
Juan tidak tenang selama operasi berlangsung, terlihat dari Juan mondar mandir di depan ruang operasi.
"Juan bisa kamu tenang sedikit" seru mamah yang pusing lihat Juan tidak bisa diam. "Aku sangat mencemaskan Saira mah" ucap Juan tidak tenang. "Kita semua juga cemas kak, tapi kita harus tenang. Kita berdoa saja semoga operasinya lancar" ujar mamah.
Akhirnya Juan duduk di kursi tunggu walau hatinya masih tidak tenang.
Sementara itu Yura di antar pulang oleh Rey. Yura merasa canggung sekaligus bingung masih memikirkan teka teki apa yang terjadi dan yang dilihat sebelumnya, hingga mobil yang Yura tumpangi bersama Rey telah sampai di depan rumah Yura, tidak ada satu patah katapun yang mereka bicarakan di mobil. Hanya ucapan terima kasih Yura yang telah di antarkan pulang oleh bos nya itu.
"Terima kasih banyak pak Rey telah mengantarkan saya pulang" ucap Yura menunduk setelah turun dari mobil. "Iya" Rey menjawab singkat dan mobil Rey langsung meninggalkan Yura.
Flashback on#
"Adrian Sely sudah memberitahumu tidak masuk kerja hari ini?" tanya Rey. "Iya, tadi pagi Sely telepon bahwa dia tidak masuk kerja pergi ke rumah sakit, karena mengeluh sakit di bagian perutnya"jelas Adrian.
"Kamu tidak menjenguknya" tanya Rey. "Rey, Sely baru masuk rumah sakit satu hari kemudian kita juga tidak bisa karena hari ini ada acara bertemu klien" ujar Adrian. Rey hanya diam saja membuat Adrian curiga.
"Rey, kamu tidak akan melimpahkan lagi pekerjaan sama aku kan" Adrian sudah mempunyai feeling tidak enak. "Kamu sepertinya sudah punya batin dengan ku Adrian" Rey senyum simark. "Rey, jangan seperti itu Rey, ini klien ingin bertemu mu langsung" bujuk Adrian agar Rey membatalkan niatnya.
"Adrian tolong turunkan aku di sini" perintah Rey. Tapi Adrian tidak bergeming. "Ayolah Adrian cepat berhenti, aku ada perlu sebentar" pinta Rey. Akhirnya Adrian menepikan mobilnya ke pinggir jalan menurunkan Rey. Adrian hanya bisa menghela nafasnya.
"Hmm, Rey pasti ujung ujungnya seperti ini. Aku lagi yang menyelesaikan pekerjaan" gerutu Adrian kemudian melanjutkan mobilnya.
__ADS_1
Rey menaiki taxi menuju rumah sakit Sely di rawat. Saat tiba di rumah sakit Rey langsung ke bagian informasi menanyakan ruangan Sely di rawat. Sebelum menemukan ruangan Sely, Rey tidak menyangka akan melihat wanita yang akan jatuh ambruk dari belakang dan buru buru Rey menangkap wanita tersebut. Dan betapa kagetnya wanita yang dia tolong tersebut adalah Saira.
Mendengar percakapan antara Saira dan laki laki di depannya Rey bisa menangkap ada permasalahan lagi pada Saira dan suaminya. Entah mengapa membuat Rey emosi melihat untuk ke dua kalinya Saira tersakiti.
Flashback off#
Dari dalam terdengar suara tangisan bayi yang begitu kencang. Juan melihat lampu ruang operasi sudah tidak menyala lagi menandakan operasi telah selesai.
"Mamah, ibu itu suara bayi" Juan memandang mamah Sinta dan ibu Rani, mereka tersenyum. Tak lama dokter keluar dari ruang operasi.
"Dok, bagaimana istri dan anak saya?" Juan tidak sabar ingin melihat keadaan istri dan anaknya. "Pak, selamat putra bapak telah lahir dengan selamat dan sehat.." dokter terdiam menjeda ucapannya. " Lalu istri saya bagaimana dok?"
"Istri bapak belum siuman karena masih pengaruh obat bius" ujar dokter yang menangani Saira. "Putra bapak sedang di bersihkan dulu oleh perawat dan istri bapak akan di pindahkan ke ruang pemulihan terlebih dahulu sebelum di pindahkan ke ruang perawatan" jelas dokter.
" Juan, kamu adzankan dulu putramu" seru mamah. "Baik mah" Juan mengadzankan tepat di samping telinga bayinya, dan bayinya dikembalikan lagi ke perawat karena masih di observasi di ruang bayi, Menunggu ibunya sadar.
Saira sudah berada di ruang perawatan. Juan bersama mamah dan ibu memasuki ruangan dimana Saira berada. Juan terus memegang tangan Saira menanti Saira bangun. "Sayang, terima kasih sudah melahirkan bayi kita, bayi kita laki laki yang sangat tampan sekali" ucap Juan terus menciumi tangan Saira.
Saira mulai membuka matanya perlahan. Hal yang ia rasakan adalah seluruh badannya lemah saat Saira akan bergerak langsung terasa ada yang sakit di bagian perutnya.
"Aw" Saira mengeluh sakit. "Sayang, jangan banyak bergerak dulu kamu habis operasi masih terasa sakit bekas operasinya" Juan menjelaskan.
__ADS_1
Saira masih belum tersadar sepenuhnya masih mengingat kejadian kejadian sebelumnya dia tersenyum mengingat persalinannya.
"Kemana bayiku?" hal yang pertama Saira tanyakan. "Ada sayang sedang di ruang perawatan bayi, sebentar lagi di bawa kesini" ujar Juan. "Saira, selamat ya sayang kamu hebat sudah melahirkan cucu mamah yang ganteng" ucap mamah membelai rambut Saira.
"Nak, bayi kamu sehat. Kamu jangan khawatir yang terpenting kamu juga cepat pulih kembali" ucap ibu tersenyum.
Saira terasa berat kepalanya mengingat potongan potongan kejadian sebelum dia melahirkan. "Kenapa sayang, kepala mu sakit" tanya Juan melihat Saira memegang kepalanya. "Tidak hanya pusing saja" sahut Saira.
Saira mengingatnya, sebelum dia di bawa ke ruang operasi dia melihat kejadian dimana dia melihat suaminya bersama dengan mantan kekasihnya ada di depan dokter kandungan sehingga membuat bayinya lahir sebelum waktunya karena mengalami kontraksi.
"Sayang, mau minum" tanya Juan. "Tidak" Saira menjadi dingin setelah mengingat kejadian sebelumnya. "Atau mau makan" tanya Juan menawarkan kepada Saira lagi. Saira hanya menggelengkan kepala menolak.
Saira tidak banyak bicara sampai suster datang membawa bayinya dan memberikan nya pada Saira untuk mulai bisa menyusui bayi yang baru lahir dengan proses inisiasi menyusui dini (IMD). Perawat mendekatkan bayi ke tubuh Saira terlebih dahulu sebelum mulai menyusui.
Saira sangat bahagia bisa mendekap bayinya dan melihat bayinya sedang mencari sumber minumannya.
"Yang baby-nya haus yang" Juan sangat senang melihat bayinya mencari asi mommy nya. Saira tidak bergeming dia masih menikmati mengamati putranya. putranya itu sangat kuat menyedot asi nya.
Selesai menyusui baby-nya tertidur.
Ayah dan papah masuk ke dalam ruangan setelah bayinya tertidur. Papah melihat ada sesuatu yang berbeda antara Juan dan Saira. Tapi tidak dengan yang lain terlihat seperti biasa. Papah semakin curiga masih ada sangkut pautnya dengan kejadian sebelum Saira melahirkan .
__ADS_1
"Apa kalian sudah memberikan nama untuk baby-nya" tanya papah. Saira menggelengkan kepala dan melirik Juan. "Kami sudah memiliki nama pah untuk putra kami" ujar Juan. "Siapa namanya nak Juan?" tanya ibu.