
Sepulang dari dokter Juan sangat senang hatinya karena sudah melihat calon bayinya, penerus Juan berikutnya. Entah mengapa Juan mempunyai firasat akan ada Juan junior.
"Ketika sampai apartemen, Juan dan Saira terkejut karena sudah ada mamah dan papah Juan di apartemen.
"Mah, pah kapan datang" tanya Saira sembari mencium tangan mamah dan papah. "Mamah sudah dari tadi sayang habis nunggu kalian lama jadi kami masuk saja, untung mamah masih ingat password apartemen kamu Juan" jawab mamah.
"Kamu ya kak, mamah telepon dari tadi tidak di angkat terus, ya sudah mamah langsung masuk " mamah kesal. "Maaf mah tadi ponselnya Juan silent karena sedang periksa dengan dokter.
"Loh siapa yang sakit" tanya mamah penasaran. "Tidak ada yang sakit kok mah, kami hanya periksa ke dokter kandungan" terang Juan.
"Oh ya, kalian habis liat calon cucu mamah" mamah antusias. "Iya mah" jawab Saira tersenyum. "Bagaimana sayang perkembangannya" tanya mamah. "Alhamdulillah semuanya baik, pertumbuhan bayinya juga sehat sesuai" jawab Saira. "Tapi Saira kondisinya harus banyak istirahat mah kemarin ngeluh pusing dan mual" tambah Juan.
"Kalau pusing dan mual wajar, awal awal kehamilan seperti itu asal jangan berlebihan sampai muntah muntah dan tidak mau makan" terang mamah.
"Mamah dulu waktu hamil kakak juga gitu bahkan lebih parah, papah sampai izin terus tidak masuk kerja karena mamah sampai dirawat di rumah sakit karena tidak masuk makanan sama sekali" ibu menceritakan kehamilannya dulu.
"Saira, bolehkan mamah menginap di sini" pinta mamah. "Boleh sekali mah, justru Saira senang ada yang menemani Saira di sini" ujar Saira.
"Ok kalau begitu mamah akan menjaga kamu di sini selama beberapa hari" ujar mamah. "Papah juga menginap di sini" tanya Saira. "Tidak, papah hanya mengantarkan mamah saja nanti pulang ke rumah. Kasian Jeni tidak ada temannya di rumah, anak itu kan penakut" seru mamah.
"Baiklah, karena Juan sudah datang papah pulang ya, kasian Jeni di rumah sendirian" ujar papah. "Iya pah hati hati di jalan" sahut Juan mencium tangan papah. " Salam ya pah untuk Jeni" ucap Saira sembari mencium tangan papah.
"Sudah kamu istirahat di kamar sayang, mamah di sini dulu mamah ingin rebahan sambil nonton TV dulu" ujar mamah. "Saira ke kamar ya mah" izin Saira.
Saira sebenarnya tidak enak meninggalkan mamah Sinta tapi Saira benar benar lelah karena hamil Saira jadi gampang lelah.
Setelah membersihkan diri Saira langsung menuju kasur empuknya.
__ADS_1
"Kak nanti bangunkan aku ya, aku mau tidur dulu sebentar" pesan Saira. "Iya kamu tidur saja sayang, yang penting kamu sudah makan dan solat isya" seru Juan.
"Juan pun sama setelah berbincang dengan mamah sebentar Juan masuk kamar dan langsung tidur tidak membangunkan Saira karena tidak tega membangunkannya.
Besoknya ketika bangun Saira kaget.
"Kak, semalam aku tidak bangun lagi" tanya Saira yang melirik jam dinding.
"Iya yang, kamunya sudah pulas kakak tidak tega bangunkannya" jawab Juan. "Tapi aku tidak enak sama mamah" Saira merasa tidak enak. "Tidak apa sayang, mamah juga mengerti kamu butuh istirahat.
Saira setelah solat subuh langsung pergi ke dapur. Ternyata mamah sudah memasakan sarapan, Saira semakin tidak enak.
"Mah, maaf ya jadi merepotkan mamah pagi pagi sudah masak". ujar Saira."Tidak apa Ra, mamah senang kok melakukaknnya" imbuh mamah. Saira membantu merapikan meja makan.
Saira dan Juan berangkat kerja setelah sarapan bersama mamah.
Ketika Juan sedang mengerjakan tugas laporan di kantor kemudian ponselnya berbunyi terus. Tahu siapa yang menghubunginyaJuan tidak menghiraukannya. Sehingga besoknya mendapatkan telepon dari Helena, Juan mencoba tidak menjawabnya namun siapa sangka Helena memberanikan diri datang ke kantor Juan.
Gwen yang mengetahui mencoba menghalau dengan halus karena dulu mereka berteman baik sampai mereka mengetahui menyukai pria yang sama mereka menjadi renggang.
Pak satpam mencari Juan tetapi sebelum bertemu Juan bertemu Gwen terlebih dahulu. "Ada apa pak Jaya" tanya Gwen pada satpam di kantor.
"Ini bu, ada yang mencari pak Juan" ujar pak satpam. "Siapa pak" tanya Gwen. "Itu bu seorang wanita yang duduk di lobi" pak satpam menunjukan wanita yang sedang duduk menunggu.
"Itu kan Helena, untuk apa dia datang kemari. Ada keperluan apa dia mencari Juan" gumam Gwen dalam hati. "Biar saya menemuinya pak, saya juga kenal" ujar Gwen. "Baik bu Gwen, saya permisi" pamit pak satpam meninggalkan Gwen yang menghampiri Helena.
"Gwen" Helena kaget melihat Gwen berada di kantor Juan. "Iya, Helena ini aku Gwen. Apa kabar Helena?" Gwen sengaja mendekatinya. "Gwen sedang apa kamu di sini" tanya Helena kaget.
__ADS_1
"Aku, ya ampun Helena aku di sini kan bekerja" jawab Gwen tersenyum menyeeingai. " Lalu kamu ada keperluan apa kesini, ada yang bisa aku bantu" tanya Gwen basa basi. "Aa..ku" jawab Helena terbata.
" Apa urusan pekerjaan dengan perusahaan di sini" tanya Gwen mendesak. "Ah iya aku ada urusan kerjaan dengan Juan" jawab Helena asal. "Oh, ya sudah aku panggilkan Juan" seru Gwen. "Terima kasih Gwen" sahut Helena.
Tok tok
"Masuk" sahut Juan dari dalam.
"Juan, ada tamu yang mencarimu" seru Gwen. " Siapa" tanya Juan. " Tamu wanita yang pernah ada di masa lalu mu yang tak kunjung selesai" sindir Gwen. "Helena" gumam Juan langsung menebak.
"Ya baiklah aku akan akan menemuinya" ujar Juan.
"Mau apalagi Helena" gumam Juan yang sudah mencoba menghindarinya.
"Juan" seru Helena saat Juan menemuinya.
"Helena, ada apa kamu ke sini. Aku pernah bilang jangan menemuiku di kantor" kesal Juan. "Aku sudah menghubungi mu berkali kali tapi kamu tidak pernah mengangkatnya" jawab Helena.
"Helena ikut aku, kita berbicara di kafe depan kantor ini . Tidak enak kita berbicara di sini" ajak Juan.
"Lalu ada apa lagi Gwen kamu terus menghubungi ku, kamu tahu gara gara kamu aku hampir saja salah paham dengan istriku" seru Juan.
"Maafkan aku Juan" Helena menunduk seolah olah merasa bersalah. "Juan, bagaimana nasibku kamu bilang akan membantuku menuntaskannya" tanya Helena.
"Aku bingung Helena, sebenarnya ada masalah apa dengan rumah tanggamu" tanya Juan bingung. "Ya seperti yang aku pernah jelaskan sebelumnya Juan. Aku ingin berpisah dengannya, aku sudah tidak tahan lagi dengan perlakuannya" Helena menangis tersedu sedu. Juan paling tidak tahan jika wanita menangis apalagi wanita pernah ada singgah di hatinya.
"Sudah Helena jangan menangis, aku malu di lihat orang. Nanti orang pikir aku yang sudah menyakitimu" ujar Juan yang malu jadi perhatian tamu kafe.
__ADS_1
"Ok..ok aku akan bantu kamu semampu aku, tapi aku tidak janji ya Helena" ucap Juan menenangkan Helena agar tidak menjadi pusat perhatian.