Adakah Cinta Di hatimu

Adakah Cinta Di hatimu
Bab 76


__ADS_3

Juan malam ini menginap di rumah sakit karena menemani Saira. Saira sebenarnya tidak tega mendiamkan Juan terus menerus tapi jika mengingat apa yang dilakukan Juan rasa sakit yang membuat Saira seperti ini.


"Yang belum tidur" Juan terbangun melihat Saira masih melamun. "Baru mau tidur" ucap Saira. "Tidur ya sayang supaya bisa menyusui bayi Keanu kamu harus banyak istirahat" ujar Juan mengusap rambut Saira.


Seharusnya Saira senang Juan memperlakukannya seperti itu tapi entah mengapa semuanya menjadi hambar.


Saira hanya mengangguk dan mencoba memejamkan matanya.


Juan merebahkan badannya di sofa panjang yang disediakan di rumah sakit untuk di pakai tidurJuan. "Saira memperhatikan Juan saat tertidut.


"Apakah berdosa dirinya pada suaminya sudah bersikap abai. Tapi mengapa suaminya tega seperti itu Saira hanya menahan tangis agar tidak keluar. Saira tertidur karena benar dia harus banyak istirahat untuk kesehatan dan merawat bayi Keanu.


Paginya Saira merasa ingin ke kamar mandi tapi melihat Juan sedang tertidur Saira tidak mau membangunkannya.Saira mencoba bangun dari tidurnya pelan pelan dan mencoba untuk menurunkan kakinya dari tempat tidur.


"Alhamdulillah" ucap Saira karena bisa mengangkat kakinya turun dari tempat tidur. Kemudian Saira berjalan membawa infusan menuju kamar mandi.


Terdengar suara keran air berbunyi, Juan terbangun dan melihat Saira tidak ada di tempat tidurnya. Juan mendengar suara dari kamar mandi dan medekatinya.


"Yang, sayang. Kamu dikamar mandi" panggil Juan.


Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka. Saira mengusur besi penyangga impusannya dengan tangan sebelahnya sambil berjalan perlahan lahan.


"Sayang, kamu tidak apa apa? Mengapa tidak membangunkan kakak?" tanya Juan kaget melihat Saira berjalan sendiri.


"Kak Juan sedang tidur aku tidak mau merepotkan kak Juan dan aku sudah bisa berjalan sendiri" ujar Saira berjalan mendekati tempat tidur rumah sakit. "Kamu sudah tidak sakit dipakai berjalan" tanya Juan dan Saira hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Ya sudah hati hati, sekarang kamu mau tiduran lagi" tanya Juan. "Iya" sahut Saira. Juan mengangkat badan Saira agar bisa naik dan tiduran di brangkar tempat tidur. Saira pasrah karena masih susah untuk menaikan badannya sendiri untuk sekarang.


"Kamu mau apa lagi biar kakak siapkan" tanya Juan. "Tidak, aku mau tiduran lagi" jawab Saira. Dan Juan kembali ke posisi rebahan lagi di sofa.


Perawat datang membawa bayi Keanu untuk diberi ASI setelah semalaman di ruang perawatan bayi di tempat steril.


"Sayang, haus ya sini sama mommy" Saira menggendong bayi Keanu setelah diberikan oleh perawat. "Terima kasih suster" ucap Saira. "Sama sama bu, bila ada yang dibutuhkan ibu bisa panggil kami dengan memencet bell yang disini ya bu" ujar perawat menunjukan bel di samping brangkar tempat tidur. "Baik suster" ucap Saira. "Saya permisi ibu, bapak" pamit Perawat tersebut.


Bayi Keanu sangat lahap meminum ASI mommynya karena semalam nangis haus perawat memberitahunya.


"Aduh, sabar sayang pelan pelan saja" ujar Saira memposisikan bayinya untuk di beri ASI. Juan mendekat dan mencium bayinya dan Saira. "Sehat terus ya kesayangan Deddy" ucap Juan membisikan pada bayi Keanu.


Saat Saira sedang memberi ASI ada suara ketukan pintu


"Assalamualaikum" ucap mamah dan Jenita.


"Waalaikumsalam" jawab Juan dan Saira. "Hallo dede gantengnya onty" Jeni langsung mendekati bayi Keanu. "Ish, cuci tangan mu dulu Jen! Baru datang sudah pegang pegang bayi" seru mamah menepis tangan Jeni.


"Onty sudah cuci tangan bisa pegang Keanu sekarang" Jenita mendekat senang melihat keponakannya yang baru lahir.


"Kak Saira bagaimana sudah baikan?" tanya Jeni. "Alhamdulillah Jen, kakak sudah lebih baik sekarang" jawab Saira. " Kamu sudah bisa duduk sekarang Ra" tanya mamah melihat Saira sudah bisa duduk menggendong bayi. "Jangankan duduk jalan saja ke kamar mandi sudah bisa kok mah" tambah Juan. " Oh ya" mamah menatap Saira meyakinkan. " Iya mah" sahut Saira tersenyum. "Alhamdulillah" ucap mamah.


Sudah hari ke- 3 Saira di rumah sakit dan dokter sudah mengizinkan Saira dan bayinya pulang.


"Karena ibu Saira dan bayinya sudah sehat tidak ada keluhan apa apa, hari ini sudah bisa pulang ya bu" ujar dokter saat kunjungan melihat kondisi pasien.


"Alhamdulillah, terima kasih dokter" ucap Saira. "Tapi jangan lupa untuk kontrol ibu dan bayinya ya nanti perawat akan memberikan surat kontrolnya.

__ADS_1


"Baik dokter" ucap Saira. "Saya permisi dulu" ucap dokter hendak keluar. "Terima kasih dokter" Juan mengucapkan terima kasih juga pada dokter.


"Yang kamu dan bayi Keanu sudah boleh pulang" seru Juan senang. "Ya kak, tapi aku pulangnya ke rumah ibu" ujar Saira.


Juan baru ingat Saira meminta izin untuk tinggal di ibu setelah pulang dari rumah sakit. Juan sebenarnya sudah senang akan cepat berkumpul bersama tapi dia lupa sudah mengizinkannya.


Juan segera mengurus adminitrasi untuk kepulangannya. Saira di kamar hanya berdua dengan Keanu.


Saira langsung menghubungi ibu agar tidak usah ke rumah sakit karena hari ini Saira sudah boleh pulang. Sementara ibu mendengar Saira akan pulang ke rumah dari rumah sakit langsung merapikan kamar Saira untuk ditempati Saira dan bayi serta suaminya.


Tok tok


Ternyata mamah dan papah yang datang.


"Assalamualaikum" ucap mamah. "Walaikumsalam" sahut Saira. "Aduh cucu nenek sudah ganteng" ucap Mamah menghampirin Keanu yang sedang tidur.


"Juan kemana Ra" tanya papah menengok ke setiap sudut ruangan. "Sedang mengurus adminitrasi kepulangan pah" jawab Saira.


"Loh memangnya kamu sudah boleh pulang" tanya mamah. "Sudah mah tadi saat visit dan melihat kondisi Saira dan Keanu sehat jadi dibolehkan pulang hari ini" jelas Saira.


"Syukur lah nak, sekarang kamu mau pulang ke apartemen?" tanya mamah. "Tidak mah, Saira sudah izin ke kak Juan setelah pulang dari rumah sakit untuk sementara Saira dan Keanu di ibu dulu, supaya ada yang membantu Saira setelah lahiran mah" ujar Saira.


"Iya tidak apa apa Ra, dimana saja mau di mamah atau ibu yang penting kamu ada yang menjaga dan membantu merawat bayi Keanu. Mamah juga pernah merasakan awal memiliki bayi begitu sulit, mulai memandikannya, membendongnya sampai bayi puput mamah masih minta bantuan ibu mamah" ujar mamah.


"Terima kasih mamah" Saira tidak enak karena mamah begitu baik padanya tapi Saira malah acuh pada anaknya ingin menghindarinya.


Juan sudah selesi dari tempat adminitarsi rumah sakit lalu kembali lagi ke ruangan Saira.

__ADS_1


"Pah, mah kapah datang?" tanya Juan. "Sudah setengah jam an yang lalu kak kami datang" ucap mamah. "Bagaimana kak sudah selesai menyelesaikan kepulangan Saira" tanya mamah. "Sudah beres mah, ini surat kontrolnya minggu depan Saira dan Keanu kontrol lagi kesini" ujar Juan.


"Ya sudah kita siap siap pulang" seru mamah. Juan merapikan pakaian Saira dan perlengkapan bayi ke dalam tas. Mamah menggendong Keanu dan Saira masih belum bisa berjalan jauh harus menggunakan kursi roda. Juan mendorong kursi roda Saira sampai lobi rumah sakit kemudian bergegas ke parkiran untuk mengambil mobil.


__ADS_2