
Juan ikut tidur di samping Saira yang sudah tertidur dari tadi.
Dengan memeluk Saira dari belakang Juan pun tertidur tidak berapa lama.
Saira terbangun dan merasakan ada tangan yang melingkar di badannya.
" Sayang, bangun solat subuh yuk" ajak Saira. " Hmm" sahut Juan dengan deheman. "Ayo sayang, sebentar saja hari ini masih libur setelah solat bisa tidur lagi" ujar Saira tapi yang dibangunkan masih terpejam matanya. Saira bangun dan beranjak dari tempat tidur lalu mengambil air wudhu.
Selepas solat subuh Saira langsung ke dapur menyiapkan bahan untuk di masak.
"Yang, sudah bangun aku pikir masih tidur" ucap Saira melihat Juan mendekatinya. Sudah yang, mau tidur lagi sudah tidak bisa ya sudah kakak cari kamu" ujar Juan yang memeluk Saira dari belakang.
"Ih, sayang jangan ganggu aku deh, aku lagi masak" seru Saira yang merasa terganggu masaknya, Juan tidak mengindahkan pertamanya tapi saat melihat Saira sudah mengarahkan penggorengan ke Juan, Juan langsung melepaskannya.
"Ok..ok kakak lepas" Juan terkikih melepas pelukannya dan meninggalkan Saira di dapur. Seperti biasa Juan pergi ke balkon sudut favorit Juan.
Dua bulan kemudian
Usia kandungan Saira sudah memasuki usia 4 bulan. Ibu dan mamah Sinta sudah sibuk menyiapkan acara 4bulanan kehamilan Saira. Mereka sepakat akan mengadakan acara 4 bulanan di rumah mamah Sinta karena nanti akan gantian di acara 7 bulanan di rumah ibu Rani.
"Ra, bagaimana sudah kamu urus catering dan perlengkapan pengajiannya" tanya mamah. "Sudah mah tadi kak Juan sudah melunasi pihak catering dan ibu sudah menyiapkan kebutuhan pengajian serta tamu undangannya" ujar Saira. "Jangan sampai kurang ya Ra, soalnya mamah undang banyak teman teman mamah. Yang di komplek, arisan mamah sama teman dekat mamah" seru mamah dengan semangat. "Iya mah, insya Allah cukup Saira dan kak Juan sudah memesankan sesuai dengan tamu bahkan Saira lebihkan" imbuh Saira.
__ADS_1
" Ok, sip sayang" ucap mamah lega. "Sudah beberapa hari ini Saira dan Juan menginap di rumah mamah Sinta untuk persiapan 4 bulanan agar Saira tidak bolak balik apartemen. Tapi kehebohan setiap harinya oleh mamah Sinta mulai dari menu makan dan keperluan lainnya.
Acara 4 bulanan hari ini di gelar di kediaman mamah Sinta bada duhur atau tepatnya jam 1 siang. Tamu undangan dari kerabat dekat mamah Sinta dan ibu Rani serta teman dekat Saira sudah berdatangan. Serangakaian acara mulai dari lantunan ayat ayat suci Al quran di bacakan, Saira ikut membacakan surat Yusuf dan mariam dari beberapa surat surat pilihan.
Selama acara Juan terus mendampingi Saira. Hingga akhir acara selesai Saira dan Juan mengucapkan terima kasih kepada tamu undangan yang sudah datang dan satu persatu tamu undangan pulang. Tersisa hanya keluarga inti saja ayah, ibu, papah, mamah Jenita dan kak Safa.
"Nak, harus banyak makan yang berprotein dan vitamin ya supaya bayi mu tumbuh sehat semasa di dalam kandungan" pesan ibu untuk Saira. "Ibu doakan kamu dan bayimu sehat sehat selalu, jangan terlalu capek ingat di perutmu ini ada nyawa yang harus kamu jaga" tambah ibu mengingatkan.
"Baik ibu" Saira sembari memeluk Ibu. "Ibu tidak bisa lama lama ya nak, masih ada keperluan di rumah dan ayah juga sedang kurang sehat betul' ujar ibu.
Kemudian ibu dan ayah serta kak Safa berpamitan pulang.
"Yang, nanti sore kita pulang ke apartemen ya" ujar Juan. "Iya kak, aku ikut kakak saja" sahut Saira.
"Mah, pah kakak dan Saira akan pulang sekarang ke apartemen" ujar Juan. "Kok cepat sekali kak pulangnya" tanya mamah. "Iya mah, ada pekerjaan Juan yang harus dikerjakan di apartemen mah, kalau di sini terus kakak capek bolak bailknya" imbuh Juan.
"Biarkan saja mah, Juan dan Saira kan butuh privasi biar leluasa" ujar papah mengingatkan mamah. " Ya sudah nginap lagi di sini ya Ra, apalagi nanti kalau menjelang lahiran Saira sebaiknya tinggal sama mamah atau ibu" ujar mamah. "Iya mah, kapan kapan Saira menginap lagi di sini. "Iya mah, lagian lahiran Saira masih lama" sangah Juan. "Iya kak, mamah hanya mengingatkan saja, kamu kan sering pulang malam, kasian Saira" ujar mamah.
"Iya mah, siap nanti kalau sudah mendekati HPL Juan titipkan Siara ke mamah atau ibu" ujar Juan. "Hush, memangnya barang pakai dititipkan segala" papah ikut menimpali dan semua tersenyum mendengarnya.
Juan dan Saira berpamitan dan langsung memasukan tasnya ke dalam mobil.
__ADS_1
"Yang kita mau mampir dulu ke tempat lain sebelum pulang" tanya Juan. "Kemana kak" tanya Saira bingung. "Baju kerja kamu kan sudah banyak yang tidak muat" Juan mengingatkan. "Oh iya kak, aku hampir lupa" Saira menepuk keningnya lupa. "Ya kita mampir ke mall saja kak" ucap Saira.
Usia kehamilan Saira sudah memasuki 4 bulan lebih sehingga perut Saira sudah mulai terlihat besar. Pakaian kerjanya sudah kebanyakan tidak muat. Yang membuat Juan kasian terus memprotes pakaian yang di pakai Saira.
Setelah selesai membeli pakaian kerja dan baju hamil mereka langsung pulang.
Sesampainya di apartemen Saira sudah rindu dengan kasur yang sering dia tempati semenjak menikah.
"Yang ganti baju dulu" Juan meningkatkan. "Nanti yang aku ngantuk sekali" sahut Saira yang sudah rebahan di kasur. "Ish, ganti baju dulu yang ini kan baju dari luar kita habis ke mall banyak virus yang menempel di bajumu" Juan mulai berceramah.
"Iya iya yang" Saira bangun dengan malas dan mengganti pakaiannya. setelah itu Saira melanjutkan tidurnya dan di susul Juan yang baru selesai mengecek kerjaan dari apartemen.
Saira menyiapkan sarapan sebelum berangkat kerja kadang membawa bekal makan atau cemilan untuk di bawa kerja karena Saira sekarang sering makan setelah melewati trisemester pertama nafsu makannya meningkat.
Juan kadang bingung Saira setiap pulang kerja sering melihat Saira membeli makanan yang dia jumpai di jalan.
Juan sering mengingatkan Saira agar tidak makan sembarangan, Juan takut akan kesehatan bayinya.
"Yang aku ingin makanan itu" Saira menunjuk penjual cilok di sebrang jalan. "Yang coba deh kamu jangan makan makanan yang ga jelas. Nanti kamu dan bayinya kenapa kenapa" Juan menolak. Perdebatan perdebatan kecil kadang membuat Saira tersinggung mungkin karena bawaan hamil perasaan Saira semakin sensitif.
Saira langsung diam tidak berbicara lagi tidak banyak meminta pada Juan. Juan yang kadang serba salah akan sikap Saira yang tidak mementingkan kesehatan bayinya.
__ADS_1
"Kamu boleh makan apa saja yang kamu inginkan yang, tapi coba pilih makanan yang tidak membahayakan kamu dan bayinya. Kalau kamu tidak sedang hamil tidak apa apa sekarang kamu kan sedang hamil" Juan terus mengingatkan Saira.