Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 45


__ADS_3

Saira akhirnya mengikuti Rey masuk ke mobil. Di mobil Saira tidak membuka suara sama sekali yang membuat Rey bertanya terlebih dahulu.


"Saira, maaf sebelumnya aku ingin bertanya. Apa yang kamu lakukan di depan apartemen itu sampai kamu turun dari mobil yang kamu tumpangi" tanya Rey.


Saira kaget dengan pertanyaan Rey yang mengetahui dia turun dari mobil. "Bagaimana pak Rey tahu saya turun dari mobil dan berhenti" tanya Saira bingung.


"Aku tidak sengaja lewat sini lalu melihat kamu turun dari mobil, aku penasaran dan akhirnya ikut turun menghampiri mu" jawab Rey. "Terima kasih pak Rey" ucap Saira. Tapi kamu jangan senang dulu aku turun bukan apa apa karena aku tidak mau karyawan ku terjadi apa apa atau tidak waras menangis sendiri di jalan" ucapan Rey mematahkan prasangka Saira tentang Rey yang baik memperhatikan karyawannya.


"kalau begitu saya minta maaf pak telah membuat pak Rey selaku atasan saya malu dengan sikap saya tadi" Saira merasa malu. "Lupakan" ucap Rey singkat.


"Aku harus mengantarmu kemana sekarang, apakah kamu masih tinggal bersama orang tua mu" tanya Rey karena belum mengetahui Saira tinggal di mana sekarang.


"Di jalan kenanga pak" jawab Saira ragu karena telah memberitahu alamatnya sekarang. Sesampainya di depan apartemen Saira turun dan mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih pak Rey sudah mengantarkan saya" ucap Saira sembari menundukkan kepala memberi hormat. " Iya" sahut Rey langsung pergi meninggalkan Saira. Rey tidak benar benar pergi, di kejauhan dia masih melihat Saira dari kaca spionnya memastikan Saira masuk ke gedung apartemennya. Rey khawatir melihat keadaan Saira terlihat kacau.


" Semoga kau baik baik saja Saira" gumam Rey melajukan mobilnya pergi.


Di dalam apartemen Saira menatap ke setiap ruangan yang masih kosong. Kemudian Saira mengecek dengan mengirim pesan pada Juan.


✉️ Yang di mana?


✉️ Belum pulang?


Setelah membaca pesan dari Saira Juan langsung menghubungi Saira dan mengatakan masih di kantor ada pekerjaan yang harus di selesaikan.


Saira menangis di kamar karena dia yakin laki laki yang dia lihat tadi benar benar Juan karena Saira tahu dari mobil yang digunakannya.


Juan pulang pukul 11 malam, masuk dengan langkah pelan agar tidak mengganggu Saira.

__ADS_1


Juan melihat Saira tidur masih menggenakan pakaian kerjanya.


"Yang, yang bangun dulu kamu ganti baju dulu ya" Juan terpaksa membangunkan Saira agar badannya enak tidak kotor pakai pakaian kerja seharian.


" Kak Juan sudah pulang" Saira terbangun oleh gerakan Juan yang membangunkannya. " Sudah yang, ayo ganti baju dulu nanti di lanjutkan lagi tidurnya.


Saira pergi ke kamar mandi dan mengganti pakaian kerjanya dengan baju tidur kemudian tidur lagi karena sudah lelah.


Ke esokan harinya Saira memperhatikan Juan tapi yang diperhatikan bersikap biasa saja tidak ada kecurigaan apapun, tetapi bila Saira mengingat apa yang di lihat semalam Saira merasa sedih jika benar yang di lihat semalam itu benar hatinya terluka.


#Flash back on


Saira baru saja naik taxi online yang di pesannya tak berapa lama Saira melihat ada mobil yang mirip dengan mobil Juan. Awalnya Saira tidak menghiraukan tapi ketika melihat plat nomornya jelas itu mobil Juan. Kemudian Saira mengikuti Juan sampai mobil Juan belok ke sebuah apartemen. Saira semakin penasaran apa yang dilakukan Juan apa mengantar rekan kerjanya.


Deg


Saira melihat Juan berhenti dan membukakan pintu untuk seorang wanita cantik, kemudian ikut masuk ke apartemen tersebut. Saira tidak melanjutkan mengikutinya takut hatinya terluka, Saira hanya bisa menangis di depan apartemen tepatnya di trotoar jalan sampai akhirnya ada seseorang yang memanggil namanya.


" Kak, semalam pulang jam berapa" tanya Saira. "Jam 11 sayang, kakak banyak kerjaan di kantor baru beres sekitar jam 10" jawab Juan. "Kakak tidak pergi kemana mana" pancing Saira. " Tidak, kakak seharian di kantor mengerjakan laporan" Kamu kenapa bertanya seperti itu, kakak kan sudah menghubungi kamu kalau kakak di kantor pulang malam" Juan menjawab dengan suara agak tinggi.


"Maaf kak aku hanya bertanya" jawab Saira tidak ingin memperpanjang lagi. " Maaf kakak sudah membentak mu, kakak sedang banyak pekerjaan jadi suka emosional" ujar Juan menatap Saira dengan menyesal.


" Ok, kita berangkat sekarang sebelum terlambat" ajak Juan yang sudah menyelesaikan sarapannya, mengambil tas dan beranjak dari meja makan.


" Sebentar kak aku rapikan meja makannya terlebih dahulu" Saira merapikan piring dan gelas kotornya ke tempat cuci piring.


Saira bekerja tetapi pikiran Saira entah di mana karena ada sesuatu yang dia terus pikirkan.


"Ra, Ra, Saira.." panggil Sely berulang kali.

__ADS_1


"Oh, iya mbak ada apa" jawab Saira kaget. " Kamu di panggil diam saja. Lagi pikirkan apa Saira" tanya Sely heran melihat Saira dari tadi melamun saja.


"Tidak kak, tidak apa apa kok" sahut Saira.


"Kamu dipanggil pak Adrian, di suruh keruangannya" ujar Sely memberitahu Saira.


"Baik mbak, saya ke sana sekarang" Saira beranjak dari kursinya pergi keruangan pak Adrian.


tok..tok..


"Masuk" ucap Adrian.


"Permisi pak, maaf tadi bapak memanggil saya" Saira bertanya pada pak Adrian yang disampingnya ada pak Rey. " Iya" sahut Adrian. "Saya memanggil kamu kesini untuk menanyakan laporan yang kamu buat, mengapa laporan yang kamu ini tidak balance dengan laporan yang sebelumnya" tanya Adrian kecewa. "Maaf pak bisa saya periksa terlebih dahulu laporannya, nanti saya akan perbaiki yang salahnya. "Baik kamu kerjakan sekarang juga saya mau hari ini selesai" ujar Adrian tegas.


"Baik pak Adrian, sekali lagi mohon maaf atas keteledoran saya akan saya perbaiki secepatnya" jawab Saira takut karena pak Adrian tidak pernah bersikap keras terhadapnya.


"Kalau tidak ada lagi yang diperlukan saya permisi pak" Saira menunduk dan pergi meninggalkan ruangan pak Adrian.


"Ada apa denganmu Adrian sampai kamu keras seperti itu" tanya Rey yang kasian melihat Saira.


"Saira kenapa tidak biasanya membuat kesalahan dalam bekerja, biasanya dia selalu rapi dalam mengerjakan pekerjaan kantor" ujar Adrian.


"Kasian Saira mungkin dia sedang ada masalah sehingga dia tidak fokus bekerja" pikir Rey dalam hati.


"Mungkin dia sedang ada masalah jadi tidak fokus" jawab Rey. "Tapi tetap Rey di kantor harus bersikap profesional tidak boleh melibatkan masalah apapun di kantor" ujar Adrian lantas mendongak ke atas ke arah Rey.


"Mengapa kamu perhatian dengan Saira biasanya aku yang memperingati mu agar tidak keras terhadap karyawan mu sendiri" Adrian aneh melihat sikap Rey.


" Bukan seperti itu kita juga harus lihat situasi perasaan karyawan kita bagaimana" bijak Rey berbicara dan Adrian langsung mengerutkan dahinya karena tidak percaya akan yang di ucapkan Rey barusan.

__ADS_1


"Kamu sakit Rey atau salah minum obat" sindir Adrian terkikik. "Ah sudahlah susah berbicara dengan mu. Aku kembali saja keruangan ku" ujar Rey yang meninggalkan ruangan Adrian dengan malu.


__ADS_2