
Juan dan Saira telah sampai di mana tempat Helena di penjara saat ini.
"Yang, ingat kamu harus hati hati dengan Helena!" Juan mengingatkan sebelum memasuki ruang kunjungan.
" Hei, kamu yang bernama Helena ada yang ingin bertemu denganmu" ucap penjaga sel wanita membukakan pintu sel. Helena yang di dalam sel hanya termenung dengan pikirannya, tidak banyak bicara, walau teman satu selnya ada yang bertanya tetapi tidak dihiraukannya.
Helena tidak mengetahui siapa yang mau menjenguknya sementara kedua orang tuanya sudah tidak memperdulikannya.
Ketika Helena memasuki ruang tunggu melihat wanita yang di hadapannya duduk di kursi roda menatapnya. Dia terpaku entah apa yang akan dilakukannya setelah apa yang sudah dia perbuat. Iya dia wanita yang sudah merebut laki laki yang dia cintai, dan wanita yang sudah dia celakai.
"Apa kabar mbak Helena?" sapa Saira dari kursi roda yang diduduki saat ini. "Ada apa kamu kesini? apa kamu akan menertawakan aku sudah memasukan aku dalam penjara?" Helena malah bersikap sinis pada Saira.
"Mbak Helena kedatangan saya ke sini hanya ingin menanyakan satu hal pada mbak Helena?" tanya Saira.
"Apa yang membuat mbak Helena sampai tega untuk mencelakai saya sampai seperti ini?" ujar Saira.
"Seharusnya kamu tahu Saira apa yang aku inginkan, karena kamu aku jadi tidak bisa bersama lagi dengan Juan" jelas Helena.
"Apa kamu belum cukup sudah merebut Juan dariku, sekarang kamu bisa hidup bahagia dengan anak dan suamimu sementara aku di sini tersiksa" Helena semakin kesal.
"Helena cukup, di sini tidak ada yang siapa yang merebut siapa? hubungan kita sudah lama putus dan itu pun kamu yang meninggalkan aku. Jadi tidak ada hubungannya dengan Saira. ujar Juan yang ikut berbicara.
"Mbak Helena, kebahagian itu sebenarnya kita yang pilih jika kita melakukan sesuatu hal dengan baik dan benar sesuai jalurnya insya Allah kebaikan yang kita dapatkan sebaliknya jika kita memaksakan dengan menghalalkan segala cara maka kehancuran yang akan kita dapatkan" imbuh Saira mengingatkan.
__ADS_1
"Diam kamu, jangan sok menceramahiku. Urus saja urusanmu!" ujar Helena menganggap Saira sedang menertawakannya dengan ucapannya.
"Mbak Helena saya sebenarnya menjadi sedih dengan keadaan mbak Helena karena kita sama sama wanita, sekarang berbeda dengan penampilan mbak Helena waktu pertama kali saya bertemu walau saya tahu kalian sering bertemu dibelakang ku tanpa sepengetahuanku" sindir Saira.
"Saya hanya merasa kasian dengan bayi yang dikandung mbak Helena jika ibunya pernah berbuat kejahatan tapi tidak menyesali dan memperbaikinya. Semoga bayi yang dikandung mbak Helena sehat"
Dan satu hal lagi saya ingin meluruskan disini. Saya tidak merebut kak Juan karena ketika saya berhubungan dengan kak Juan, kak Juan sedang tidak meliliki siapa pun walau hanya hatinya saja yang tersisa oleh masa lalunya.
Tapi saya tidak akan memaksa jika kak Juan masih mencintai mbak Helena dan ingin bersama mbak Helena saya bisa mundur sekarang juga karena saya tidak ingin jadi penghalang cinta kalian" ucap Saira.
"Apa maksudnya yang?" Juan kaget dengan apa yang di ucapkan Saira. "Ya seperti yang kak Juan dengar. Aku akan mengalah demi kak Juan dan cinta kak Juan" ujar Saira. Diluar dugaan Juan Saira akan berbicara seperti itu.
"Yang, kakak tidak akan pernah meninggalkanmu dan anak kita sampai kapanpun. Kakak pikir kamu sudah memaafkan setelah kakak sudah berterus terang" ujar Juan.
"Tidak yang, apapun yang terjadi kakak akan selalu disampingmu. Biarlah kenangan itu ada sebagai cerita tapi kamu akan menjadi masa depan kebahagian kakak" Helena yang melihat itu tak bisa menghindari dari mata yang sudah berkaca kaca. Batapa jahatnya dirinya sudah merampas kebahagian orang lain dengan keegoisannya.
Helena pergi dari ruangan itu sebelum waktunya habis.
"Mari kita pulang yang, sudahlah jangan berbicara seperti itu lagi. Kakak akan semakin bersalah padamu sayang. Semoga saja Helena bisa menyadari kesalahannya" ujar Juan.
Mereka akhirnya pulang. Saira dengan perasaan lega sudah mengutarakan perasaannya yang sudah lama ingin dia luapkan dan baru bisa di sampaikan pada moment ini agar semuanya jelas.
besoknya di sel tahanan saat waktu kunjungan ada yang datang ingin menemui dirinya di penjara
__ADS_1
"Siapa yang ingin menemui ku? apa Saira belum puas kemarin melihat kesedihan ku di sini?" gumam Helena.
Tiba di ruang kunjungan terlihat Gwen yang sudah terlihat menyeringai.
"Hah..akhirnya kau tertangkap juga ini sepadan dengan apa yang sudah kamu perbuat Helena" Gwen menyeringai menertawakan nasib Helena yang berakhir di jeruji besi.
"Jika kamu kesini hanya ingin melihatku terpuruk silakan pergi saja aku tidak ingin mendengar apapun dari mu Gwen" usir Helena.
"Helena, aku kesini hanya ingin memastikan kamu membusuk di penjara ini. Karena kamu sudah menghancurkan karir dan kehidupanku yang sudah aku bangun" ujar Gwen.
"Kamu jangan munafik Gwen, aku tahu maksud tujuanmu bekerja di tempat Juan bekerja. Kamu hanya ingin merebut Juan juga kan. Tapi kamu hanya bermain lembut tapi aku langsung terkena karmanya. "Sudahlah Gwen kita sama sama memiliki niat jahat hanya saja berbeda hukumannya" jelas Helena.
"Gwen seharusnya kamu bersyukur, Juan tidak memenjarakan mu seperti aku. Karena Juan tahu sumber permasalahannya adalah aku. Jadi sudahlah Gwen kita sudah mendapatkan ganjarannya masing masing. " Helena malas berdebat dengan Gwen.
"Dan aku minta maaf karena sudah melibatkan dirimu, semoga saja kamu bisa mencari pekerjaan baru lagi dan hidup dengan baik" ucap Helena mengakhiri pertemuannya dengan Gwen.
Helena sudah berada di titik terendah saat ini, dia sudah lelah dengan kehiduapannya. Kalau bukan karena bayi yang dikandungannya mungkin dia sudah mengakhiri hidupnya.
Dirinya malu apa yang akan dia katakan pada anaknya kelak jika ibunya adalah penjahat. Helena menangis di sel meratapi nasibnya berakhir seperti ini.
"Berisik, jangan kencang kencang menangisnya bikin pusing saja" protes salah satu penghuni sel tahanan. Helena tidak bisa berbuat apa apa hanya bisa menahan tangisnya dalam keheningan tidak bisa berkeluh kesah pada siapapun.
Seandainya dia tidak bersikap egois dan bersikap laiknya istri yang baik mungkin dia tidak akan di sini tapi dia dan calon bayinya akan bersama ayahnya.
__ADS_1
Helena menyesali apa yang sudah diperbuatannya. "Ayah, ibu apa kalian tahu aku sangat menderita di sini?" Ucap Helena dalam hati sembari memegangi perutnya yang sudah mulai terlihat.