Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 97


__ADS_3

Saira mulai bekerja seperti biasa, dan siangya Saira menyempatkan mempumping ASI nya agar tidak sakit setelah itu dia baru ke kantin. Temannya sudah paham jika Saira akan telat makan siang karena hal barunya setelah memiliki bayi.


Ra, sekarang makannnya semakin banyak saja" Sely memperhatikan makan Saira. "Benar mbak, saya lapar terus mungkin karena saya masih memberi ASI buat anak saya ya, jadi nafsu makan saya meningkat" terang Saira. "Bagus deh, ASI nya banyak Ra?" tanya Sely. "Alhamdulillah mbak banyak, ini saya harus membuang ASI sebagian karena banyak dan saya harus menyediakan penganjal agar tidak rembas ke baju" ujar Saira.


Setelah selesai makan siang mereka kembali lagi keruangan mereka. "Ra, aku dan Yura nanti sore akan ikut rapat keluar bersama pak Rayhan dan pak Adrian" Sely memberitahu. "Kamu tidak apa Ra, menghandle pekerjaan kita dikantor?" tanya Sely. "Tidak apa mbak, mbak Sely berangkat saja sama Yura nanti pekerjaan di kantor aku yang handle sebisa aku, kalau ada yang tidak bisa tinggal calling mbak Sely" ujar Sely tersenyum. "Siap" Sely kembali ke meja kerja nya.


Sore harinya saat karyawan lain sudah pulang dan Sely serta Yura sudah pergi terlebih dahulu. Ponsel Saira beerdering. Ternyata dari suaminya Juan memberitahukan hari ini tidak bisa menjemput pulangnya karena ada pekerjaan yang harus dikerjakan hari ini.


Saira sebenarnya hari ini juga pulang terlambat karena mengerjakan tugas tambahan di kantor tapi karena Saira sudah paham dengan jobdesknya jadi pekerjaannya di kerjakannya dengan cepat. Saira tidak ingin menunggu suaminya pulang bareng takut nanti terburu buru karenanya.


Saira menutup laptop dan merapikan meja kerjanya setelah menyelesaikan pekerjaannya. "Alhamdulillah bisa selesai di jam segini" Saira melihat jam di dinding kantornya.


Saira segera memesan kendaraan online karena jam sudah menunjukan pukul 6 lebih kemungkinan jika naik bis akan penuh dan tertinggal lama. Tak lama pesanan kendaraan onlinenya datang.


"Dengan ibu Saira?" Driver tersebut mengkonfirmasi. "Betul pak" jawab Saira. Saya Sunardi driver yang ibu pesen. Driver memperkenalkan diri.


"Sesuai aplikasi ya bu?" tanya Driver mengkonfirmasi kembali. "Iya pak" kemudian driver melajukan mobilnya melewati jalan yang hampir sudah gelap. Sayup sayup suara adzan mengumandang. "Mudah mudahan masih bisa magrib di rumah" Saira melihat jalanan agak padat merayap.


Di tengah jalan mobil yang ditumpangi Saira terasa oleng. "Pak ini kenapa mobilnya seperti berat sebelah" tanya Saira panik. "Say cek dulu ya bu" ujar driver menepikan mobilnya. "Bu mohon maaf, ban mobil saya kempes sepertinya bocor" driver tersebut meminta maaf. "Ibu kalau mau naik kendaraan yang lain tidak apa apa saya tidak usah dibayar, saya mau mengganti ban mobilnya dulu kemungkinan bisa lama waktunya.


"Ya sudah saya pesan lagi saja ya pak" Saira mencari di aplikasinya dan memesan kembali.


Melihat driver yang barunya masih jauh, Saira merasa haus dan akan membeli minuman di minimarket sebrang jalan. Sebelum menyebrang Saira memberikan uang kepada driver tersebut sebelum pergi. "Bu tidak usah dibayar saya kan belum mengantarkan ibu sampai rumah, saya tidak enak jika menerimanya" tolak pak Sunardi. "Tidak apa ambil saja pak, anggap saja itu rezeki bapak" Saira tetap memberikannya dan meninggalkan driver tersebut.

__ADS_1


Saira sudah memastikan kanan kiri aman melangkah kedepan tapi entah mengapa tiba tiba dari sisi kanan ada sebuah kendaraan melaju kencang menghampirinya. Tidak sempat Saira menghindar karena terlalu cepat dan tidak diketahui jika ada kendaranaan yang meilntas.


Saira terseret berapa meter dari tempat dia menyebrang. Saira terasa melayang, badannya terasa ringan dan ambruk di jalan jauh dari tempat dia berdiri tadi. Terdengar suara orang memanggil manggil tapi mata Saira terasa sedikit demi sedikit gelap dan akhirnya tidak mendengar suara apapun.


Tak banyak orang yang berada di tempat kejadian karena sebagian orang orang sedang melaksanakan ibadah solat magrib. Beruntung driver yang tadi sedang memperbaiki ban mobil masih berada di situ dan langsung mendekati lokasi kejadian. Dan ternyata yang jadi korbannya adalah penumpang yang tadi dia bawa.


"Bu, bu..bu Saira!" panggil driver tersebut masih mengingat nama penumpangnya, pertama memanggil mata Saira masih terbuka tapi tak setelah berapa panggilan langsung tertutup matanya. Driver tersebut panik dan langsung memanggil ambulance dan meninggalkan mobilnya di jalan menitipkan ke penjaga warung yang ada di dekat situ.


Sementara di rumah, Ibu Rani cemas Saira belum sampai ke rumah saja sampai sekarang sedangkan terakhir mengirim pesan sedang di jalan. Bu Rani sudah menghubungi Saira tapi tidak juga di angkat begitu juga dengan Juan yang tadi masih rapat ponselnya di silent.


Juan yang melihat ponselnya setelah selesai rapat melihat panggilan gak terjawab banyak sekali dari ibu mertuanya.


Dert..dert..


Ibu : "Assalamualaikum"


Ibu : "Nak Juan, apakah Saira ada bersama nak Juan?"


Juan : "Tidak bu, Juan baru saja selesai rapat. Ini baru mau pulang"


Ibu : "Saira sampai sekarang belum pulang, ibu khawatir nak Juan"


Juan : "Belum pulang? bukannya tadi sebelum magrib Saira sedang di jalan mau pulang"

__ADS_1


Ibu : "Iya nak Juan Saira pun mengirim pesan ke ibu tapi setelah itu tidak ada kabar lagi"


Juan : "Baik bu Juan akan mencari Saira, semoga tidak terjadi apa apa pada Saira"


Ibu : "Aamiin".


Juan mematikan ponselnya dan mencoba mencari Saira. "Sayang kamu kemana lagi, jangan buat kakak khawatir!" Juan bermonolog di mobil menyusuri jalanan.


"Apa kita ada masalah lagi sehingga kamu pergi lagi? tapi Keanu ada di rumah" racaunya.


"Keluarga ibu Saira!" panggil suster. "Saya sus, maksud saya bukan keluarganya tapi yang mengantarkan beliau ke sini" pak Sunardi tadi berdiri mendekati suster.


"Bapak sudah menghubungi keluarganya?" tanya suster. "Belum" pak Sunardi menggelengkan kepala. "Coba bapak cari informasi, Ini barang barang dari ibu Saira siapa tahu bapak bisa menghubungi keluarganya dengan petunjuk ini" suster ini memberikan tas milik Saira kepada pak Sunardi.


Pak Sunardi binggung, apakah boleh memeriksa barang orang lain? Hati kecilnya berfikir hanya dengan cara ini dia bisa memberitahukan keluarganya siapa tahu keluarganya sedang mengkhawatirkannya saat ini.


"Yang pertama kali di lihatnya adalah KTP kemudian ponselnya. Pak Sunardi tidak tahu cara membukanya karena ada passwordnya. Tapi tiba tiba ponsel Saira berdering. Tertera nama " My Hubby".


Pak Sunardi memberanikan diri mengangkat teleponnya.


Juan : "Assalamualaikum yang, kamu di mana?"


Pak Sunardi :" Hallo Waalaikumsalam"

__ADS_1


Juan : "Anda siapa? mengapa ponsel istriku ada di anda?"


Juan kaget yang mengangkat ponsel Saira suara laki laki


__ADS_2