
Mengisi hari hari di rumah ibu yang hanya beberapa hari Saira tak lupa membantu ibu mulai dari merapikan rumah dan membantu ibu menyiapkan bahan bahan untuk berjualan. Saira tak pernah malu walau dia sudah berkuliah dia tetap membantu ibunya berjualan.
"Bu, nanti kalau aku sudah lulus kuliah ibu berhenti saja ya jualannya. Insya Allah Saira bisa memenuhi kebutuhan ibu dan ayah, ibu doakan ya supaya Saira setelah lulus cepat dapat pekerjaan. Saira tidak mau melihat ibu capai capai berjualan cukup aku saja yang bekerja ibu dan ayah tinggal istirahat" Ujar Saira.
"Tidak apa apa nak, ibu senang kok berjualan memang jiwa ibu sudah lama untuk berjualan dan hanya itu yang ibu bisa". Ucap ibu.
Minggu paginya Saira segera berkemas lg untuk berangkat ke Bandung, karena sebentar lagi Juan menjemputnya.
" Saira, sudah selesai merapikan bawaannya, coba di cek lagi ada yang lupa tidak". Ibu mengingatkan. "Insya Allah sudah semuanya bu nanti kalau ada yang tertinggal bisa balik lagi kesini". Saira tersenyum ke ibu.
"Baiklah, ibu juga sudah menyiapkan bekal makanan untuk Saira di sana tinggal dihangatkan saja ya nak". Ucap ibu. "Siap bu". Tangannya memberikan hormat di kepala.
Tak lama Juan datang menjemput. Saira menghampiri Juan sambil membawa tas bawaan Saira yang akan dibawa ke Bandung.
"Bu, Ayah Saira berangkat ya. Ibu dan ayah jaga kesehatan". Saira mencium tangan ibu dan ayah dengan takzim. " Kamu juga di sana baik baik ya jangan sampai telat makan." Ujar Ibu.
Juan pun berpamitan kepada ayah dan ibu dan merekapun pergi. Mobil Juan berlalu melewati jalan utama. Diperjalanan.
"Yang, sebentar ya kita ketemu dulu teman kakak tadi pagi telepon mau ada acara kumpul". Ujar Juan. "Ya, terserah kakak saja. " Jawab Saira. Sebenarnya Saira agak sungkan jika bertemu dengan teman temannya Juan, Saira merasa asing beda frekuensi.
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai disebuah kafe yang didalamnya sudah ada teman teman Juan yang sudah menunggunya. Di kafe tersebut ada beberapa teman Juan laki laki dan perempuan yang diantaranya ada yang memandang tidak suka terhadap Saira.
"Hai, Juan long time no see.." Ujar salah satu teman Juan. "Wah sepertinya sudah jadi bodyguard seseorang nih teman kita. timpal temannya satu lagi".
Juan hanya menjawab dengan senyuman. "Hai kenalkan ini Saira tunangan aku". Juan memperkenalkan kepada teman temannya.
Tapi tidak dengan Gwen yang menatapnya sinis terhadap Saira dan dengan tidak menganggap Saira Gwen mendekati Juan.
"Juan sudah lama kita tidak bertemu, terakhir kita ketemu ketika pulang kencan". Gwen menggenggam pundak Juan. Awalnya Juan tidak menghiraukan pegangan Gwen tapi setelah melihat wajah Saira berbeda Juan melepas tangan Gwen dan sedikit menghindar.
Gwen yang sadar Juan menghindar terus mendekati lagi. "Juan apa tidak ada lagi yang lebih muda untuk kamu jadikan kekasih". Ucap Gwen mencoba memanasi Saira.
"Tidak apa lagi malah lebih enak jadi tidak usah cari daun muda lagi karena sudah ada yang lebih muda". Jawab Juan mencairkan suasana.
Saira menanggapinya dengan senyuman yang padahal di hatinya sudah merasakan cemburu melihat Juan didekati wanita lain.
Dan langsung disambut gelak tawa teman teman lainnya. "Benar juga ya, nanti di saat kita sudah tua pasangan kita masih hot hot nya beda dengan yang seumuran sudah langsung melempem" Ujar Bagas.
Gwen semakin kesal karena merasa tidak dibantu oleh temannya untuk memanasi Saira. "Juan aku minta no ponsel kamu, soalnya aku nanti ada perlu sama kamu". Ujar Saira yang tak mau kalah. "Baik, berikan ponselmu". Juan menyimpan nomor ponselnya. Gwen sangat senang karena Juan masih perhatian padanya. "Thanks, Juan nanti aku telepon kamu". Ucap Gwen tersenyum pada Juan tapi langsung bersikap sinis kepada Saira.
__ADS_1
Tidak terasa mereka sudah 2 jam berada di kafe tersebut dan Juan berpamitan kepada teman temannya karena akan mengantar Saira pulang ke Bandung.
"Maaf ya sayang, tadi teman teman kakak bercandanya berlebihan buat kamu tidak nyaman". Ujar Juan yang merasa tidak enak pada Saira. "Tidak apa apa kak, santai saja" Ucap Saira supaya Juan tidak berpikir yang aneh aneh. "Terima kasih sayang". Juan sambil menggenggam tangan Saira di mobil.
"Oh iya, sebelum pulang ke kosan kita jalan jalan dulu yang". Ucap Juan. "Kemana kita kak". Tanya Saira heran. Kita main ke tempat makan yang bagus view nya yang, sebelum kamu sibuk dengan kuliah kamu lagi" Terang Juan. "Boleh deh, sekalian refreshing aku belajar terus". Ujar Saira.
Mereka mendatangi salah satu restoran yang berada di atas ketinggian yang memperlihatkan keindahan kota Bandung dari ketinggian.
"MasyaAllah..bagus sekali kak tempatnya, aku baru pertama kali kesini". Ucap Saira senang. " Kakak sengaja bawa kamu kesini supaya bisa makan sekaligus melihat keindahan alamnya". Terang Juan. "Terima kasih kak Juan". Saira langsung memeluk Juan. Juan tersenyum dan mengecup kepala Saira.
"Kamu senang dengan tempatnya" tanya Juan. "Senang sekali kak, tempatnya bagus, nyaman karena jauh dari hiruk pikuk" jawab Saira tersenyum senang. " Syukurlah kalau kamu senang" ujar Juan. Nanti suatu saat kakak akan ajak kamu lagi ke tempat tempat indah" ujar Juan.
" Kak Juan tidak usah khawatir jika mengajak ku tidak usah yang mewah mewah cukup dengan pemandangan yang sejuk indah dan jauh dari keramaian saja aku suka kak" ungkap Saira.
Setelah selesai makan dan menikmati keindahan panorama di atas bukit Juan mengantar Saira ke kosannya.
"Sayang jaga diri baik baik dan jaga kesehatan sebentar lagi kamu akan sibuk dengan kegiatan kuliah kamu di semester akhir ini". Juan mengingatkan.
"Siap sayang, kakak juga hati hati ya di jalan . Kabari aku kalau sudah sampai". Ucap Saira. "Ok". Sebelum beranjak pergi Juan mencium bibir Saira sekilas. Saira tersenyum malu.
__ADS_1
"Hati hati sayang" Saira mengantar Juan sampai ke mobil.