Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 98


__ADS_3

Driver : "Maaf pak, saya Sunardi driver online yang tadi sempat dipesan oleh istri anda. Sekarang istri anda berada di rumah sakit kerena mengalami kecelakaan"


Juan : "Istri saya kecelakaan?"


Driver : "Betul pak, bapak bisa langsung ke rumah sakit Medistra sekarang"


Juan : "Saya akan kesana sekarang"


Juan langsung melajukan mobilnya ke rumah sakit dengan kecepatan tinggi karena panik mendengar istrinya kecelakaan.


Sesampainya di rumah sakit Juan menuju bagian pendaftaran. Sus ada pasien kecelakaan bernama Saira di rawat di sini?" tanya Juan. "Sebentar ya pak kami cek dulu" jawab perawat tersebut. "Betul pak pasien bernama Saira sekarang berada di ruang IGD" ujar perawat tersebut. "Terima kasih sus" Juan beralih mencari ruangan IGD.


Saat menemukan ruang IGD Juan menanyakan lagi ke perawat yang ada di depan IGD. "Sus, apa benar di dalam ada pasien bernama Saira?" Juan memastikan. "Benar pak, sekarang sedang ditangani oleh dokter" terang suster.


Juan ingin masuk melihat langsung keadaan Saira di dalam tapi tiba tiba ada seseorang mendatanginya. "Pak, anda suaminya bu Saira?" memastikannya. "Benar, saya suaminya" jawab Juan. "Perkenalkan saya Sunardi yang tadi menghubungi bapak di telepon" ujar pak Sunarni.


Pak Sunardi menjelaskan peristiwa yang di ketahuinya walau tidak mengetahui pasti kecelakaan yang terjadi pada Saira.


"Pak, maaf sebelumnya saya sempat curiga karena sebelum kejadian mobil saya seperti ada yang mengikuti hingga tiba tiba bu Saira menyebrang kemudian tertabrak mobil tapi orang yang menabraknya kabur dan sampai sekarang belum ditemukan" jelas pak Sunardi.


Terima kasih pak atas informasi, saya atas nama istri saya Saira mengucapkan terima kasih banyak karena sudah mengantarkan istri saya ke rumah sakit. Saya serahkan semuanya pada polisi mungkin nanti polisi yang mengusutnya" sekarang Juan hanya fokus pada Saira.


"Baiklah, karena keluarga bu Saira sudah ada kalau begitu saya permisi dulu pak. Semoga bu Saira tidak apa apa dan lekas sembuh" pamit pak Sunardi. "Aamiin pak" sahut Juan.


Ponsel Juan berbunyi tertera nama ibu memanggil.


Ibu : "Assalamualaikum, nak Juan bagaimana sudah ada kabar dari Saira?"


Juan : "Waalaikumsalam bu"....(Juan binggung memberitahukan kepada ibu)

__ADS_1


Ibu : Nak Juan, bagaimana Saira sudah ada dengan nak Juan sekarang?"


Juan : "Maaf bu, Saira mengalami kecelakaan saat perjalanan pulang"


Ibu : "Apa Saira mengalami kecelakaan?"


Juan : "Iya bu, sekarang Juan berada di rumah Sakit. Saira masih ditangani oleh dokter. Ibu tolong titip jaga Keanu bu. Semoga Saira tidak apa apa"


Ibu : "Ba..baik nak semoga Saira baik baik saja"( suara ibu sudah bergetar)


Pintu ruang IGD terbuka perawat dan dokter pun keluar.


"Keluarga ibu Saira" panggil perawat.


"Iya, saya suaminya, bagaimana keadaan istri saya dok?" Juan berdiri menghampiri. "Pak, kami sudah memeriksa keadaan bu Saira. Karena ibu Saira mengalami benturan dan sempat terlempar, bu Saira untuk sementara belum bisa berjalan karena ada pergeseran tulang pada kakinya dan pinggang"Jelas dokter. Mungkin untuk beberapa hari kedepan kami akan melakukan observasi, semoga kaki bu Saira tidak mengalami pergeseran yang berarti dan masih bisa kita lakukan terapi untuk menyembuhkannya" tambah dokter. "Semoga saja hasilnya baik dok" ucap Juan.


"Baik dok, terima kasih" ucap Juan. "Sama sama pak, semoga istri bapak baik baik saja" dokter menepuk pelan pundak Juan dan meninggalkan Juan.


Para perawat membawa Saira ke ruangan perawatan. Juan yang mengikuti dari belakang melihat Saira masih memejamkan mata.


Perawat masuk ke dalam ruangan dan memindahkannya ke bed kamar di ruangan tersebut.


"Pak kami permisi, kalau ada apa apa bapak bisa memanggil kami dengan menekan bel ini" ujar perawat menunjukan alat belnya.


"Baik sus, Terima kasih" ucap Juan.


Juan tak hentinya memandangi wajah Saira yang masih tertidur, rasa bersalah pada istrinya begitu terasa. Jika saja tadi dia menjemputnya mungkin tidak akan terjadi seperti ini" pikir Juan.


Tok tok

__ADS_1


Ceklek,


Suara pintu terbuka ternyata mamah dan papah datang.


"Pah, mah" sapa Juan. "Kak, apa yang terjadi pada menantu mamah?" Mamah langsung mendekat kearah Saira. "Saira tadi sepulang kerja mengalami kecelakaan mah" ujar Juan. "Mengapa bisa terjadi kecelekaan kak, kamu baik baik saja kak?" mamah mengecek badan Juan dari atas sampai bawah.


"Juan tidak apa apa mah, Saira saja yang mengalami kecelakaan karena pulangnya kami tidak bareng. Juan ada pekerjaan dan rapat sore tadi sehingga Juan tidak menjemput Saira dan Saira pulang sendiri menggunakan taxi online, ban mobilnya bocor kemudian Saira hendak menyebrang tiba tiba dari arah samping kanan ada mobil dan Saira tertabrak" jelas Juan.


"Kasian menantu mamah Saira" ucap mamah. "Dan keadaannya sekarang Saira untuk sementara tidak bisa berjalan" tambah Juan dan mamah semakin sedih melihatnya.


"Mah, Juan bisa minta tolong sama mamah besok bisa bergantian dengan ibu. Juan khawatir ibu sedih mengetahui Saira kecelakaan dan ingin melihat kondisi Siara" ujar Juan.


"Baik kak, mamah besok akan ke rumah mu dan menjaga Keanu nanti bu Rani bisa menemui Saira di sini" ujar mamah. Setelah melihat Saira di rumah sakit dan Saira masih belum sadar, mamah dan papah pulang ke rumah.


Besoknya. Juan semalam tertidur dengan posisi duduk dan kepala di ranjang menunggu Saira.


Juan yang terridur merasakan ada gerakan dari jari Saira. Kemudian terbangun melihat Saira menggerakan jarinya . Juan langsung memanggil Saira.


"Saira, sayang" Juan mencium tangan Saira. Perlahan lahan mata Saira terbuka. "Sayang kamu sadar?" Juan senang melihatnya kemudian keluar memanggil dokter dan perawat yang jaga untuk melihat keadaan Saira.


"Dokter, pasien yang di ruangan sana sudah sadar, tolong di cek dulu" ujar Juan menunjuk ke arah kamar Saira di rawat "Baik pak" dokter dan perawat pun mengikuti Juan masuk.


"Permisi pak saya akan mengecek kondisi bu Saira dulu" dokter mengecek mata dan denyut nadi Saira kemudian perawat mengecek tekanan darahnya.


"Alhamdulillah, bu Saira sudah siuman. "Bu Saira, apa yang anda rasakan?" tanya dokter. "Kepala saya pusing, dan kenapa kaki saya sakit sekali dok" ucap Saira masih lemah. "Iya bu mungkin masih terasa sakit tapi Nanti ada dokter spesialis yang akan mengobservasi kembali ke sini" ujar dokter. "Ibu banyak istrirahat ya dan jangan lupa makan agar tidak lemas" terang dokter.


"Saya permisi dulu bapak, ibu" pamit dokter. "Terima kasih dokter, suster" ucap Juan dan dokter dan perawat meninggalkan ruangan Saira.


"Yang, sekarang masih sakit?" Juan mengelus rambut Saira. Saira hanya menganguk pelan. "Sabar ya sayang. Kakak akan selalu ada untukmu di sini" Juan mengecup kening Saira dengan hangat.

__ADS_1


__ADS_2