
Polisi dan Juan langsung mengeledah apartemen Helena. Karena orang yang di cari tidak di temukan polisi tersebut langsung menghubungi jajarannya untuk memantau pergerakan orang yang di carinya dengan menyebutkan ciri cirinya.
"Sial dia sudah kabur duluan" gerutu Juan. "Saudari Gwen, apakah anda mengetahui keberadaan saudari Helena?" tanya polisi. "Saya tidak tahu pak, yang saya jawab tadi pak saat saya datang Helena masih ada tapi pas saya tidur dan bangun Helena sudah tidak ada" jawab Gwen. "Apakah anda tahu kemana perginya saudari Helena" tanya polisi lagi. "saya tidak tahu pak, karena dia perginya tanpa sepengatuhan saya" Gwen yang binggung juga. "Gwen, aku tanya sekali lagi. Pergi kemana Helena?" tanya Juan. "Sudah aku katakan aku tidak tahu Juan, sungguh" jawab Gwen pasrah. "Sudah pak lebih baik kita mencarinya"pak polisi mengingatkan melihat Juan emosi.
"Sampai kamu terlibat lagi dengan kaburnya Helena, aku tidak akan segan segan memasukan mu juga ke penjara!" ancam Juan Gwen yang ketakutan sampai menangis menjawab tidak.
"Baik, jika anda mengetahui keberadaan saudari Helena kami mohon kerjasamanya untuk memberitahukan kami" ujar pak polisi. "Baik pak" sahut Gwen. Juan dan Polisi pergi meninggalkan apartemen Helena dan para polisi menyisir sekitar apartemen melalui CCTV apartemen.
"Bagaimana pak, apa sudah ketemu orangnya?" tanya Juan. "Menurut informasi yang di dapat dari anak buah kami. terduga menaiki taksi dan kami melacak pergerakannya seperrinya menuju bandara" jelas polisi.
"Ya sudah saya akan menuju bandara pak" seru Juan langsung mengendarai mobil. "Siap kami akan berkordinasi dengan orang kami di bandara" seru polisi.
Mamah sore itu sepulang dari arisan tidak langsung pulang tapi mampir ke kantor papah tanpa memberi tahukan kedatangannya. Karena mamah ingin mengajak papah untuk ke rumah Juan melihat Saira dan Keanu.
"Weny, pak Tirta ada" tanya mamah ke sekertaris papah Tirta yang khusus di tempatkan di depan ruangan pak Tirta. "Ada bu pak Tirta ada di dalam" jawab Weny hormat. "Ok, Terima kasih Wen" ujar mamah.
Sebelum mangetuk pintu mamah dari luar, mamah mendengar papah sedang berbicara melalui telepon. Mamah sengaja tidak langsung masuk dan berdiri di depan pintu.
"Bagaimana dia bisa lolos, aku sudah memerintahkan mu untuk tidak lepas dari pantauanmu!" papah terlihat marah di telepon. "Pokoknya saya tidak mau tahu kamu harus cepat menemukannya! seru papah.
Mamah sempat berpikir ada masalah apa papah hingga marah marah dan mencari seseorang? Tak lama ada telepon lagi masuk mamah yang hendak membuka pintu di urungkan kembali.
__ADS_1
"Iya kak, papah sedang melacak keberadaan Helena. Sekarang kamu bersabar dan ikuti saja posisi terakhir yang kamu ketahui. Iya papah rasa kamu harus tegas karena semua memang perbuatan Helena yang menyebabkan istrimu celaka" mamah kaget mendengar percakapan papah dan langsung membuka pintu.
"Papah, apa maksudnya Helena dengan kecelakaan Saira" papah kaget dan langsung memutuskan telepon dari Juan.
"Apa yang papah sembunyikan dari mamah?" seru mamah meminta penjelasan dari papah. "Apa mah, datang datang langsung teriak teriak" ujar papah meredakan mamah.
"Sudah, papah tidak usah menutup nutupi lagi mamah sudah dengar" kesal mamah. "Tenang mah duduk dulu!" papah mencoba menenangkan mamah.
Akhirnya papah memberitahukan mamah perbuatan Helena selama ini dan apa yang dilakukan Juan.
"Jadi papah menutupi apa yang sudah perbuat oleh Juan dan Helena pada Saira" marah mamah. "Mah bukan seperti itu, papah kira Helena tidak akan berbuat yang macam macam pada Saira" terang papah.
"Sudah seperti ini papah baru memberitahu mamah, itu juga kalau mamah tidak menguping tadi" kesal mamah.
"Maafkan papah mah, bukan maksud papah membohongi mamah tapi papah tidak ingin mamah kepikiran" jelas papah.
"Yang harus disalahkan di sini adalah Juan putra kamu pah" kesal mamah. "Awas saja anak itu ya sudah membuat menantu mamah menderita" ujar mamah.
"Terus sekarang papah diam saja, tidak berbuat apa apa?" seru mamah. "Papah selama ini tidak lepas begitu saja mah, setelah melihat putra mu masih berhubungan dengan Helena pun papah selalu memantaunya" mamah memijat pelipis keningnya semakin kesal karena tidak mengetahuinya.
"Papah juga sekarang sedang membantu melacak keberadaan Helena melalui teman papah anak buahnya" ujar papah. "Bagus" ucap mamah. "Sekarang sebaiknya kita ke rumah Juan, mamah ingin melihat kondisi Saira. Mamah jadi merasa bersalah pah, karena tidak tahu apa apa tentang mereka" imbuh mamah.
__ADS_1
"Ya sudah yang penting Saira sekarang tidak apa apa. Ayo kita ke rumah Juan, papah rapikan dulu berkas berkas papah!" ujar papah.
Sementara di rumah Saira setiap harinya Saira belajar menggerakan kakinya sesuai yang di ajarkan dokter. Saira yang di bantu oleh bi Marni melakukan terapiĀ manual dilakukan dengan cara menggerakkan atau memijat bagian tubuh yang mengalami gangguan. Dan tubuh tidak kaku pada sendi dan otot, serta memberikan menggerakkan seluruh tubuh, berjalan dengan bantuan tongkat, atau berendam di kolam air hangat dan dangkal (hidroterapi).
Keanu yang di simpan di stoler saat bi Marni membantu mommynya berlatih diam hanya melihatnya saja.
Suara ketukan pintu terdengar.
"Bi, coba lihat siapa yang datang!" ucap Saira. "Iya non" bi Marni mendudukan kembali Saira ke kursi roda.
"Assamualaikum" ucap mamah saat pintu dibuka. "Waalaikumsalam, Oh nyonya dan tuan Silakan masuk" bi Marni mempersilakan mamah dan papah masuk. "Saira dan Keanu di mana bi?" tanya mamah. "Non Saira dan den Keanu lagi kamar nyonya. Tadi habis latihan nona Sairanya di kamar" terang bi Marni.
Mamah langsung mendatangi kamar Saira.
"Saira maafkan mamah" mamah tiba tiba memeluk Saira sambil menangis. Saira yang melihat mamah menangis dan memeluknya tiba tiba binggung apa yang terjadi.
"Saira, maafkan mamah ya. Selama ini kamu menyimpannya sendiri tentang keadaanmu. Dan mamah tidak mengetahuinya" Saira yang masih binggung. "Sebenarnya ada apa mah, mamah kenapa menangis?" tanya Siara.
"Saira, apa kamu bahagia dengan Juan? mamah sudah tahu tentang kamu dan Juan" ujar mamah dan Saira baru mengerti.
"Mah, Saira baik baik saja. Mamah jangan mengkhawatirkan Saira" Saira memegang tangan mamah. "Lihat Saira dan Keanu bahagia kan" jelas Saira tersenyum.
__ADS_1
"Menantuku kamu sudah seperti ini pun masih memaksakan bahagia di depan mamah" ucap mamah dalam hati.
"Iya sayang, semoga kamu dan Keanu selalu bahagia dan cepat sembuh kembali sayang" mamah membelai rambut Saira. Saira sangat tersentuh melihat perhatian mertuanya pada dirinya.