Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 82


__ADS_3

Juan sebenarnya ingin memberikan kejutan pada Saira tapi moments nya belum pas melihat sikap Saira masih dingin padanya.


Setelah mamah, papah dan Jenita berpamitan pulang. Tinggallah Saira dan Juan. Saira langsung meninggalkan Juan yang masih di luar sementara Saira langsung masuk ke kamar takut Keanu terbangun dan menangis.


"Yang" Juan masuk ke kemar pelan pelan.


"Iya" Saira sembari menyibukkan diri. "Besok kita pulang" Juan masih bertanya. "Iya kak, ini aku sudah mulai membereskan pakaian aku sama Keanu" imbuh Saira.


"Yang" panggil Juan lagi. "Ada apa" tanya Saira. "Hmm..tidak jadi" tadinya Juan akan mengatakan kejutannya sekarang tapi Juan urungkan.


"Aneh" Saira bergumam sendiri.


"Ya sudah aku titip Keanu, aku mau keluar dulu" ujar Saira berdiri. "Keluar kemana?" tanya Juan mendongak ke arah Saira. "Aku mau menemui mamah, siapa tahu ada yang masih bisa aku bantu" terang Saira. "Oh, iya" Juan mengangguk.


Saira menghampiri ibu yang masih menghitung bingkisan bersama bu Isah.


"Bu, masih ada sisa bingkisannya" tanya Saira. "Masih, ini ibu mau bagikan ke tetangga yang tadi tidak ikut pengajian" ujar ibu yang sedang memisahkan bingkisannya.


"Bu Isah, tolong antarkan ini ya ke bu Agus sama bu Tono, nanti saya yang ke bu Ahmad" ujar ibu memberikan bingkisannya ke bu Isah.


"Ra, ibu mau ke bu Ahmad dulu ya" ucap ibu. "Tadi bu Ahmad tidak kesini bu?" tanya Saira. "Tidak nak, kemarin pas ibu undang pak Ahmadnya sedang sakit jadi bu Ahmad tidak bisa hadir, pak Ahmadnya tidak bisa di tinggal lama. Ibu mau sekalian jenguk juga. Ya walau tidak menjenguk pak Ahmadnya langsung tapi setidaknya ibu datang memberikan semangat kepada bu Ahmadnya" jelas ibu.


"Iya bu" sahut Saira.


Saira sebelum kembali ke kamar mengambil teh hangat untuk suaminya. Walau dia bersikap dingin tapi jika ada Juan suaminya Saira tetap menyiapkan kebutuhan Juan.


"Kak minumnya" Saira meletakan cangkir di atas nakas. "Terima kasih" sahut Juan. "Sudah beres semuanya yang" tanya Juan setelah meminum tehnya. "Sudah" jawab Saira. "Kakak istirahat saja aku sudah tiduran barusan" ujar Saira melanjutkan merapikan pakaian Keanu.

__ADS_1


Juan merebahkan badannya di ranjang bersama Keanu yang masih tertidur.


Saat makan malam,


Juan berkumpul di meja makan bersama ayah dan ibu sementara Saira menemani Keanu di kamar bergantian dengan Juan.


"Nak Juan besok mau pulang ke apartemen?" tanya Ayah. "Iya yah, kami rencananya besok akan kembali ke apartemen" jawab Juan di sela sela makan malam. "Ya sudah, semoga kalian bahagia terus saat berkumpul kembali bersama. Maaf kan Saira ya nak Juan jika masih belum bisa menjadi istri yang baik, harap di maklum" Ayah menasehati Juan. "Saira sebenarnya anak yang mandiri tapi terkadang sering ceroboh. Saira masih butuh bimbingan dari orang terdekatnya sekarang bagian nak Juan yang harus bisa membimbingnya" ayah menekan.


"Insya Allah yah, Juan akan berusaha menjadi imam yang baik untuk keluarga kecil Juan" imbuhnya.


Entah apa yang terjadi jika ayah tahu apa yang sedang di alami anak dan menantunya saat ini, apalagi apa yang sudah Juan lakukan pada putrinya, mungkin ayah tidak akan menasehatinya seperti ini tapi malah memakinya" Juan bermonolog dalam hati.


Saira malam ini tidak bisa tidur karena besok akan pulang ke apartemen.


"Huft, bismillah" ucap Saira menghembuskan nafasnya untuk memasrahkannya pada Tuhan.


"Yang, kamu sudah bisa memandikan Keanu sendiri" tanya Juan yang melihat Saira sedang memandikan Keanu, biasanya saat memandikan Keanu Juan sudah berangkat kerja dan hanya melihat ibu yang sibuk mengurus Keanu.


"Sudah" jawab Saira sembari membalikan Keanu untuk membilasnya setelah di beri sabun perlahan. Juan memperhatikannya ngeri. Setelah memandikan Saira memakaikan baju Keanu.


Ibu datang melihat ke kamar Saira tersenyum.


"Alhamdulillah, kamu sudah bisa nak memandikan Keanu?" ucap ibu menghampiri Saira. "Ibu jadi tenang kalau begini" tambah ibu. "Iya bu, Saira belajar agar bisa sendiri" ujar Saira.


Saira melanjutkan memakaikan pakain Keanu.


"Sudah ganteng dan wangi anak mommy, mau kemana sih?" Saira seolah olah berbicara pada Keanu. "Sini sama Deddy sayang, mommy mu biar gantian mandi" ujar Juan.

__ADS_1


"Mandi dulu yang, kakak mau bawa Keanu main di depan" ujar Juan menggendong Keanu. "Iya" sahut Saira.


Juan mengajak Keanu keluar kamar dan di depan rumah bertemu dengan kakek Rudi di teras.


"Keanu sudah mandi" sapa kakek. "Sudah kakek" Juan yang menjawab. Juan berbincang pada ayah sembari menunggu Saira selesai mandi.


Sementara ibu sedang menyiapkan bahan makanan untuk di bawa Saira ke apartemen. Ibu tahu betapa repotnya mengurus bayi pasti susah untuk masak.


"Bu, liat kak Juan dan Keanu?" tanya Saira baru selesai mandi. "Sepertinya suami dan anakmu ada di teras bersama ayah. "Bu, sedang apa kok masaknya banyak sekali, memang siapa yang mau datang?" Saira melihat banyak masakan matang dan mentah di meja makan.


"Ini sebagian buat di bawa kamu nak ke apartemen" ujar ibu. "Banyak sekali bu" ucap Saira. "Ibu sengaja menyiapkan ini untuk kamu, supaya kamu nanti di sana tidak repot untuk memasak atau berbelanja untuk beberapa hari" jelas ibu.


"Ibu" Saira terharu ibu masih memikirkan anaknya walau sudah berumah tangga tapi masih mengangapnya gadis kecil ibu yang selalu disiapkan.


Saira menghampiri Keanu yang sedang ditemani Daddy dan kakeknya. "Nangis tidak kak" tanya Juan yang sudah mengerti menanyakan Keanu. "Tidak kok, malah anteng dari tadi main sm Daddy dan kakek" ujar Juan.


Siangnya setelah makan siang bersama, Saira dan Juan siap siap untuk pulang ke apartemennya. Juan tampak senang karena sebentar lagi akan berkumpul bersama keluarga kecilnya berbeda dengan Saira yang tampak kurang semangat.


"Ayah, ibu kami pamit dulu ya. Terima kasih sudah sudah banyak membantu Saira dan menjaga Keanu" Saira tampak berkaca kaca. "Tidak usah berterima kasih nak, ibu malah senang bisa ikut menjaga dan merawat kamu dan Keanu di sini. Sebenarnya ibu pasti akan kehilangan, nanti setiap pagi tidak ada lagi suara bayi yang minta nen kalau telat, tidak lagi memandikan Keanu" ujar ibu. Tapi kamu ada tanggung jawab yang lebih penting dan tempat yang seharusnya bersama keluarga kecilmu" tambah ibu.


"ibu masih bisa kok, nanti kalau ibu dan ayah kangen bisa main kapanpun ke Keanu" ujar Saira. "Iya nak" jawab Ibu.


"Ibu, ayah Juan pamit ya. Terima kasih semuanya dan maaf sudah merepotkan ibu dan ayah" ujar Juan. "Tidak kok nak. Kalian sehat sehat ya, jangan lupa main ke sini ya ke rumah nenek dan kakek" ujar ibu.


Saira masuk ke dalam mobil bersama Keanu duluan sementara Juan memasukan barang bawaanya ke dalam mobil.


"Dah kakek, nenek" pamit Saira dari dalam mobil. Mobil Juan melaju dari kediaman rumah orang tua Saira.

__ADS_1


__ADS_2