
"Dokter maaf saya hanya meminum obat pusing tapi saya tidak tahu jika obat itu bisa berbahaya untuk bayi yang di dalam kandunganku" Helena beralibi. Dokter mencoba menerangkan pada Helena dan Juan tentang resiko ibu hamil meminum obat sembarangan.
Helena sebenarnya sengaja meminum obat tersebut karena dia memang tidak menginginkan bayi yang ada dikandungan nya. Karena Helena tidak tahu reaksinya terhadap perutnya sehingga dia langsung menghubungi Juan karena ibunya sudah tidak peduli lagi pada Helena terlebih Helena sudah bercerai dengan Pram yang merupakan tambang emas bagi ibunya.
Untungnya janin yang dikandung Helena masih bisa diselamatkan dengan catatan tidak mengulangi lagi dengan meminum obat yang tidak di anjurkan oleh dokter.
Selesai diperiksa Juan dan Helena keluar dari ruangan dokter kandungan.
Betapa terkejutnya Juan saat keluar dari ruangan dokter melihat ada wanita yang menyidiknya dari kejauhan dan lama kelamaan wanita itu hampir jatuh sambil memegang perutnya. Sontak Juan berlari karena wanita yang memperhatikannya dari jauh adalah istrinya, istrinya yang sedang mengandung bayinya.
Flashback Off#
Kini Juan meratapi kesalahannya yang terjatuh ke lubang yang sama sehingga kejadiannya pun hampir sama seperti sebelumnya.
Entah sekarang Saira mau memaafkannya atau tidak dengan kesalahannya yang sekarang.
Yang tidak habis pikir mengapa selalu ada pria itu yang selalu membantu Saira di saat saat seperti ini, membuat Juan tidak punya harga dirinya di hadapan pria itu.
Sementara di rumah sakit Saira ditemani oleh ibu yang menjaga Saira. "Bu, boleh jika pulang dari rumah sakit Saira tinggal di ibu dulu" ujar Saira. "Kalau ibu boleh saja nak, tapi bagaimana dengan nak Juan?" tanya ibu. "InsyaAllah kak Juan mengizinkan bu, bahkan waktu itu kak Juan sudah bilang harusnya sebelum melahirkan aku sudah tinggal di ibu atau mamah, tapi ternyata aku sudah lahir duluan" ujar Saira.
__ADS_1
"Setelah aku melahirkan boleh ya bu tinggal di rumah ibu, hitung hitung aku ada yang membantu untuk menjaga Keanu masih bayi aku belum bisa bu" pinta Saira.
"Baik nak, dengan senang hati akan menjaga kamu dan Keanu selama kamu belum bisa sendiri" imbuh ibu. "Terima kasih ibu" Saira lega setidaknya dia tidak banyak bertemu dengan Juan suaminya.
Besoknya, Juan masih cuti tidak masuk kerja. Dan rencananya akan ke rumah sakit gantian dengan ibu. Juan bersiap untuk berangkat ke rumah sakit.
"Assalamualaikum" ucap Juan masuk keruangan Saira. "Waalaikumsalam" jawab ibu dan Saira. "Ra, bagaimana masih terasa sakit perutnya"tanya Juan membelai rambut Saira. "Masih tapi tidak terlalu sakit seperti kemarin" ucap Saira.
"Tadi doktor visit dan Saira di suruh untuk belajar duduk sedikit sedikit supaya tidak kaku" ujar Ibu memberitahu Juan. "Kamu kalau masih sakit jangan dipaksa ya" ujar Juan khawatir dan Saira hanya mengangguk.
"Ibu jika mau istirahat istirahat saja bu, biar Saira sama Juan saja di sini yang menjaganya" ujar Juan. Saira sebenarnya tidak ingin ibunya pulang tapi kasian ibu sudah bermalam di rumah sakit dan ayah tidak ada yang membantu menyiapkan keperluan ayah di rumah.
"Yang, kamu sudah makan" tanya Juan. "Belum" jawab Saira singkat. "Aku suapin ya" Juan membawakan piring makanan ke dekat Saira. "Tidak usah aku belum lapar" jawab Saira masih dengan nada datar.
Saira mencoba belajar bangun dari tidurnya tapi masih terasa sakit hingga Saira tertidur lagi badannya.
"Yang, mau apa biar kak Juan yang ambilkan" Juan langsung mendekati Saira dengan merangkulnya ketika Saira ingin bangun. "Aku bisa sendiri" ucap Saira. Saira bertekad ingin cepat pulih dan tidak bergantungan pada Juan.
"Sayang, maaf kan kakak ya. Sungguh kakak tidak bermaksud apa apa, apa yang kamu lihat tidak seperti yang kamu pikirkan. Kakak hanya..." belum selesai Juan menjelaskan ada sebuah ketukan pintu.
__ADS_1
Tok tok
"Selamat sore bapak dan ibu" sapa dokter yang sedang melakukan visit pasien. "Sore dok" sahut Saira dan Juan. "Bagaimana keadaan ibu Saira dan bayinya" tanya dokter. "Sudah baikan dok" jawab Saira. "Sekarang ibu sudah bisa duduk" tanya dokter. "Kalau duduk belum dok tapi tadi saya sudah bisa bergerak mengarah kanan dan kiri dok" jelas Saira.
"Bagus, bagaimana dengan dede gantengnya bu, dokter melihat ke box bayi di samping Saira. "Bayinya kuat sekali dok ASI nya saya sampai bingung karena posisinya belum bisa duduk" terang Saira.
"Nah, ibu harus semangat lagi untuk bisa duduk dan berjalan agar bisa leluasa menyusui. Dede ganteng nya sepertinya lahap sekali ya" ujar dokter.
"Baik dok" sahut Saira. Dokter keluar dari ruangan setelah melakukan visit. Dan bayi Keanu terbangun untuk meminta ASI. Juan ke kamar mandi, Saira dengan tekad mencoba bangun sendiri. Dan Alhamdulillah Saira bisa duduk di kasur dengan sendiri. Tapi belum selesai Saira bingung belum bisa turun dari kasur akhirnya memencet bel memanggil perawat untuk memindahkan bayi dari box ke pangkuan Saira.
Juan keluar dari kamar mandi dan melihat ada seorang perawat yang sedang memangku Keanu. "Ada apa yang?" tanya Juan ada perawat di kamarnya. "Dedenya pengen susu pak, sudah lapar sekali" perawat mensepertikan bayi suaranya. "Terima kasih sus" ucap Saira sudah memangku Keanu dan memberikan ASI nya dengan duduk.
"Kenapa kamu tidak panggil aku saja" tanya Juan. "Kakak sedang di kamar mandi bayinya sudah menangis terus" ucap Saira.
"Kamu sudah bisa duduk yang, tidak sakit" tanya Juan tersenyum Saira sudah bisa duduk. "Sudah" sahut Saira masih fokus menyusui.
"Kak, bolehkah aku setelah pulang dari rumah sakit pulang ke rumah ibu" tanya Saira. "Boleh sayang, kamu kan masih butuh bantuan untuk mengurus Keanu yang masih baru lahir" jawab Juan.
Juan berpikir Saira hanya ingin bantuan ibu saja mengurus Keanu karena Saira belum punya pengalaman untuk mengurus bayi yang baru lahir bukan untuk menghindar sedangkan Saira selain masih membutuhkan ibunya mengurus Keanu selain itu juga untuk menghindar dari Juan agar tidak sering bertemu dengannya. Saira ingin menata hatinya yang rapuh karena kejadian sebelumnya.
__ADS_1
Saira mencoba bersikap tidak terjadi apa apa di hadapan orang lain biar dia yang merasakannya saja dan intinya agar dia fokus pada bayi Keanu karena setiap melihat Juan ada rasa sakit yang menyelimuti hati Saira.