbuatanmu pada hukum Helena. Maaf kali ini aku tidak bisa membantumu lagi" Dan tak lama polisi datang dan segera menangkap Saira membawanya ke kantor polisi.


Di saat polisi mengiringnya Helena terus menerus meminta tolong pada Juan agar mencabut laporan dan tidak memenjarakannya.


Sepintas Juan merasa sedih melihat wanita yang dulu mengisi hari harinya dan pernah meluluhlantahkan perasaannya. sekarang harus berhadapan dengan hukum karena perbuatannya terhadap istrinya yang hampir kehilangan nyawa. "Perbuatannya kali ini sudah di luar batas dan harus ada efek jera agar tidak terlulang lagi" gumam Juan saat meninggalkan Helena.


"Juan, dengarkan aku dulu! tolong maafkan aku Juan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi. Apa kamu tidak ada sedikit pun rasa iba pada ku, apa kamu tidak ada rasa kasian setelah apa yang pernah kita lewati dulu" seru Helena memohon pada Juan tetapi Juan tidak mengubrisnya tidak ingin jatuh ke lubang yang sama lagi.

__ADS_1


Juan meninggalkan Helena yang masih berteriak memanggilnya. Kemudian Juan mengemudikan mobilnya pulang kerumahnya.


Sesampainya di rumah Juan melihat mobil orang tuanya terparkir di halaman rumahnya. Juan masuk ke dalam rumah dan melihat ayahnya ada di tengah rumah.


"Pah" sapa Juan saat masuk ke rumah. "Bagaimana kak, sudah beres?" tanya papah yang menunggu kabar dari putranya. "Sudah pah, Helena sudah di bawa ke kantor polisi dan langsung di proses" terang Juan.


"Syukurlah, akhirnya kamu bisa tegas tidak plin plan lagi. Papah bangga padamu! ucap papah menepuk pundak Juan. Sebenarnya Juan berat hati untuk memenjarakan Helena tapi dia harus menunjukan bahwa dia harus bersikap tegas kali ini.


"Papah sama siapa kesini" karena papahnya tidak mungkin datang sendiri kerumahnya dan menunggunya. "Papah bersama mamah dan sekarang ada bersama istri dan anakmu di kamar" ujar papah. "Baiklah, kakak ke kamar dulu pah" pamit Juan.


Juan menghampiri kamarnya dan melihat mamah dan istrinya sedang berpelukan. "Ada apa ini, kok ada acara pelukan segala" tanya Juan. Mamah dan Saira segera menghapus air mata mereka masing masing.


"Tidak apa apa kok kak, kami hanya kangen saja. Betulkan mah?" Saira meyakinkan mamah agar Juan tidak tahu apa yang sudah mereka bicarakan.


"Ya sudah, mamah pulang dulu ya, kamu cepat sembuh ya sayang. Semoga kamu bisa cepat berjalan kembali supaya bisa menemani mamah shoping. Nanti Keanu biar Daddy dan kakeknya yang jagain" goda mamah menyemangati Saira. Saira hanya tertawa kecil melirik Juan yang melebarkan matanya mendengar menjaga Keanu.


Sudah terbayang oleh Juan bagaimana kalau wanita berbelanja akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar.


Mamah dan papah pulang, Juan mengantar orang tuanya sampai ke halaman rumah. Sebelum pulang mamah menepuk pundak Juan.


"Kak, mamah ingin bicara sama kakak tapi tidak sekarang. Ada yang ingin mamah tanyakan sama kakak" ujar mamah sebelum pergi.


Juan terdiam setelah mendengar ucapan mamah. Kira kira apa yang ingin mamah tanyakan padanya?

__ADS_1


"Sayang bagaimana dengan kakimu?" tanya Juan. "Alhamdulillah sudah jauh lebih baik sekarang. Tadi aku sama bi Marni coba latihan lagi di rumah sesuai anjuran yang di sarankan dokter kak" jelas Saira. "Bagus sayang, semoga kamu cepat bisa jalan ya!" Juan mengecup kening Saira.


"Kak, bagaimana dengan perkembangan kasus kecelakaannya?" tanya Saira. Juan yang tadinya akan merebahkan diri langsung terdiam sejenak lupa akan kasusnya yang belum dia ceritakan, bahkan sampai sekarang Saira belum tahu siapa orang yang telah menyelakainya.


"Kak" panggil Saira lagi. "Ah iya yang" sahut Juan. "Sudah yang, kakak baru saja menyelesaikannya orangnya sudah kakak serahkan ke pihak berwajib untuk bertanggung jawab akan perbuatannya" ujar Juan.


"Siapa kak? laki laki atau perempuan, muda atau sudah tua?" tanya Saira penasaran. "Kalau kakak memberitahukanmu apa kamu akan marah atau dendam pada orangnya" tanya Juan khawatir Saira akan marah.


"Ya tergantung kak, kalau dia tidak sengaja ya biarkan saja toh aku juga sekarang sudah mulai membaik" ujar Saira. " Apa dia akan berbicara seperti itu jika mengetahui orangnya adalah Helena" pikir Juan dalam hati.


"Orang yang sudah menabrak kamu adalah.. "


"Helena"


Saira langsung diam pandangannya kedepan mencerna apa yang dia dengar barusan.


"Yang, tenang saja aku sudah menjebloskan dia ke penjara" jelas Juan takut Saira berpikir Juan akan membelanya.


"Kak, apa kakak tahu kenapa Helena bisa menabrakku" tanya Saira tenang. "Em.. kalau itu kakak kurang tahu jelas apa motifnya tapi yang kakak tahu dia sudah lalai untuk menyelakai orang lain bahkan bisa menghilangkan nyawa orang lain" terang Juan.


"Apa aku boleh menemuinya?" pinta Saira. "Untuk apa yang, sekarang dia sudah di tahan oleh polisi dan sedang di proses. "Biarkan saja dia menanggung akibatnya" Juan sudah tidak ingin lagi berurusan dengan Helena lagi.


"Dan satu lagi Helena tidak sendiri dia di bantu oleh Gwen tapi Gwen tidak ikut menabrak kamu" Juan mencoba jujur pada Saira takut dia mendengar dari orang lain tentang kejadian ini.

__ADS_1


Saira tetap dengan keinginannya meminta pada Juan agar bisa di pertemukan oleh Helena.


__ADS_2