Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 41


__ADS_3

Juan segera menyelesaikan pekerjaan karena ingin pulang cepat. Tapi pekerjaan Juan sama sama menumpuk. Tadinya Juan akan meninggalkan kantor cepat karena ingin menjemput istrinya tetapi Gwen menahannya karena ada salah satu laporan pekerjaan yang harus diselesaikan hari ini juga.


Dengan terpaksa Juan mengurungkan niatnya untuk pulang cepat dan menyelesaikan pekerjaannya bersama Gwen.


Gwen senang Juan tidak pulang cepat agar tidak bisa menjemput Saira. Tiba tiba ponsel Juan berbunyi Saira mengirim pesan.


✉️ : Kak, maaf aku pulang agak malam karena pekerjaan ku banyak karena cuti kemarin.


Juan tersenyum dan langsung menghubungi Saira.


Juan : "Hallo Assalamualaikum yang"


Saira : "Wa'alaikumsalam, iya kak"


Juan : "Kamu pulang jam hari ini?"


Saira : Belum tahu kak, seselesainya pekerjaan ku tapi aku usahakan tidak sampai malam"


Juan : "Ok, kakak juga pulang terlambat karena masih ada pekerjaan di kantor. Nanti bareng saja pulangnya kakak jemput"


Saira : "Kakak tidak apa apa tunggu aku lama"


Juan : "Tidak apa yang justru kakak khawatir kalau kamu pulang malam sendirian"


Saira : "Ok, nanti aku kabari lagi ya kak"


Juan : " Assalamualaikum"


Saira : "Wa'alaikumsalam"


Gwen kesal mendengar percakapan Juan dengan Saira. Niat ingin memisahkannya supaya tidak menjemput ini malah kebetulan sekali.


"Gwen.." panggil Juan melihat Gwen dari melamun saja.


"Iya, ada apa Juan" Gwen kaget.


"Laporan bulan ini sudah kamu buat?" tanya Juan. "Oh iya ampun belum Juan aku lupa maaf!"

__ADS_1


"Gwen, ini kan seharusnya akhir bulan yang lalu sudah selesai kenapa ini belum ada datanya" Juan agak sedikit kesal dengan pekerjaan Gwen.


"Iya, maaf Juan aku benar benar lupa sekali" Gwen semenjak Juan cuti tidak konsentrasi bekerja karena pikirannya akan pernikahan Juan dan Saira.


"Kamu selama aku cuti kamu kerja kan tidak ikut cuti juga?" sindir Juan. "Iya Juan memangnya aku kemana" sahutnya.


"Lantas apa saja yang kamu kerjakan di kantor sampai lupa tidak mengerjakan laporan bulanan" Juan terus mencerca Gwen.


"Aku pikir sudah aku buat semuanya ternyata ada yang terlewat" Gwen sudah mulai berkaca kaca.


"Baiklah ini peringatan untuk kamu lain kali kamu harus lebih teliti lagi" akhirnya mau tidak mau Juan membantu Gwen menyelesaikan laporan yang seharusnya dikerjakan oleh Gwen.


"Akhirnya beres juga walau belum semuanya tapi setidaknya sudah berkurang pekerjaanku yang tertunda" gumamnya sambil merapikan meja dan langsung menghubungi Juan.


"Gwen sepertinya aku harus pulang duluan kamu bisa dilanjutkan dirumah" ujar Juan setelah menerima telepon dari Saira.


"Tapi Juan.." sebelum Gwen melanjutkan kalimatnya Juan langsung bergegas untuk pergi.


"Gwen ayo sudah jangan terlalu malam di kantor tidak baik untuk wanita" Juan berbicara seperti itu teringat akan Saira istrinya yang bekerja juga.


" Juan tunggu..!" panggil Gwen. "Ada apa Gwen" jawabnya. "Aku tadi tidak bawa mobil, kalau tidak keberatan boleh aku menumpang sampai apartemenku" pinta Gwen. Juan sempat berpikir kalau mengantarkan Gwen terlebih dahulu akan kemalaman jemput Saira tapi jika bawa Gwen sambil menjemput Saira, Saira pasti akan berpikir yang tidak tidak. Akh, sudah lah daripada kemalaman" pasrah Juan.


"Gwen maaf ada Saira bisa kah kamu pindah kebelakang" Gwen dengan kesal pindah kebelakang. Dengan bersamaan Gwen dan Juan keluar dari mobil.


Saira kaget melihat ada Gwen juga di dalam mobil Juan.


"Sayang ayo masuk, maaf sudah menunggu lama" ujar Juan. "Tidak kok kak aku baru saja turun dan menunggu kakak" Saira mencoba setenang mungkin tidak marah melihat Gwen karena akan membuat Juan kesal jika Saira marah marah.


" Hai Gwen" sapa Saira basa basi. "Hai Saira" sahut Gwen dengan malas. Saira semakin disengaja bermanja manjaan dengan Juan di mobil.


"Yang, nanti sebelum pulang mampir dulu ya ke tempat makan aku lapar belum makan" suara Saira di buat manja. " Baik sayang" sahut Juan tersenyum menatap Saira.


Gwen semakin kesal melihat tingkah Saira yang dibuat buat untuk membuat Gwen cemburu.


"Juan aku lupa aku belum belanja bahan makanan di apartemenku tidak ada bahan makannan jadi aku mau beli makan dulu" senyum simark Gwen.


Juan binggung satu sisi dia tidak mau membuat Saira marah tapi Juan juga kasihan pada Gwen karena sudah malam dan mereka semua belum makan semua.

__ADS_1


"Ya sudah kita makan bersama" ucap Juan yang membuat Saira terdiam tidak ingin menjawab akan tetapi berbeda dengan Gwen yang senang akan tawaran Juan.


"Yes, aku tahu Juan tidak akan tega dengan ku.


Mereka turun dari mobil dan memasuki restoran yang biasa Saira dan Juan datangi.


"Yang kamu mau pesan apa?" tanya Juan. "Terserah apa saja" Saira sudah tidak semangat lagi untuk makan.


"Gwen kamu pilih saja mau makan apa" tanya Juan pada Gwen. "Yang bagaimana kalau seafood saja kan sudah lama kita tidak makan seafood" tawar Juan agar Saira moodnya baik kembali.


"Ya terserah aku ikut saja" sahut Saira yang sudah melembut. " Aku juga sama Juan pesan seafood" Gwen menyodorkan buku menu pada Juan.


"Apa kata orang ya melihatku membawa dua wanita dalam satu meja dengan keadaan merajuk seperti ini" Juan memijat keningnya pusing.


Setelah mereka selesai makan Juan mengantarkan Gwen terlebih dahulu kemudian melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen.


"Yang ada lagi yang kamu inginkan sebelum kita ke apartemen" tanya Juan. "Tidak, kita langsung pulang saja. Aku ingin istirahat" sahut Saira yang memang sudah lelah karena pekerjaan hari ini ditambah adanya Gwen menambah mood Saira tidak karuan.


"Ya sudah kita langsung pulang" Juan melajukan kemudinya menuju apartemennya langsung.


Sesampainya di apartemen Saira langsung membersihakan diri dan mengganti pakaian tidur.


"Yang.." panggil Juan.


"Hmm.." sahut Saira malas.


"Yang, maaf ya tadi aku pulang bersama Gwen soalnya..." Saira memotong kalimat Juan. "Sudah kak, aku tidak apa, aku baik baik saja". Saira yang sudah merebahkan badannya di kasur dan hendak tidur.


"Kakak sudah tidak ada yang dikerjakan lagi kan" tanya Saira yang di jawab dengan gelengan kepala Juan.


" Ya sudah kita istirahat, kita tidur sini" Saira menepuk kasur disebelahnya.


Juan langsung mencium kening Saira dan memeluk Saira dengan erat. Mereka tidur bersama karena sama sama lelah.


Pagi sekali Saira bangun dengan aktifitas barunya sebagai istri. Mulai merapikan ruangan, masak dan menyiapkan keperluan Juan untuk bekerja.


"Yang bangun solat subuh dulu" Saira menepuk nepuk tangan Juan. " Hemm.." Juan hanya berdehem saja. "Yang bangun nanti waktu subuhnya habis" Saira mulai menggoyangkan bahu Juan. " Iya yang nanti kakak bangun sebentar lagi" sahut Juan yang masih menutup matanya.

__ADS_1


Saira lantas pergi melanjutkan pekerjaan.Setelah beres masak Saira langsung membersihkan diri bersiap untuk berangkat kerja.


Dan Juan semenjak menikah dengan Saira jadi ikut bangun pagi karena ada Saira yang selalu membangunkan untuk solat subuh.


__ADS_2