
Saira semakin giat berlatih dengan bantuan alat dirumah untuk bisa berdiri sendiri dengan bantuan bi Marni.
"Apa aku terlalu egois, di saat aku bahagia dengan kehidupan ku yang sekarang mempunyai putra yang sehat, suami yang baik dan mertua yang sayang padaku" gumam Saira dalam hati.
"Tapi aku juga merasakan sakit telah dibohongi oleh mereka apalagi apa yag sudah Helena lakukan padaku" pikir Saira lagi.
"Yang, sayang..." panggilnya.
Saira menoleh kebelakang melihat ada yang yang memanggilnya ternyata suaminya sudah ada di dalam kamarnya.
"Kak, sudah pulang. Sejak kapan kakak di situ?" tanya Saira. "Sudah yang, bahkan dari tadi kakak memanggilmu tapi kamu tidak menjawabnya" sahut Juan.
"Maaf kak, tadi aku tidak dengar" jawab Saira yang dari tadi melamun sampai tidak mendengar suaminya datang dan memanggilnya.
"Bagaimana yang hari ini?" Juan mendekat sembari memeluk Saira dari belakang. "Alhamdulillah kak, sedikit sedikit aku sudah bisa berdiri sendiri tapi hanya beberapa menit saja selebihnya aku masih belum kuat" jelas Saira.
"Tidak apa yang, kamu sudah berusaha mudah mudahan cepat atau lambat kamu bisa" Juan memberikan semangat.
"Iya kak, demi kalian aku aku akan berusaha semaksimal mungkin latihannya" tekad Saira.
"Nah begitu itu baru istri kakak!" Juan mengecup rambut Saira dari belakang.
"Keanu belum bangun yang?" berganti melihat Kenau yang sedang pulas tidurnya. "Belum kak, sepertinya kekenyangan deh tadi habis mandi sama bi Marni aku kasih ASI langsung tidur pulas" terang Saira.
"Wah, ada yang akan bergadang sepertinya nanti malam" seru Juan. "Sepertinya kak" Saira tersenyum sambil mengehembuskan nafas.
"Benar saja malamnya di saat Saira dan Juan sudah mengantuk Keanu malah mengajak mommy dan daddynya bermain. Keanu terus bersuara dengan bahasa bayinya.
"Yang, kamu tidur saja duluan biar Keanu kakak yang jaga" seru Juan agar istrinya istrihat. "Kakak besok kesiangan" seru Saira. "Sudah tidak apa, sana tidur dulu nanti gantian" seru Juan. "Ya sudah aku tidur sebentar ya nanti kalau Keanu nangis bangunkan aku ya kak," ujar Saira. "Ok, mommy" Juan berbicara dengan mengangkat tangan Keanu ke kepala seperti memberi hormat.
Keanu sudah mulai bosan dan mengantuk dan mulai menangis.
__ADS_1
"Yang, yang..Keanu menangis" panggil Juan mengoyangkan tangan Saira. Saira mengerjapkan mata dan bangun. "Mungkin sudah mengantuk Keanunya. Sini kak aku kasih ASI dulu" Juan berpindah memberikan tempat pada Saira untuk menidurkan Keanu.
Juan pun yang sudah mengantuk ikut tidur di sebelahnya.
Paginya.
Saira bangun kesiangan, begitupun Juan. "Yang maaf ya jadi kesiangan" Saira merasa tidak enak pada Juan. "Tidak apa yang" Juan memakai pakainnya dengan terburu buru. "Yang, kakak sarapan dikantor saja ya, takut telat kalau makan di rumah" seru Juan mengambil tasnya. "Iya kak, tapi jangan lupa sarapan ya!" Saira mengingatkan dan mencium tangan Juan sebelum pergi.
Suara mobil Juan terdengar meninggalkan halaman rumah mereka, dan dari depan datang bi Marni.
"Non, tumben pak Juan baru berangkat?" tanya Bi Marni melihat kepergian mobil Juan.
"Kesiangan bi, semalam kita bergadang jagain Keanu" ujar Siara. "Loh memang den Keanu kenapa non, sakit?" tanya bi Marni. "Bukan bi, Keanu sore tidurnya kelamaan jadi malam tidak bisa tidur. Dari bibi pulang sampai Deddynya datang masih tidur" jelas Saira.
"Oalah, kasian non Saira dan pak Juan" imbuh bi Marni. "Biar saya saja yang pegang den Keanu non, non istirahat saja di kamar nanti saya mandikan den Keanu" ujar bi Marni mengangkat Keanu di stoler bayi.
"Terima kasih bi" ucap Saira mendorong kursi rodanya ke kamar.
Di saat istirahatnya Saira bukannya tidur malah memikirkan perkataan dari mantan suaminya Helena. Hingga dia berinisiatif menghubungi suaminya jika weekend ini ingin mengunjungi Helena ke penjara.
"Untuk apa yang, kamu datang lagi ke penjara. Jangan bilang kamu masih memikirkan apa yang sudah di katakan mantan suaminya Helena" seru Juan di dalam teleponnya.
"Aku hanya ingin menemuinya saja kak, kalau kakak tidak bisa tidak apa apa aku akan naik taxi online saja" ujar Saira tidak putus asa.
"Ya sudah nanti aku yang antar, kamu jangan pergi sendirian" seru Juan kesal. "Ok, terima kasih kak" ucap Siara mengakhiri teleponnya.
Entah apa yang akan dilakukan Saira di penjara yang jelas Juan sudah binggung dengan istrinya ini.
Hingga akhir pekan tiba.
Saira bersiap siap untuk berangkat dan tak lupa Saira meminta bi Marni datang untuk menjaga Keanu karena tidak mungkin Saira membawa Keanu ke penjara.
__ADS_1
"Bi, titip Keanu ya. Maaf sudah menggangu waktu bibi beristirahat di akhir pekan dengan datang ke sini" ujar Saira. "Tidak apa non, kebetulan saya sedang tidak ada kegiatan apa apa akhir pekan ini.
"Kak ayo!" ajak Saira yang melihat Juan yang masih bersantai di ruang tengah bersama Keanu.
"Ck" kesal Juan. "Lagian kamu mau apa sih menemui Helena. Mau kamu dihina lagi olehnya" seru Juan.
"Sudah kakak ikut saja, nanti kakak juga akan tahu nanti" ujar Saira dan Juan memberikan Keanu pada bi Marni.
Di perjalanan tidak ada perbincangan antara Juan dan Saira. Saira dengan keinginannya.
Helena binggung akan ada apa lagi Saira ingin menemui dirinya lagi, apa dia ingin memperberat tuntutannya kepadanya.
"Mbak Helena apa kabar?" sapa Saira melihat Helena perutnya sudah mulai terlihat.
"Baik" Helena sudah lebih tenang menjawabnya tidak ketus lagi saat pertama dia mengunjunginya.
"Mbak Helena mungkin binggung kenapa saya dan kak Juan kesini" ujar Saira dan Helena diam hanya mendengarkan saja.
"Mbak, sebelumnya saya ingin bertanya sekali lagi sama mbak Helena. Apa yang menyebabkan mbak Helena berada di sini?" Helena yang diberi pertanyaan itu langsung menatap tajam pada Saira.
"Bukan apa apa mbak, saya hanya memastikan mbak Helena ingin masa masa kehamilan dan melahirkan anak mbak Helena tetap berada di sini?" ujar Saira.
"Maksud kamu apa" Helena terpancing emosi pikirnya Helena hanya mempermainkannya.
"Ya tentu aku di sini karena kamu!" jawab Helena ketus. "Lantas salah saya apa mbak? apa saya salah telah hadir di antara mbak Helena dan kak Juan? apa saya yang salah yang menyebabkan mbak Helena berpisah dengan kak Juan hingga kondisi mbak Helena seperti ini?" terang Saira.
Setelah mendengar apa yang di ucapkan Saira membuat Helena menangis.
"Hikhik" Helena menangis menyadari kesalahannya.
"Maafkan aku Saira, aku egois. Aku sadar bukan kamu yang menyebabkan aku seperti ini. Seandainya aku dulu tidak silau dengan harta dan gaya hidup mungkin aku tidak berpisah dengan Juan. Tapi aku..aku yang meninggalkannya" Helena menangis tersedu sedu.
__ADS_1
"Saira tolong maafkan aku, aku tidak ingin ketika anakku lahir aku masih di kuasai oleh dendam dan kejahatan yang belum termaafkan. Aku ingin meminta maaf padamu Saira" Helena memohon pada Saira.