
Juan dan Saira berangkat kerja seperti biasa dengan di awali sarapan bersama di rumah bersama Saira. Sekilas tidak ada yang berbeda dengan kegiatan mereka kerja dan melakukan aktifitas layaknya suami istri pada umumnya.
Juan akhir akhir ini sering pulang terlambat , Saira tidak berfikir aneh aneh karena tahu pekerjaan Juan sangat padat.
"Yang, nanti pulangnya kamu pulang sendiri ya, kakak tidak bisa menjemput kamu" ucap Juan disela sela sarapannya.
"Iya kak, nanti aku pulang sendiri. Oh iya kak, boleh tidak pulangnya aku ikut dengan teman kantor karena ada perpisahan pegawai kantor yang akan dimutasi" ujar Saira seraya meminta izin kepada Juan.
"Boleh, selagi kamu bisa jaga diri dan tidak pulang malam" jawab Juan. "Siap kak, terima kasih" Saira tersenyum karena telah di izinkan Juan pergi ke acara kantor. Karena sebelumnya Saira selalu menolak jika teman kantornya mengajak Saira ke acara kantor di luar dengan berbagai alasan tapi sekarang Saira merasa jenuh karena sering pulang ke rumah Juan kadang belum pulang.
Juan mengantar Saira ke kantornya terlebih dahulu setelah itu barulah Juan pergi ke tempat kerjanya.
" Selamat pagi mbak Saira" sapa pak satpam. "Pagi pak Rahmat" sahut Saira dengan ramah.
Sebelum duduk di meja kerjanya Saira sudah di datangi oleh Sely dan Sanum." Ra, nanti pulang kerja kamu bisa kan ikut dengan kita ke acara perpisahan pak Ranto" tanya Sely yang terus mengajak Saira jika ada acara kantor. Saira diam pura pura berpikir.
"Em, boleh deh. Insya Allah aku ikut mbak" Saira tersenyum dan duduk di kursi tempat Saira bekerjanya.
"Serius kamu ikut Ra" tanya Sely senang tapi masih merasa aneh. "Kamu tidak bohong kan Ra" tambah Sanum yang kaget biasanya Saira selalu menolak ajakannya.
"Iya mbak mbak ku yang cantik, aku akan ikut karena sudah mendapat izin dari suamiku" Saira meyakinkan.
"Sip, kalau begitu, nanti kamu ikut mobil aku saja bersama Sanum karena Sanum tidak bawa mobil" ujar Sely.
"Ok, siap" Saira merasa senang karena memiliki rekan kerja rasa saudara yang baik sekali walau dari dulu Saira tidak pernah memiliki teman yang banyak tetapi Saira merasa bersyukur di beri teman sedikit tapi tulus dan baik hati.
__ADS_1
Jam pulang kerja pun tiba Saira dan rekan kerja lainnya bersiap untuk menghadiri acara kantor yang diselenggarakan di salah satu restoran ternama.
Saira, Sely dan Sanum sudah sampai di restoran tersebut, mereka langsung menempati meja yang sudah di siapkan oleh pihak penyelengara.
Rey yang tadinya tidak akan hadir tapi melihat Saira ikut satu mobil dengan Sely kemungkinan Saira ikut pada acara tersebut. Maka Rey berubah pikiran untuk menghadiri acara tersebut.
"Pak Rey, ternyata anda datang, terima kasih anda sudah menyempatkan waktu untuk hadir di acara ini. Suatu kehormatan bagi saya anda bisa hadir di acara ini. Terima kasih pak Rey" pak Ranto menjabat tangan Rey dengan senang.
"Iya sama sama pak. Semoga pak Ranto bisa lebih baik lagi di cabang lainnya" ujar Rey membalas jabatan tangan pak Ranto.
Sebenarnya tujuan Rey menghadiri acara tersebut karena ingin melihat Saira lebih lama walau dari kejauhan.
"Hai , Ra kamu datang juga di acara ini" tanya salah satu teman kantor Saira. "Iya pak, kebetulan saya ada waktu jadi saya datang" sahutnya. " Bagus lah biar kamu bisa berbaur dan saling mengenal dengan karyawan yang lain" ujarnya. "Iya pak" jawab Saira sembari tersenyum malu.
Acara perpisahan telah selesai satu persatu para karyawan telah meninggalkan restoran. Tersisa Sely
, Adrian, Rey dan juga Saira.
"Ra, ayo aku antar kamu pulang" ajak Sely. "Tidak usah mbak terima kasih, saya pulang sendiri saja" tolak Saira merasa tidak enak karena sering menumpang pada Sely.
"Tidak apa apa Ra, ayo" ajaknya sekali lagi. "Terima kasih mbak Sely, maaf sepertinya saya dijemput suami saya" bohongnya agar tidak merepotkan Sely.
"Ya sudah kalau sudah ada yang jemput, aku tidak khawatir meninggalkan mu di sini. ujar Sely.
"Iya mbak" sahutnya. Saira menunggu yang lainnya pulang duluan agar tidak ketahuan dia berbohong dan setelah itu Saira akan memesan taxi online untuk mengantarkan Saira pulang. Tapi ada di sudut ruangan pria yang selalu memperhatikannya. Rey, tidak langsung pulang, dia memastikan Saira benar benar di jemput oleh suaminya.
__ADS_1
Saira pergi ke lobi setelah memesan taxi onlinenya. Rey memperhatikannya dan ternyata setelah di tunggu beberapa menit setelah yang lain pergi tidak muncul sosok suaminya yang datang tapi ada sebuah mobil asing entah siapa itu.
Rey ada dibelakang mobil yang ditumpangi Saira karena arah mereka hampir sama tapi tidak sengaja Rey mendapati mobil tersebut berputar arah tidak menuju arah ke rumah Saira. Rey takut terjadi apa apa pada Saira dan mengikutinya di belakang. Tak lama Saira berhenti di depan sebuah apartemen mewah dan menangis di trotoar jalan. Awalnya Rey hanya melihatnya dari jauh tapi dilihat lagi Saira seperti menangis sendirian setelah dari mobil. Rey khawatir dan akhirnya Rey mendatangi Saira, dan benar Saira menangis sembari menatap apartemen di depannya.
"Saira" suara yang sering dia dengar.
" Pak Rey" sahut Saira kaget. "Pak Rey, sedang apa disini" tanya Saira sembari mengelap air matanya agar tidak terlihat habis menangis.
" Aku lewat sini kebetulan melihat seperti kamu dan ternyata benar itu kamu Saira. Apa yang kamu lakukan di sini malam malam" tanya Rey penasaran.
"Oh itu aku..." Saira bingung menjawabnya. " Saya mau ada perlu dengan seseorang tapi tidak jadi" jawab Saira sedikit berbohong. "Apa orangnya tinggal di apartemen itu" tunjuk Rey. " Em..iya pak. Tapi tidak saya takut menggangunya sudah malam" jawab Saira.
"Oh ya sudah, kamu lebih baik pulang karena sudah malam tidak baik wanita berkeliaran malam malam di jalan.
Degh
"Saira merasa tersinggung dengan kata kata Rey. "Berkeliaran malam malam, memangnya aku wanita apa" geram Saira dalam hati.
"Baik pak, saya akan segera pulang. Permisi" pamit Saira hendak pergi tapi Rey buru buru memanggilnya.
"Saira, kamu mau naik apa untuk pulang" tanya Rey mengingat sekarang sudah malam dan rawan untuk memesan kendaraan online malam malam.
"Saya akan memesan taxi online saja pak" jawabnya. "Ikut aku" ajak Rey sedikit memaksa.
"Maaf pak, terima kasih saya sudah pesan" bohong Saira. "Coba aku lihat sudah ada yang menerima pesanan mu" tanya Rey tahu Saira berbohong karena malam seperti ini akan susah mendapatkan kendaraan online dengan cepat.
__ADS_1