
Tidak terasa waktu penyusunan skripsi Saira sudah selesai dan di ACC oleh para dosen pembimbing. Dan Saira bisa mengajukan sidang bersamaan dengan sahabat sahabatnya Fika dan Tania.
"Tan, bagaiman kamu sudah di ACC oleh dosen?" Tanya Saira. "Alhamdulillah sudah final Ra," jawab Tania girang. "Lalu bagaimana dengan Fika dia sudah berapa kali gagal terus mengajukan skripsinya, apa dia bisa ikut sidang bersama". Keluh Tania. "Kita doakan saja Tan semoga Fika di ACC juga oleh dosen pembimbingnya". Ucap Saira.
Keesokan harinya Saira dan Tania berkumpul di kampus sekaligus ingin bertemu dengan Fika. Tiba tiba dari arah depan Fika berlari menghampiri mereka.
"Tania, Saira..akhirnya aku di ACC juga sama dosenku". Ujar Fika bersemangat. "Alhamdulilah". Ucap Saira dan Tania berbarengan. " Berarti kita sudah bisa mengajukan sidang bersama". Ujar Saira tersenyum lega.
"Ayo, kita ke bagian adminitrasi kampus, kita langsung daftar saja". Ajak Fika.
Setelah dari bagian adminitrasi mereka pulang ke kosan masing masing untuk menyiapkan syarat dan materi untuk sidang. Saira langsung mengabari kedua orang tuanya tentang sidang yang akan diajukannya. Serta tidak lupa mengabari Juan untuk meminta masukannya tentang sidang nanti.
"Good luck ya sayang, kalau ada yang ingin kamu tanyakan kasih tau kakak mudah mudahan kakak bisa bantu kamu". Ujar Juan.
"Iya, terima kasih sayang". Ucap Saira sambil mengecup ponsel di sebrang sana.
Hingga waktunya tiba Sidang dilaksanakan hari Senin, dimana peserta sidang menunggu jadwal dipanggil oleh para dosen penguji.
"Bismillah, semoga lancar dan insya Allah bisa". Semangat Saira. Disaat Saira merasa tegang suara pesan di ponselnya bunyi.
Ting..
"Good luck, cinta! kakak yakin kamu bisa. Semangat"💪 . Saira langsung tersenyum melihat isi pesan dari Juan membuat dirinya tambah semangat.
__ADS_1
Saira Putri Atmaja..
Begitu nama Saira dipanggil masuk ke ruang sidang. Dimana hari ini menentukan hasil kuliah selama kurang lebih empat tahun lamanya.
Pertanyaan demi pertanyaan yang diajukan oleh tim penguji kepada Saira dengan hasil penyusunan materi skripsi yang dia kerjaan sampai akhir, Saira menjawab dengan kemampuannya.
Saira keluar dari ruang sidang melangkah menyusuri koridor kantin tempat mereka janjian.
"Tan..Tania"! Saira melambaikan tangan memanggil Tania yang mencarinya juga.
"Bagaimana Tan, lancar". Tanya Saira. "Alhamdulillah Ra, lancar". Jawab Tania lega. "Kamu sendiri bagaimana Ra, bisa". tanyanya. "Alhamdulillah, bisa Tan". Saira tersenyum. "Tinggal tunggu Fika mudah mudahan dia juga lancar". Ujar Tania yang di aamiinkan Saira.
Tak lama Fika pun datang menghampiri Saira dan Tania yang sudah menunggunya.
"Eh, Fika sudah selesai tuh". Tania mengarahkan mukanya ke arah Fika. "Fik, bagaimana?" tanyanya penasaran. "Menurut kalian bagaimana, apa wajahku saat datang kusut atau senang". Fika menjawab dengan pertanyaan lagi. "Ish kamu Fik ditanya malah balik nanya". gerutu Tania. "Sepertinya sih dilihat dari wajahnya berhasil deh". Tebak Saira. "Insya Allah mudah mudah berhasil dan aku cukup yakin dengan sidang aku tadi". Fika tersenyum. "Syukurlah." Ucap Saira senang.
Mereka menyempatkan untuk pergi jalan jalan melepas ketegangan yang sudah mereka lewati.
"Ra, setelah kita lulus nanti gimana kalau kita adakan piknik, hitung hitung buat kenang kenangan kita kan setelah ini kita akan mencari pekerjaan masing masing." Ujar Tania. "Iya, Ra kamu kan setelah lulus balik lagi ke kota mu." Tambah Fika.
"Tania, Fika dengarkan walaupun kota kita berjauhan tapi kita kan masih bisa ketemuan, ya kita janjian lah masih bisa dilewati kendaraan umum ini. Itu juga kalau kalian masih ingat sama aku." Ucap Saira tersenyum.
"Saira, kok kamu ngomongnya seperti itu kita kan tetap sahabatan." Fika langsung memeluk Saira diikuti Tania juga. "Lagian kalian lulus saja belum sudah ngomongin perpisahan kan aku jadi sedih. Tapi memang ya setiap persahabatan di uji salah satunya oleh jarak, seberapa intensnya pertemuan bisa menentukan kedekatan persahabatan tersebut." Terang Saira.
__ADS_1
"Janji ya kita selalu berkomunikasi walau jarak memisahkan." Ucap Fika. "Kita kan ada group chat ya nanti saling bertukar kabar saja." Saira menambahkan. "Sip, betul." Tania mengacungkan dua jempol. Jadi fix ya setelah lulus kita adakan piknik bareng bareng." Ujar Tania. "Kalau itu aku tanyakan dulu sama orang tua ku dan ka Juan." Ucap Saira. "Sudah nanti aku saja yang ngomong sama kak Juan supaya di izinkan." Fika tersenyum sambil mengedipkan mata.
Tak terasa mereka sudah jalan jalan menyusuri mall dan tempat makan cukup lama, tapi hanya Saira yang tidak membeli apa apa hanya makan saja.
"Ra, setelah kita berkeliling lama kamu tidak beli apa apa?" Tanya Fika heran. Saira mengelengkan kepala. "Tidak ada yang ingin aku beli semuanya masih ada." Saira hanya mengingat uang jajannya harus di hemat hingga akhir bulan supaya tidak minta lagi ke orang tuanya karena kebutuhan akan wisuda pasti banyak.
Pakaian Saira padahal hanya itu itu saja dia tidak seperti teman temannya sering update tentang mode pakaian yang sekarang.
"Ya sudah kita pulang yuk, capek nih" Ujar Tania. "Ayo Fik, aku juga sudah lelah kaki aku." Saut Tania yang benar benar lelah menemani para sahabatnya berbelanja.
Mereka menggunakan taxi online dengan bayar patungan. Gaya anak kosaan.
"Dah Saira sampai ketemu lagi." pamit Fika Saira turun terlebih dahulu. "Ya Fik, hati hati ." Jawab Saira. Saira masuk ke dalam kosan dan langsung membaringkan badannya yang terasa pegal. "Hem..padahal cuma jalan saja tapi kaki aku sakit sekali. Bagaimana tidak sakit kakinya Fika kalau sudah cari barang yang dia suka terus di cari dari ujung ke ujung." Gumam Saira tersenyum mengingat hal hal seperi itu nanti jarang terjadi lagi bebas bermain dengan teman temannya.
Sambil menunggu tanggal wisuda Saira merapikan kosannya dia berkemas barang barang yang sudah tidak terpakai lagi seperti buku dan perlengkapan kuliah. Dia akan menyicil di bawa pulang ke rumahnya.
Setelah janjian dengan Juan yang akan menjemputnya besok.
Keesokan harinya Saira bersiap siap menunggu Juan datang dan langsung pergi karena sudah disiapkan dari malam.
"Assalamualaikum." Ucap Juan. "Wa'alaikumsalam." Jawab Saira yang langsung membukakan pintu. "Sudah siap sayang." Tanya Juan. "Sudah kak, kakak istirahat dulu ya baru sampai". Tawar Saira. "Tidak usah yang, biar kita cepat sampai". "Ya sudah kalau kakak mau langsung. Ayo". Ajak Saira.
Juan membawakan barang barang yang akan di bawa Saira pulang.
__ADS_1
"Banyak sekali yang bawaannya." Tanya Juan. "Iya kak, itu barang yang sudah tidak digunakan lagi. Aku di sini juga tinggal tunggu jadwal wisuda saja, jadi tidak ada jadwal kuliah lagi." Terang Saira. "Oh, ya sudah."Ucap Juan.
Mobil Juan meninggalkan kosan Saira menuju rumah Saira yang melewati jalan tol.